Bagi pasangan yang sudah menikah, mendapatkan momongan adalah sesuatu yang sangat dinanti-nanti. Namun, memiliki anak membutuhkan kesiapan, tidak hanya dalam hal materi tapi juga psikologis. Apa saja tanda-tandanya bahwa seseorang sudah siap untuk memiliki anak? Mari kita simak artikel berikut.

Begitu Si Kecil terlahir ke dunia, kamu juga terlahir sebagai orang tua. Menjadi orang tua berarti harus siap dengan segala tanggung jawab dalam merawat dan mendidik anak. Kamu harus mampu mengesampingkan ego karena ada Si Kecil yang bergantung sepenuhnya padamu.

6 Tanda Kamu Sudah Siap Punya Anak - Alodokter

Tanda Kamu Sudah Siap Punya Anak

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang sudah siap secara mental dan emosional untuk menjadi orang tua, yaitu:

1. Senang dengan anak kecil
Ketika melihat bayi atau anak kecil, secara spontan kamu langsung menghampiri dan ingin mengajaknya bermain. Wah, ini mungkin bisa jadi salah satu pertanda kamu sudah ingin dan siap memiliki momongan.

2. Siap waktumu terbagi
Saat menjadi seorang ibu, kamu mungkin sudah tidak bisa bebas melakukan hal-hal yang biasa kamu lakukan, seperti nonton film di bioskop bersama suami, tidur nyenyak di malam hari, atau kumpul bersama teman-teman setelah pulang bekerja. Apakah kamu siap meluangkan waktu tersebut untuk bisa bersama Si Kecil? Jika iya, kamu mungkin sudah siap menjadi orang tua.

3. Fokus pada karier terbagi
Memiliki anak memang tidak selalu mengharuskanmu berhenti berkarier, tapi pastinya bisa berdampak pada kemajuan karier. Kamu sudah tidak bisa lagi lembur hingga tengah malam di kantor, karena ada Si Kecil yang membutuhkanmu di rumah.

Jadi, tanyakanlah pada dirimu sendiri, apakah kamu masih ingin tetap fokus dan memiliki ambisi di dunia karier, atau sudah siap membagi waktu dan konsentrasimu untuk menjalani peran sebagai orang tua. Bila diperlukan, apakah kamu siap meninggalkan posisimu untuk sepenuhnya mendampingi anak? Jika jawabannya iya, maka kamu sudah siap memiliki anak.

4. Perubahan gaya Hidup
Kamu mulai mengubah gaya hidupmu menjadi lebih sehat, seperti berhenti merokok, menjauhi minuman beralkohol, dan memerhatikan asupan nutrisi untuk menyambut kehamilan. Hal ini sudah harus dilakukan semenjak kamu merencanakan kehamilan, dan berlanjut selama masa kehamilan hingga akhirnya bayi lahir.

5. Kondisi rumah tangga harmonis
Rumah tangga yang harmonis bukan berarti rumah tangga yang sempurna. Namun, hubunganmu dan suami harus berada dalam kondisi yang baik sehingga kalian siap untuk bekerja sama dalam membesarkan dan mendidik Si Kecil, serta memberikan kasih sayang kepadanya.

Pastikan tidak ada masalah serius dalam rumah tangga, seperti kendala keuangan, perselingkuhan, kekerasan rumah tangga, atau masalah dalam hubungan seksual dan komunikasi.

6. Siap secara finansial
Siap memiliki anak secara finansial berbicara mengenai kesiapan untuk membiayai anak sejak ia dalam kandungan hingga tumbuh dewasa. Saat hamil, diperlukan biaya untuk menjalani pemeriksaan kandungan dan membeli suplemen kehamilan. Kamu juga perlu mempersiapkan dana untuk biaya persalinan serta membeli berbagai perlengkapan bayi.

Setelah anak lahir, kamu perlu memikirkan biaya kesehatan (imunisasi, kontrol dokter anak, tabungan darurat saat sakit), susu, makanan, popok, hingga pendidikan. Kamu dan pasangan setidaknya harus memiliki tabungan atau pemasukan bulanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil yang tidak sedikit ini.

Memiliki anak merupakan kebahagiaan sekaligus tantangan tersendiri bagi setiap orang tua. Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua yang baik. Oleh karenanya, kamu harus memiliki kesadaran untuk terus belajar.

Kamu dapat mengikuti berbagai seminar parenting, atau kelas perawatan dan pengasuhan anak, untuk memperkaya pengetahuanmu sebagai orang tua. Jika sudah siap, kamu dan pasangan bisa berkonsultasi ke dokter kandungan untuk memulai program hamil.