Sleep paralysis atau lebih dikenal masyarakat dengan istilah ketindihan, kerap dikaitkan dengan kehadiran roh halus atau hal-hal mistis. Padahal, kondisi ini sebenarnya dapat dijelaskan secara medis dan dapat diatasi dengan beberapa cara sederhana atau penanganan langsung oleh dokter.

Sleep paralysis atau ketindihan merupakan fenomena ketika seseorang tidak dapat berbicara dan bergerak saat hendak bangun tidur. Kondisi ini sering kali membuat penderitanya panik dan takut karena dalam kondisi sadar, tubuh seakan-akan lumpuh dan biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.

7 Cara Mengatasi Sleep Paralysis - Alodokter

Sleep paralysis biasanya disertai halusinasi yang bisa terjadi saat tidur (hypnagogic hallucinations) atau ketika bangun tidur (hypnopompic hallucinations). Bentuk halusinasi yang dialami bisa beragam, mulai dari merasakan kehadiran seseorang, merasa tercekik, hingga tubuh terasa melayang.

Kondisi sleep paralysis bisa dialami oleh siapa pun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Penyebab utama sleep paralysis hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi yang diyakini dapat meningkatkan risiko seseorang lebih sering mengalami sleep paralysis, di antaranya:

Cara Mengatasi Sleep Paralysis

Sleep paralysis bisa membuat kualitas tidur seseorang menjadi berkurang. Jika sering mengalami fenomena ini, ada beberapa cara untuk mengatasi dan meringankan sleep paralysis yang bisa Anda coba, antara lain:

1. Pastikan waktu tidur tercukupi

Kualitas tidur yang buruk dapat memicu sleep paralysis. Oleh karena itu, tidur yang cukup sangat disarankan untuk meningkatkan kualitas tidur Anda. Tidurlah 6–8 jam tiap malamnya dan biasakan tidur malam serta bangun pagi di waktu yang sama setiap harinya.

2. Lakukan meditasi

Metode relaksasi otot dan pikiran melalui meditasi dipercaya dapat membantu Anda mengurangi tekanan di dada, otot kaku, dan halusinasi saat Anda mengalami sleep paralysis.

Meditasi juga berguna untuk mengendalikan pikiran negatif yang berpotensi mengganggu kesehatan mental dan memperburuk kualitas tidur Anda.

3. Perbaiki posisi tidur

Orang yang mengalami sleep paralysis sering kali dilaporkan tidur dalam posisi telentang. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko terjadinya sleep paralysis, tidurlah dengan posisi menyamping atau tengkurap dan hindari tidur dalam posisi telentang.

4. Kurangi stres

Stres umumnya dapat menyebabkan gangguan tidur dan meningkatkan risiko seseorang mengalami sleep paralysis. Untuk mengurangi stres, Anda dapat melakukan berbagai cara, mulai dari mencoba relaksasi dengan menyalakan lilin aromaterapi atau mendengarkan musik yang disukai sebelum tidur.

5. Kurangi konsumsi minuman berkafein

Konsumsi kafein dalam jumlah banyak dapat membuat Anda lebih susah tidur dan merasa lebih mudah cemas. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stres dan gangguan cemas dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami sleep paralysis.

Oleh karena itu, cobalah untuk membatasi atau berhenti konsumsi minuman berkafein menjelang tidur dan perbanyak minum air putih.

6. Hindari konsumsi minuman beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol juga bisa berdampak buruk pada kualitas tidur. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi alkohol sebelum tidur memang dapat tidur nyenyak, tetapi mudah terbangun di tengah malam dan sulit untuk tidur kembali.

Dengan menghindari konsumsi alkohol, Anda bisa mendapatkan tidur yang berkualitas dan tentunya meminimalkan risiko terjadinya sleep paralysis.

7. Ciptakan ruang tidur yang nyaman

Ruang tidur yang nyaman akan memengaruhi kualitas tidur Anda. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan ruang tidur nyaman, yaitu:

  • Menggunakan kasur dan bantal yang nyaman
  • Mengatur kamar tidur agar sebisa mungkin minim cahaya dan suara
  • Menjauhkan diri dari peralatan elektronik, seperti televisi dan ponsel, setidaknya 30 menit sebelum tidur

Meski belum diketahui penyebabnya secara pasti, sleep paralysis atau ketindihan dipastikan tidak berhubungan dengan hal-hal mistis atau kehadiran roh halus seperti yang selama ini ditakutkan masyarakat. Oleh karena itu, Anda dapat menerapkan beberapa cara di atas untuk mengatasi atau meringankan serangan sleep paralysis.

Jika cara di atas tetap tidak bisa mengatasi keluhan sleep paralysis yang kerap Anda alami, sebaiknya konsultasikan hal tersebut ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.