Manfaat Bayam dan Cara Mengolahnya

Tidak hanya nikmat untuk disantap, manfaat bayam bagi kesehatan juga banyak. Sayuran yang umum ditemukan sehari-hari ini memiliki kandungan gizi yang beragam, rendah kalori, dan kaya serat.

Sayuran yang berasal dari Asia ini memiliki banyak nutrisi termasuk vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Vitamin yang banyak terdapat pada bayam yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin K, dan vitamin E. Sedangkan mineral-mineral utama yang dimiliki bayam adalah magnesium, zat besi, asam folat, kalsium, potasium, dan sodium. Bayam juga mengandung banyak serat dan antioksidan. Selain itu, sayuran hijau yang satu ini mengandung sedikit kalori dan lemak.

mengolah manfaat bayam menjadi hidangan sehari hari - alodokter

Beragam Manfaat Bayam

Mengonsumsi bayam dapat membantu hal-hal berikut ini:

  • Mengurangi radang
    Kandungan antioksidan yang tinggi pada bayam membantu melawan radikal bebas yang  bisa menyebabkan peradangan. Pada penyakit seperti rheumatoid arthritis atau rematik, peradangan merupakan penyebab munculnya nyeri pada sendi.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
    Bayam tinggi akan kandungan vitamin A, C, dan folat, serta magnesium. Yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
  • Mencegah anemia
    Bayam merupakan salah satu sumber asupan zat besi yang baik. Namun, bayam juga mengandung oksalat yang dapat menghambat penyerapan zat besi ketika dikonsumsi. Untuk menyiasatinya, Anda dapat mengonsumsi vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi.
  • Menjaga agar mata tetap sehat.
    Kandungan karotenoid yang ditemukan pada bayam, seperti beta karoten, lutein, dan zeaxanthin, mampu melindungi Anda terhadap penyakit penglihatan terkait usia, misalnya rabun senja dan degenerasi makula.
  • Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
    Salah satu manfaat bayam adalah menurunkan risiko menderita penyakit kardiovaskular. Hal ini karena bayam kaya akan serat dan mineral yang dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah pembentukan plak di pembuluh darah.
  • Mengurangi risiko terkena kanker
    Kandungan lutein, karotenoid, dan zeaxanthin yang tinggi pada bayam, mampu menghilangkan radikal bebas dari tubuh Anda. Sering mengonsumsi bayam, juga meminimalkan risiko munculya berbagai jenis kanker.
  • Menjaga kesehatan kulit
    Bayam kaya akan kandungan antioksidan, sehingga sangat baik untuk perlindungan kulit.

Namun perlu diingat, bahwa mengonsumsi bayam saja tidak dapat menangkal semua penyakit di atas. Menjaga kesehatan tubuh tidak hanya dengan memerhatikan pola makan atau mengonsumsi satu jenis makanan saja, akan tetapi juga dengan rutin berolahraga, cukup tidur, serta mengurangi stres.

Tips Mencuci dan Mengolah Bayam

Agar mendapatkan manfaat bayam yang maksimal, pastikan Anda memroses sayuran ini dengan benar. Berikut tipsnya:

  • Belilah bayam yang segar untuk mendapatkan vitamin dan nutrisi yang optimal.
  • Sebelum memasak, cuci bersih bayam dengan benar. Pencucian ini bisa menghilangkan kotoran dan kuman yang menempel pada daun dan batangnya. Cara mencuci bayam yang benar adalah dengan direndam di wadah berisi air, lalu usap seluruh permukaannya. Setelahnya, keringkan dengan handuk bersih atau tisu. Bayam pun siap diproses.
  • Jika Anda tidak ingin langsung memrosesnya, Anda bisa menyimpan bayam di wadah bersih dan kedap udara, lalu dinginkan di dalam kulkas agar kesegarannya terjaga.
  • Bayam yang belum sempat dicuci bisa bertahan hingga empat hari, jika dimasukkan ke plastik lalu disimpan di dalam kulkas.

Selain memerhatikan cara mencuci dan menyimpan bayam, pastikan juga peralatan dapur Anda terbebas dari kuman dan bakteri. Jangan lupa untuk selalu mencuci peralatan dapur serta spons pencuci piring dengan menggunakan sabun dan air, agar tidak terkontaminasi oleh bakteri dan kuman.

Bayam bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan yang mudah dibuat, seperti sayur bening, dan juga tumisan.

Catatan untuk Anda, segera habiskan sayur bayam yang Anda buat. Hindari memanaskannya kembali, karena proses tersebut bisa mengurangi kandungan gizi dari bayam.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi