Makanan penyebab nyeri sendi bisa menjadi pemicu kambuhnya rasa sakit, nyeri, atau kaku pada persendian tanpa disadari. Hal ini bisa terjadi karena apa yang Anda konsumsi sangat berpengaruh pada kondisi sendi. Dengan mengenali jenis makanan yang memengaruhinya, Anda dapat lebih menjaga kesehatan sendi agar tetap nyaman saat beraktivitas.

Nyeri sendi bisa muncul karena berbagai kondisi, seperti asam urat, osteoarthritis, rheumatoid arthritis, cedera, atau infeksi. Namun, pola makan yang kurang tepat juga dapat membuat keluhan terasa lebih sering kambuh atau bertambah berat. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui makanan penyebab nyeri sendi agar lebih bijak dalam memilih menu harian. 

6 Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Perlu Dibatasi

Agar Anda lebih mudah mengenali pemicunya, berikut ini adalah beberapa makanan penyebab nyeri sendi yang sebaiknya dibatasi, terutama bila Anda sering merasakan keluhan pada persendian:

1. Makanan tinggi purin

Makanan penyebab nyeri sendi yang pertama adalah makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, serta makanan laut, seperti kerang, udang, dan ikan teri termasuk makanan penyebab nyeri sendi karena kandungan purinnya cukup tinggi. Di dalam tubuh, purin akan diolah menjadi asam urat yang bisa menumpuk di persendian.

Jika kadarnya meningkat, endapan asam urat dapat memicu nyeri hebat, bengkak, dan rasa panas pada sendi. Karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tinggi purin dibatasi, terutama bila Anda memiliki riwayat asam urat.

2. Makanan olahan tinggi gula

Minuman kemasan, kue kering, dan permen termasuk makanan penyebab nyeri sendi karena kandungan gula tambahannya cukup tinggi. Gula berlebih dapat memicu peradangan di dalam tubuh.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga dapat meningkatkan berat badan yang memberi tekanan ekstra pada sendi. Supaya sendi lebih nyaman, sebaiknya batasi makanan manis dan pilih sumber gula alami secukupnya.

3. Gorengan dan makanan cepat saji

Gorengan dan makanan cepat saji sering dikaitkan sebagai makanan penyebab nyeri sendi karena mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Jenis lemak ini dapat memicu peradangan.

Jika dikonsumsi terlalu sering, peradangan tersebut bisa membuat sendi terasa lebih nyeri dan kaku. Agar lebih aman, cobalah memilih cara memasak yang lebih sehat, seperti dikukus atau dipanggang.

4. Produk susu tinggi lemak

Keju, mentega, dan susu full cream termasuk makanan penyebab nyeri sendi, terutama pada orang dengan kondisi radang sendi tertentu. Kandungan lemak jenuh di dalam produk susu ini dapat memperburuk peradangan.

Namun, tidak semua produk susu perlu dihindari. Anda masih bisa memilih susu rendah lemak atau produk olahan susu yang lebih ringan agar kebutuhan kalsium tetap terpenuhi.

5. Makanan mengandung MSG dan pengawet

Makanan yang mengandung MSG dan pengawet, seperti mi instan, camilan kemasan, dan makanan kaleng sering disebut sebagai makanan penyebab nyeri sendi karena zat ini dapat memicu peradangan.

Jika dikonsumsi terlalu sering, keluhan nyeri sendi bisa terasa lebih mengganggu. Untuk itu, sebaiknya pilih makanan segar dan olahan rumahan bila memungkinkan.

6. Sayuran tertentu pada penderita asam urat

Bayam, kangkung, daun singkong, dan kembang kol tergolong makanan penyebab nyeri sendi pada penderita asam urat bila dikonsumsi berlebihan. Sayuran ini mengandung purin dalam kadar sedang.

Dalam porsi wajar, sayuran tersebut sebenarnya tetap bermanfaat bagi kesehatan. Namun, bagi penderita asam urat, sebaiknya konsumsi diatur agar tidak memicu nyeri sendi.

Itulah beberapa makanan penyebab nyeri sendi yang perlu dibatasi. Perlu dipahami bahwa reaksi tubuh terhadap makanan penyebab nyeri sendi bisa berbeda-beda. Tidak semua orang perlu menghindari seluruh makanan di atas. Namun, bila Anda merasa sendi sering terasa nyeri setelah mengonsumsi makanan tersebut, sebaiknya mulai membatasi asupannya.

Dalam porsi wajar, makanan penyebab nyeri sendi di atas umumnya tidak langsung menimbulkan masalah serius. Keluhan biasanya muncul bila dikonsumsi berlebihan atau bila Anda memang memiliki riwayat penyakit sendi tertentu.

Menjaga pola makan seimbang, memperbanyak sayur dan buah rendah purin, minum air putih yang cukup, serta tetap aktif bergerak dapat membantu mengurangi risiko nyeri sendi. Mengenali dan menghindari makanan penyebab nyeri sendi yang menjadi pemicu pribadi juga bisa membuat sendi terasa lebih nyaman dari hari ke hari.

Bila nyeri sendi tidak kunjung membaik atau sering kambuh meski sudah membatasi makanan penyebab nyeri sendi di atas, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani dengan tepat. Anda bisa mengonsultasikannya secara praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.