Cara mengobati kencing keluar darah perlu disesuaikan dengan penyebabnya dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Kondisi ini bisa menandakan masalah pada ginjal atau saluran kemih yang perlu ditangani segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kencing keluar darah (hematuria) dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Darah pada urine bisa tampak jelas atau hanya terlihat samar-samar. Gejala ini memang dapat menimbulkan kekhawatiran, tetapi penting untuk diketahui bahwa tidak semua kasus hematuria berbahaya.

Cara mengobati kencing keluar darah tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, langkah penanganannya perlu disesuaikan dan tidak bisa dilakukan sembarangan.
Cara Mengobati Kencing Keluar Darah Sesuai Penyebabnya
Langkah pertama untuk mengobati kencing keluar darah adalah mencari tahu dulu apa penyebabnya. Penanganan yang diberikan bisa berbeda-beda, tergantung dari hasil pemeriksaan dokter. Berikut ini beberapa cara mengobati kencing keluar darah sesuai dengan penyebabnya yang paling sering ditemukan:
1. Minum air putih yang cukup
Kencing keluar darah bisa disebabkan oleh olahraga berat, seperti lari maraton atau angkat beban yang ekstrem. Kondisi ini terjadi akibat gesekan atau trauma ringan pada kandung kemih dan saluran kencing. Bila disebabkan oleh olahraga berat, biasanya tidak ditemukan keluhan lain selain warna urine yang kemerahan.
Untuk mengobati kencing keluar darah pada kondisi ini, Anda cukup beristirahat dan meningkatkan asupan cairan. Namun, jika darah tetap muncul atau disertai keluhan lain seperti nyeri, demam, atau urine keruh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada penyakit lain yang lebih serius.
2. Minum antibiotik
Infeksi saluran kemih sering menjadi penyebab utama kencing keluar darah, terutama pada wanita, lansia, dan anak-anak. Keluhan lain yang biasa menyertai, antara lain nyeri atau rasa panas saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, atau urine keruh dan berbau.
Pengobatan utamanya adalah dengan antibiotik sesuai resep dari dokter. Antibiotik ini bertujuan membunuh bakteri penyebab infeksi. Selain minum antibiotik, Anda dianjurkan memperbanyak minum air putih untuk membantu mengeluarkan kuman dari saluran kemih, serta cukup istirahat agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat.
3. Minum obat penghancur batu ginjal
Cara mengobati kencing keluar darah yang terjadi akibat batu ginjal adalah dengan minum obat penghancur batu dan obat pereda nyeri sesuai resep dari dokter. Selain itu, dokter biasanya juga akan menyarankan untuk minum air putih yang cukup agar batu keluar bersama dengan urine.
Selain kencing keluar darah, batu ginjal atau batu pada saluran kemih sering kali disertai dengan nyeri hebat di pinggang atau perut bawah, mual, muntah, atau sulit buang air kecil.
Jika batu berukuran besar atau menyebabkan sumbatan atau infeksi, tindakan medis, seperti litotripsi (pemecahan batu dengan gelombang kejut) atau operasi pengangkatan batu bisa menjadi pilihan.
4. Mengevaluasi obat-obatan yang diminum
Beberapa obat, seperti obat pengencer darah, obat antiplatelet, atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dapat menyebabkan urine berdarah sebagai efek samping, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa pengawasan dokter.
Cara mengobati kencing keluar darah pada kondisi ini bukan dengan menghentikan minum obat tersebut, melainkan konsultasikan langsung ke dokter yang meresepkan. Dokter bisa menyesuaikan dosis, mengganti dengan obat lain, atau mengevaluasi kemungkinan penyebab lain yang mendasari terjadinya hematuria.
5. Pemasangan kateter
Bila disebabkan oleh cedera pada saluran kemih yang cukup berat, cara mengobati kencing keluar darah bisa dengan pemasangan kateter untuk mengalirkan urine. Namun, bila cederanya ringan, biasanya cukup dengan pengawasan dari dokter dan mengonsumsi obat pereda nyeri.
Cedera pada saluran kemih umumnya terjadi akibat benturan kuat di area pinggang, panggul, atau perut, misalnya akibat jatuh dari kendaraan, kecelakaan, atau terkena benda tajam. Cedera ini dapat merusak jaringan ginjal atau saluran kencing sehingga menyebabkan darah keluar bersama urine.
6. Menjalani diet rendah garam
Kencing keluar darah bisa terjadi akibat penyakit ginjal kronis. Selain kencing berdarah, keluhan lain bisa berupa bengkak di kaki, lemas, mual, dan tekanan darah tinggi.
Pengobatan kencing keluar darah karena penyakit ginjal kronis perlu dilakukan secara bertahap dan jangka panjang, antara lain dengan menjalani diet rendah garam dan protein, serta mengonsumsi obat penurun tekanan darah atau obat penurun kolesterol sesuai kondisi pasien.
7. Menjalani terapi sesuai saran dokter
Kencing berdarah bisa menjadi salah satu tanda tumor atau kanker pada ginjal, kandung kemih, atau kelenjar prostat. Selain darah di urine, kondisi ini juga menyebabkan sering buang air kecil dan merasa tidak tuntas, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, serta nyeri pinggang.
Penanganan kanker tergantung pada stadium dan jenis tumornya. Terapi yang diberikan bisa berupa operasi pengangkatan tumor, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi beberapa metode sekaligus. Segala bentuk penanganan ini perlu dilakukan oleh dokter spesialis.
Pada intinya, cara mengobati kencing keluar darah tidak dapat dilakukan secara mandiri tanpa pemeriksaan dokter, karena penyebab pastinya harus diketahui terlebih dahulu. Menunda penanganan atau minum obat apapun tanpa anjuran dokter, terutama antibiotik, dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius.
Kencing keluar darah merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap remeh. Jika Anda atau anggota keluarga mengalaminya, terlebih jika disertai nyeri hebat, demam, atau kesulitan buang air kecil, segera periksakan diri ke dokter atau IGD rumah sakit terdekat agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani dengan tepat.
Jika masih ragu atau membutuhkan informasi lebih lanjut, Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter untuk mendapat jawaban cepat dan akurat.