Perbedaan bisul dan kanker payudara kerap membingungkan karena keduanya sama-sama menimbulkan benjolan di area payudara. Padahal, keduanya memiliki gejala, penyebab, dan risiko yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar Anda dapat mengambil langkah yang tepat dan menghindari penanganan yang keliru.
Munculnya benjolan di payudara memang dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua benjolan menandakan kanker payudara. Benjolan bisa saja disebabkan oleh bisul atau infeksi kulit biasa. Meski begitu, memahami perbedaan bisul dan kanker payudara dapat membantu Anda mengambil keputusan lebih cepat, terutama jika benjolan tidak kunjung hilang atau mengalami perubahan.

Berbagai Perbedaan Bisul dan Kanker Payudara
Berikut ini adalah perbedaan bisul dan kanker payudara yang penting untuk Anda kenali:
1. Berdasarkan bentuk benjolan
Salah satu perbedaan bisul dan kanker payudara yang mudah dikenali adalah bentuk benjolannya. Bisul biasanya muncul sebagai benjolan bulat, lunak, kemerahan, dan memiliki puncak berisi nanah. Sementara itu, kanker payudara cenderung berupa benjolan keras, padat, memiliki permukaan tidak beraturan, dan tidak disertai kemerahan mencolok pada kulit.
2. Berdasarkan lokasi benjolan
Bisul biasanya muncul di bagian kulit terluar, sehingga membuat benjolannya tampak menonjol dan mudah terlihat. Sedangkan, benjolan kanker payudara umumnya berada lebih dalam di jaringan payudara dan sering terasa seolah menempel pada jaringan di sekitarnya, terutama pada area atas luar payudara yang mengarah ke ketiak.
3. Berdasarkan tingkat nyeri
Perbedaan bisul dan kanker payudara juga terdapat pada tingkat nyerinya. Bisul biasanya menimbulkan nyeri yang jelas dan rasa berdenyut akibat peradangan serta penumpukan nanah.
Sementara itu, kanker payudara pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan nyeri, sehingga banyak penderita tidak menyadarinya hingga benjolan membesar atau muncul gejala lain.
4. Berdasarkan perubahan kulit
Kulit di atas bisul biasanya tampak kemerahan, bengkak, dan terasa hangat. Sementara itu, kanker payudara dapat menimbulkan perubahan kulit berupa pengerutan, penebalan, lesung kecil, atau kulit yang tampak tertarik ke dalam tanpa kemerahan seperti pada infeksi.
5. Berdasarkan gejala yang menyertai
Bisul biasanya berkembang dengan cepat. Benjolan akan membentuk puncak berisi nanah, kemudian pecah dalam beberapa hari dan umumnya membaik dalam 1–2 minggu. Kondisi ini kadang disertai gejala infeksi ringan, seperti demam atau tubuh terasa lemas.
Sebaliknya, kanker payudara berkembang perlahan dan pada tahap awal tidak menimbulkan nyeri maupun demam. Benjolannya tidak akan hilang tanpa penanganan medis dan cenderung terus membesar.
Selain itu, kanker payudara juga dapat menyebabkan perubahan bentuk atau ukuran payudara, pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, perubahan pada kulit di area payudara, serta puting tertarik atau masuk ke dalam.
6. Berdasarkan penanganannya
Penanganan bisul umumnya cukup dengan menjaga kebersihan kulit, kompres hangat untuk membantu pengeluaran nanah, serta pemberian antibiotik bila terjadi infeksi bakteri yang lebih berat, dan biasanya dapat pulih tanpa tindakan medis besar.
Sementara itu, kanker payudara memerlukan penanganan khusus seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, atau terapi hormon, tergantung pada stadium dan jenis sel kankernya, sehingga tidak bisa diobati dengan perawatan rumahan dan membutuhkan evaluasi langsung oleh dokter spesialis.
Memahami perbedaan bisul dan kanker payudara dapat membantu Anda lebih waspada saat menemukan benjolan di area payudara. Dengan mengenali ciri-cirinya, Anda bisa mengetahui apakah kondisi tersebut cenderung merupakan infeksi kulit yang bersifat ringan atau justru memerlukan perhatian medis lebih serius.
Jika benjolan tidak kunjung membaik, bertambah besar, atau menimbulkan gejala yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda ke dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Penanganan sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus meminimalkan risiko komplikasi.