Sebagian ibu ingin segera menurunkan berat badan dengan berolahraga setelah melahirkan. Ternyata hal itu tidak sepenuhnya salah. Menurut penelitian, ibu baru melahirkan yang segera kembali berolahraga setelah melahirkan akan lebih cepat bugar. Bahkan olahraga dapat membantu mengurangi risiko depresi setelah melahirkan lho.

Umumnya olahraga direkomendasikan sekitar enam minggu setelah melahirkan. Meski demikian, ada kemungkinan Bunda perlu menunggu lebih lama. Disarankan berkonsultasi ke dokter sebelum berolahraga.

5 Gerakan Olahraga Setelah Melahirkan yang Praktis dan Efektif - Alodokter

Berbagai Olahraga Sederhana di Rumah

Olahraga yang perlu dilakukan Bunda setelah melahirkan tidak perlu waktu lama. Bunda hanya perlu meluangkan waktu sekitar 10 menit. Bunda dapat mengambil manfaat dari aktivitas ini, terutama jika dilakukan rutin.

Berikut beberapa jenis latihan yang bisa menjadi pilihan:

  • Jalan kaki

Jalan kaki adalah olahraga paling mudah dilakukan untuk kembali bugar setelah persalinan. Mulai dengan jalan santai, sambil membawa bayi dalam gendongan atau di stroller. Kemudian, Bunda bisa mencoba berjalan lebih cepat dan bertenaga. Selain itu Bunda juga dapat menitipkan Si Kecil sebentar untuk mencoba variasi lain, seperti berjalan zigzag atau berjalan mundur untuk melatih keseimbangan.

Ingin lebih menantang? Coba untuk melalui trek ke bukit atau gunung yang jalurnya aman. Bunda dan Ayah dapat bergantian membawa Si Kecil di gendongan yang kokoh, di depan atau belakang.

  • Latihan pernapasan perut

Latihan ini dapat dilakukan bahkan tanpa meninggalkan tempat tidur, lho. Mulai dari duduk tegak, ambil napas panjang. Kontraksikan perut saat menarik napas, tahan beberapa saat, dan rileks kembali saat buang napas. Coba untuk menahan napas lebih lama, setelah beberapa kali melakukan latihan pernapasan. Selain melemaskan otot, latihan ini juga membantu memulai mengencangkan otot perut, lho, Bun.

  • Berbaring sambil mengangkat kepala

Berbaringlah dengan kedua lengan di kanan kiri tubuh. Tekuk kaki dengan telapak kaki menapak lantai. Tarik napas dan lemaskan perut. Lepaskan napas sambil mengangkat kepala dan leher. Kemudian tarik napas saat menurunkannya kembali. Setelah 10 kali, coba untuk mengangkat kedua tangan juga dengan sudut 45 derajat ke depan. Ulang hingga 10 kali juga dengan teknik pernapasan serupa. Latihan ini dapat membantu mengencangkan otot perut.

  • Senam Kegel

Senam Kegel sebenarnya adalah latihan sederhana yang dapat dicoba di toilet, lho. Saat buang air kecil, kendalikan otot sehingga aliran kencing berhenti, kemudian lepaskan lagi. Nah, setelah tahu caranya, Bunda dapat melakukan gerakan ini di waktu lain, seperti saat sedang duduk menonton TV. Coba untuk melakukannya 3 kali sehari, masing-masing 10 kali.

Latihan ini berfungsi mengencangkan otot saluran kencing dan membantu mengurangi risiko sembelit.

  • Squat bersama Si Kecil

Bunda juga bisa mengajak Si Kecil ikut berlatih. Misalnya, lakukan gerakan squat dengan menggendong bayi di depan dada. Buka kedua kaki selebar bahu, tekuk lutut hingga punggung membentuk sudut 45 derajat. Turunkan badan sambil perlahan menurunkan Si Kecil hingga kakinya menyentuh lantai. Ulang beberapa kali.

Jika Bunda adalah ibu rumah tangga atau bekerja di rumah, saat ini sudah banyak video latihan kebugaran yang bisa diakses secara daring (online). Juga banyak aplikasi latihan di rumah yang bisa diakses gratis. Tidak ada salahnya juga melengkapi rumah dengan alat olahraga sederhana, seperti dumbel dan tali untuk lompat tali.

Namun jika Bunda bekerja di kantor, mungkin Bunda bisa membawa sepatu olahraga, untuk berjalan kaki sebelum atau sesudah pulang, atau saat jeda makan siang. Selain itu, Bunda bisa juga bergabung dengan klub kebugaran atau kelas yoga. Sebagai awal, Bunda bisa mengambil kelas pemula atau low impact.

Meskipun sebelum hamil Bunda aktif berolahraga tertentu, tapi ada baiknya Bunda memeriksakan diri ke dokter dulu sebelum aktif berolaharga tkembali. Segera hentikan olahraga begitu Bunda mengalami sakit kepala, perdarahan atau rasa sakit lain yang tidak biasa. Kalau perlu, segera periksakan diri ke dokter,