Cara mengatasi gondongan pada anak perlu diketahui oleh orang tua agar Si Kecil bisa cepat merasa nyaman dan pulih dari infeksi ini. Dengan perawatan yang tepat, gejala gondongan dapat mereda tanpa menimbulkan komplikasi serius.

Gondongan pada anak terjadi akibat infeksi virus mumps yang menyerang kelenjar ludah di bawah telinga. Penyakit ini cenderung dialami oleh anak-anak yang belum mendapat vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella).

6 Cara Mengatasi Gondongan pada Anak agar Cepat Sembuh - Alodokter

Cara mengatasi gondongan pada anak perlu diketahui karena gondongan biasanya membuat anak rewel, kehilangan nafsu makan, hingga rentan mengalami dehidrasi jika tidak ditangani dengan tepat. Meski gondongan bisa sembuh sendiri dalam waktu 1–2 minggu, rasa nyeri, demam, dan pipi bengkak tetap dapat membuat anak tidak nyaman.

Cara Mengatasi Gondongan pada Anak dengan Aman

Orang tua perlu tahu bahwa beberapa mitos terkait cara mengobati gondongan, seperti menggunakan blau, tidak terbukti secara medis dan justru bisa membahayakan anak.

Berikut ini adalah beberapa langkah aman dan disarankan secara medis untuk membantu pemulihan gondongan pada anak di rumah:

1. Pastikan anak cukup istirahat

Ketika anak terserang gondongan, istirahat total sangat penting agar tubuhnya fokus melawan infeksi virus. Usahakan anak tetap berada di rumah dan tidak pergi ke sekolah, tempat penitipan, atau bermain bersama teman selama minimal 5 hari setelah gejala mulai muncul.

Selain tidur yang cukup, batasi aktivitas fisik berat, seperti berlari, melompat, atau bersepeda. Jika anak merasa bosan, orang tua bisa menawarkan kegiatan yang tenang dan tidak melelahkan, misalnya membaca buku bersama, menggambar, atau menonton film favorit.

2. Berikan makanan lunak yang mudah dikunyah

Gondongan menyebabkan pembengkakan dan nyeri di sekitar pipi dan mulut, sehingga anak sering enggan makan makanan biasa. Untuk menjaga asupan nutrisi, pilihlah makanan yang bertekstur lembut dan tidak membutuhkan banyak usaha untuk mengunyah.

Contohnya, bubur ayam, sup hangat dengan sayuran yang sudah dipotong kecil, nasi tim, telur orak-arik, atau puding susu. Hindari makanan keras, seperti kerupuk dan gorengan, serta makanan yang asam atau pedas, karena bisa memperparah rasa sakit di mulut dan tenggorokan.

3. Cukupi asupan cairan

Salah satu risiko utama gondongan adalah dehidrasi akibat menurunnya nafsu makan dan minum. Oleh karena itu, dalam cara mengatasi gondongan pada anak, pastikan anak minum air putih setidaknya 4–6 gelas sehari. Selain air putih, orang tua dapat memberikan kaldu hangat, jus buah yang tidak asam, seperti jus apel, atau air kelapa.

Jika anak kesulitan minum sekaligus dalam jumlah banyak, berikan cairan dalam porsi kecil tapi sering, misalnya beberapa teguk setiap 10–15 menit. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi, seperti bibir kering, jarang buang air kecil, atau lemas, dan segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala tersebut.

4. Berikan obat pereda nyeri dan demam

Demam dan nyeri di area pipi atau rahang bisa membuat anak rewel dan sulit tidur. Untuk mengatasinya, berikanlah obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan obat.

Namun, jangan pernah memberikan aspirin pada anak karena bisa memicu kondisi serius, seperti sindrom Reye.

5. Kompres dingin pada area bengkak

Pembengkakan di pipi akibat gondongan terasa nyeri dan tidak nyaman. Salah satu langkah dalam cara mengatasi gondongan pada anak adalah dengan menempelkan kompres dingin pada area bengkak.

Caranya, bungkus beberapa es batu atau air dingin menggunakan kain bersih, lalu tempelkan ke pipi anak selama 10–15 menit dan ulangi beberapa kali sehari sesuai kebutuhan. Jangan menempelkan es langsung ke kulit, agar anak terhindar dari iritasi atau luka akibat suhu dingin ekstrem.

6. Hindari menggunakan blau atau ramuan tradisional di kulit

Beberapa mitos menyebutkan bahwa blau atau ramuan tradisional dapat mengobati gondongan. Faktanya, penggunaan bahan kimia, seperti blau atau ramuan yang belum terbukti secara medis, justru bisa menyebabkan iritasi, alergi, bahkan infeksi pada kulit anak.

Sebagian besar kasus gondongan memang tidak berbahaya dan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa risiko yang tetap perlu diperhatikan, seperti dehidrasi akibat anak sulit makan dan minum, serta infeksi yang menyebar ke organ lain.

Nah, menerapkan cara mengatasi gondongan pada anak yang tepat sangatlah penting untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.

Jika anak terus rewel, sulit makan atau minum, demam tinggi tidak turun, atau Anda ragu dengan kondisinya, segera Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Namun, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat, jika ia mengalami muntah terus-menerus, leher kaku, kejang, sulit bernapas, atau bengkak berat pada satu sisi wajah.