Makanan penyebab trombosit turun perlu dikenali sejak awal, terutama bila Anda atau anggota keluarga sedang mengalami trombosit rendah akibat demam berdarah, infeksi, atau kondisi kesehatan tertentu. Dengan mengetahuinya, proses pemulihan bisa berjalan lebih optimal dan risiko komplikasi pun dapat ditekan.

Trombosit adalah sel darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Saat jumlahnya menurun, tubuh jadi lebih mudah mengalami memar, perdarahan, atau luka yang sulit berhenti. Untuk itu, penting memahami makanan penyebab trombosit turun agar kondisinya tidak semakin memburuk.

5 Makanan Penyebab Trombosit Turun yang Perlu Dibatasi - Alodokter

Makanan Penyebab Trombosit Turun yang Perlu Dibatasi

Beberapa jenis makanan dan minuman bisa menjadi makanan penyebab trombosit turun, terutama bila dikonsumsi berlebihan atau saat kondisi tubuh sedang lemah.

Berikut ini adalah beberapa di antaranya yang sebaiknya lebih diwaspadai:

1. Makanan tinggi lemak 

Makanan penyebab trombosit turun yang pertama adalah makanan tinggi lemak. Gorengan, makanan cepat saji, serta daging olahan mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Jenis lemak ini dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan memperlambat proses pemulihan trombosit.

Jika dikonsumsi terlalu sering, tubuh menjadi kurang optimal dalam memperbaiki sel darah. Untuk itu, sebaiknya batasi makanan berlemak selama trombosit masih rendah.

2. Makanan tinggi gula

Makanan penyebab trombosit turun lainnya adalah makanan tinggi gula. Konsumsi gula berlebih dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini bisa berdampak pada fungsi dan produksi trombosit.

Selain itu, kadar gula yang tinggi juga membuat tubuh lebih mudah lelah. Hal ini dapat menghambat proses pemulihan saat trombosit sedang menurun.

3. Makanan dengan zat aditif 

Zat aditif pada makanan adalah semua bahan yang ditambahkan dan dicampurkan ke dalam produk makanan dan minuman, seperti pewarna, pengawet, dan pemanis buatan. Zat ini bisa memicu reaksi peradangan. Pada orang yang sensitif, kondisi ini dapat mengganggu pembentukan trombosit.

Jika trombosit sedang rendah, sebaiknya pilih makanan segar dan minim olahan. Langkah ini membantu tubuh bekerja lebih optimal dalam proses pemulihan.

4. Makanan mentah 

Telur mentah, seafood mentah, atau daging yang kurang matang meningkatkan risiko infeksi. Infeksi tambahan dapat membuat trombosit semakin menurun.

Saat trombosit rendah, tubuh membutuhkan kondisi yang stabil untuk pulih. Menghindari makanan mentah dapat membantu mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

5. Makanan yang mengandung alkohol 

Alkohol dapat mengganggu kerja sumsum tulang, yaitu tempat pembentukan sel darah, termasuk trombosit. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah banyak, kondisi ini bisa membuat produksi trombosit menurun secara perlahan. 

Saat tubuh sedang berusaha memulihkan trombosit, alkohol justru membebani kerja organ tubuh. Akibatnya, proses pemulihan menjadi lebih lambat dan risiko perdarahan bisa meningkat.

Mengonsumsi makanan penyebab trombosit turun, terutama saat kondisi trombosit rendah dapat memperberat kerja tubuh. Hal ini dapat membuat daya tahan tubuh yang sudah menurun menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Selain itu, trombosit yang rendah membuat proses pembekuan darah berjalan lebih lambat. Jika ditambah pola makan yang kurang tepat atau makanan yang dapat mengganggu kerja obat, proses penyembuhan bisa terhambat dan hasil pengobatan menjadi kurang optimal.

Untuk itu, selama masa pemulihan, sebaiknya lebih selektif dalam memilih makanan dan menghindari makanan penyebab trombosit turun, agar kondisi tubuh bisa membaik secara bertahap.

Bila trombosit tidak juga meningkat meski sudah membatasi makanan penyebab trombosit turun, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda kepada dokter melalui layanan Chat Bersama dokter di aplikasi ALODOKTER agar mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan.