Selama ini kebanyakan masyarakat hanya mengenal manfaat vitamin A untuk kesehatan mata. Namun sebenarnya selain membantu indera penglihatan, vitamin A juga memiliki deretan manfaat lain yang tak kalah penting bagi tubuh.

Vitamin A terdiri dari dua jenis, yaitu retinoid yang berasal dari produk hewani dan beta karoten yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Selain bermanfaat untuk mata, ternyata substansi ini juga bisa menjaga kekebalan sekaligus pertumbuhan tubuh.

Melihat Lebih Jauh tentang Manfaat Vitamin A - Alodokter

Beragam Manfaat Vitamin A

Vitamin A memiliki beragam manfaat yang diperlukan oleh tubuh manusia, antara lain:

  • Mencegah dan mengobati gejala kekurangan vitamin A.
  • Kemungkinan memperlambat perjalanan penyakit mata yang memengaruhi retina.
  • Apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup, vitamin A akan membantu penglihatan lebih optimal ketika cahaya sedang
  • Mendukung sistem imunitas tubuh bekerja lebih optimal dalam menghalau infeksi.
  • Menjaga kulit tetap sehat.
  • Salah satu jenis atau turunan dari vitamin A, retinoid dikenal sebagai kandungan dari obat yang diresepkan dokter untuk mengatasi jerawat dan gangguan kulit lain, seperti Obat itu dapat dapat digunakan dengan dioleskan di area tubuh tertentu atau secara oral atau diminum.
  • Vitamin A juga dapat diberikan secara oral untuk sakit campak dan mata kering bagi mereka yang kekurangan vitamin A.
  • Menekan risiko komplikasi penyakit campak.
  • Ada kemungkinan minum vitamin A dapat mengurangi gejala malaria pada anak berusia di bawah 3 tahun, terutama bagi anak yang hidup di daerah yang terjangkit penyakit tersebut.
  • Vitamin A yang dikonsumsi bersama obat-obatan lain yang telah diresepkan dokter, kemungkinan dapat menurunkan risiko kematian akibat diare pada anak-anak dengan HIV.
  • Penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi vitamin A dapat mengobati lesi prakanker yang terjadi di mulut.
  • Wanita usia premenopause yang berisiko kanker payudara pun dapat menurunkan risikonya dengan mengonsumsi vitamin A.
  • Membantu upaya mengurangi risiko rabun senja dan kematian pada wanita hamil dengan gizi buruk.

Sumber Vitamin A

Sebagian besar kebutuhan vitamin A ini dapat diperoleh dari asupan makanan sehari-hari. Jika tak digunakan seluruhnya, sisa vitamin A yang terserap dapat disimpan tubuh untuk digunakan pada kemudian hari.

Kandungan vitamin A dapat ditemukan pada hati, ikan, yogurt, susu, keju, telur, mentega rendah lemak, susu rendah lemak dan sereal yang sudah difortifikasi atau diberi tambahan vitamin A.

Yang perlu diperhatikan, meskipun hati adalah salah satu sumber makanan yang kaya akan manfaat vitamin A, namun konsumsinya harus dibatasi, yaitu tidak lebih dari satu kali per minggu. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah tubuh kelebihan asupan vitamin A.

wortel juga merupakan salah satu sumber vitamin A yang populer dalam masyarakat. Namun, sebenarnya masih banyak sayur-sayuran lain sumber vitamin A seperti bayam, ubi dan paprika merah. Selain itu, buah-buahan terutama yang berwarna kuning, seperti mangga dan pepaya juga merupakan sumber vitamin A yang baik.

Penuhi Sesuai Kebutuhan

Kecukupan asupan vitamin A dapat diperoleh dari beragam makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Untuk orang dewasa, mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 5 porsi per hari, dapat memenuhi hingga 65% dari total kebutuhan vitamin A.

Laki-laki dewasa membutuhkan sekitar 900 mikrogram per hari, sementara wanita dewasa memerlukan sekitar 700 mikrogram per hari. Kebutuhan akan meningkat ketika seorang wanita hamil dan menyusui. Untuk wanita hamil diatas usia 19 tahun, vitamin A yang direkomendasikan per hari adalah 770 mikrogram dan untuk ibu menyusui sekitar 1.300 mikrogram.

Untuk anak-anak, kebutuhan vitamin A disesuaikan dengan usia. Anak 1-3 tahun, konsumsi yang direkomendasikan sekitar 300 mikrogram per hari, 4-8 tahun sekitar 400 mikrogram per hari dan 9-13 tahun sekitar 600 mikrogram per hari.

Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi

Pemerintah Indonesia memiliki program pemberian vitamin A yaitu berupa kapsul. Vitamin ini diberikan di Puskesmas maupun Posyandu setiap bulan Februari dan Agustus. Vitamin A dosis tinggi ini diberikan kepada:

  • Bayi usia 6-11 bulan, dengan dosis 100.000 SI (kapsul biru), diberikan satu kali, yaitu pada bulan Februari.
  • Bayi berusia 12-59 bulan, dengan dosis 200.000 SI (kapsul merah), diberikan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
  • Ibu yang sedang masa nifas usia 0-42 minggu, dengan dosis 200.000 SI (kapsul merah). Jadwal pemberiannya adalah dua kali, yaitu pada bulan Februari dan Agustus.

Risiko Efek Samping

Vitamin A aman jika dikonsumsi sesuai kebutuhan. Dosis asupan vitamin A yang lebih tinggi diberikan jika seseorang mengalami defisiensi atau kekurangan. Namun, harus selalu berdasarkan rekomendasi dokter.

Beberapa risiko jika mengonsumsi vitamin A secara berlebihan, antara lain:

  • Menyebabkan keracunan dengan gejala pusing, muntah, kulit kering, dan nyeri sendi.
  • Memengaruhi kinerja obat lain, misalnya obat pengencer darah, obat jerawat, pil KB, dan pengobatan kanker.
  • Konsumsi vitamin A secara berlebihan dikaitkan dengan gangguan hati, menurunnya kepadatan tulang serta kelainan pada bayi.

Selain itu, bagi Anda yang memiliki penyakit hati atau ginjal, sebaiknya menghindari konsumsi suplemen vitamin A jika tidak direkomendasikan dokter.

Jangan sembarangan mengonsumsi suplemen tambahan, termasuk vitamin A. Kebutuhan akan manfaat vitamin A umumnya dapat tercukupi melalui pola makan seimbang. Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai perlu atau tidaknya mengonsumsi suplemen tambahan vitamin A.