Garam Himalaya adalah salah satu garam yang paling murni di dunia. Berkat proses penambangan dan pengolahannya yang sangat alami, garam Himalaya bebas dari zat tambahan dan dianggap memiliki manfaat kesehatan lebih banyak daripada garam meja pada umumnya. Namun, benarkah demikian?

Tak seperti garam pada umumnya yang berasal dari laut, garam Himalaya berasal dari salah satu tambang garam tertua dan terbesar di dunia, yaitu Tambang Garam Khewra yang berada di kaki pegunungan Himalaya, Pakistan.

Benarkah Garam Himalaya Lebih Bermanfaat daripada Garam Biasa? Simak Faktanya di Sini! - Alodokter

Tambang garam Himalaya yang berwarna merah muda ini diyakini terbentuk dari penguapan laut sejak jutaan tahun yang lalu, yang kemudian terkubur di bawah lapisan lava, salju, serta es pegunungan Himalaya.

Beragam Manfaat Garam Himalaya dan Faktanya

Berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan yang dipercaya dimiliki oleh garam Himalaya beserta faktanya:

1. Memenuhi kebutuhan mineral tubuh

Garam Himalaya mengandung lebih banyak mineral dibandingkan garam biasa. Terdapat sekitar 84 mineral berbeda yang sangat bermanfaat bagi tubuh, yaitu natrium klorida, zat besi, magnesium, kalsium, dan kalium.

Namun, 98% kandungan garam Himalaya tetaplah natrium klorida, yang sama seperti garam biasa. Hal ini berarti kandungan mineral garam Himalaya lainnya sangatlah sedikit. Jadi, menggunakan garam Himalaya sebagai garam sehari-hari tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap kebutuhan mineral Anda.

Sebagai gambaran, dibutuhkan sekitar 2 kg garam Himalaya untuk bisa memenuhi kebutuhan kalium tubuh dalam sehari. Jumlah garam sebanyak ini tentu tidak mungkin dikonsumsi dalam sehari. Jika mungkin pun, jelas akan lebih banyak bahayanya daripada keuntungannya.

2. Menyeimbangkan pH tubuh

Kandungan mineral yang banyak pada garam Himalaya dipercaya mampu menyeimbangkan pH tubuh. Kenyataannya, jumlah konsumsi harian garam Himalaya tidak cukup besar untuk bisa membantu menyeimbangkan pH tubuh.

Selain itu, fungsi ginjal dan paru-paru saja sebenarnya sudah cukup dalam mengatur pH tubuh tanpa memerlukan bantuan garam Himalaya.

3. Menjaga keseimbangan cairan tubuh

Mengonsumsi garam Himalaya dikatakan dapat membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan berkat kandungan sodiumnya.

Sodium memang diperlukan untuk menjaga kesimbangan cairan tubuh, tetapi mineral ini bisa didapat dari banyak sumber makanan lain. Faktanya, garam biasa malah mengandung lebih banyak sodium daripada garam Himalaya.

Selain manfaat-manfaat di atas, masih banyak manfaat kesehatan garam Himalaya lainnya yang sering diklaim di pasaran, misalnya menjaga kesehatan sistem pernapasan, meningkatkan gairah seksual, dan meningkatkan kualitas tidur. Namun, sayangnya, hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Cara Menggunakan Garam Himalaya

Karena garam Himalaya memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama dengan garam meja, Anda bisa menggunakannya untuk memasak seperti halnya Anda menggunakan garam dapur biasa.

Garam Himalaya aman untuk dijadikan pilihan jika Anda tidak ingin mengonsumsi berbagai zat tambahan yang ada pada garam meja. Namun, yang perlu Anda ingat, garam meja yang biasa kita konsumsi umumnya diperkaya dengan yodium dan juga merupakan sumber utama yodium bagi tubuh.

Jadi jika Anda ingin menggunakan garam Himalaya, Anda harus mendapat yodium dari sumber makanan lain, seperti produk olahan susu, rumput laut, atau ikan, untuk menghindari kekurangan yodium.

Anda juga tetap perlu memperhatikan konsumsi garam harian Anda. Layaknya garam biasa, terlalu banyak mengonsumsi garam Himalaya juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, seperti gagal jantung dan stroke.

Jika Anda masih memiliki keraguan dalam memilih jenis garam yang paling baik untuk dikonsumsi sehari-hari atau yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan Anda, jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter.