Garam bambu sudah digunakan sejak zaman dahulu di Korea sebagai bahan masakan. Garam ini juga digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit, serta menjadi bahan baku dalam pasta gigi dan produk perawatan kulit.

Garam bambu (jugyeom) dibuat dengan cara memasukkan garam ke dalam bambu yang lalu dibakar dalam suhu sekitar 800℃. Garam tersebut akan dihancurkan kembali dan dimasukkan ke dalam bambu baru untuk dibakar lagi. Proses ini diulang hingga 9 kali.

 

5 Manfaat Garam Bambu, Garam Asli dari Korea - Alodokter

Pada proses terakhir, garam bambu dibakar pada suhu sekitar 1.000℃ sehingga menghasilkan garam berwarna ungu kehitaman.

Secara keseluruhan, proses pembuatan garam bambu membutuhkan waktu sekitar 1–2 bulan. Tak heran jika garam bambu dijual dengan harga lebih mahal daripada jenis garam lainnya, seperti garam Himalaya.

Manfaat Garam Bambu untuk Kesehatan Tubuh

Garam bambu diduga mengandung berbagai antioksidan dan mineral, seperti kalsium, kalium, zat besi, tembaga, dan zinc. Tak heran jika garam bambu diklaim memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti:

1. Menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas

Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif yang diketahui bisa meningkatkan risiko terserang berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, arthritis, dan stroke.

Nah, garam bambu diduga memiliki kandungan antioksidan yang bisa membantu menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, garam bambu juga diklaim dapat meningkatkan imunitas tubuh.

2. Membantu meringankan peradangan

Garam, termasuk garam bambu, juga diketahui mengandung zat yang dapat mencegah dan meredakan peradangan. Berkat efeknya ini, garam bambu dipercaya bisa digunakan sebagai salah satu bahan herbal untuk mengurangi peradangan, seperti radang sendi (arthritis).

Untuk menggunakannya, Anda cukup mencampurkan garam ke dalam air hangat, lalu rendam atau kompres bagian tubuh yang nyeri dengan air garam tersebut.

3. Mengurangi risiko terkena kanker

Garam bambu disebut mengandung sifat antiradang dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker. Namun, manfaat garam bambu yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Untuk mencegah penyakit kanker, Anda tidak dianjurkan untuk hanya mengandalkan garam bambu atau produk herbal lainnya.

Berbagai macam gaya hidup sehat, seperti rutin olahraga, istirahat yang cukup, mengendalikan stres, serta menjaga pola makan sehat, juga penting dilakukan sebagai pencegahan kanker.

4. Menjaga kesehatan gigi dan mulut

Selain antiradang dan antioksidan, garam bambu juga memiliki sifat antibakteri alami. Berkat kandungan tersebut, air garam bambu dipercaya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi dan mencegah berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, plak gigi, radang gusi, dan bau mulut.

5. Membersihkan dan melembapkan kulit

Sifat antiradang dan antibakteri pada garam bambu juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan dan membasmi bakteri pada kulit.

Garam ini diketahui dapat mengangkat kotoran, debu, dan sel-sel kulit mati. Anda bisa menggunakan garam bambu salah satu bahan scrub atau masker alami, serta campuran air garam untuk mandi.

Garam bambu mungkin dinilai lebih sehat daripada garam biasa, tetapi Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Batasilah konsumsi garam Anda, termasuk garam bambu, agar tidak lebih dari 1 sendok teh (sekitar 5 gram) per hari.

Selain itu, perlu diingat jika berbagai efektivitas garam bambu sebagai pengobatan atau pencegahan penyakit di atas juga masih perlu diteliti lebih lanjut. Jika Anda ingin menggunakan garam bambu sebagai pengobatan penyakit, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu ke dokter.