Kanker ginjal adalah kondisi ketika terjadi pertumbuhan sel-sel secara abnormal dan tak terkendali di ginjal. Kanker ginjal merupakan salah satu jenis kanker yang umum terjadi. Meski bisa dialami oleh siapa saja, kanker ginjal paling sering terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas.

Ginjal adalah sepasang organ yang terletak di sisi kanan dan kiri bawah tulang rusuk bagian belakang. Organ ini berfungsi menyaring sisa metabolisme dalam darah dan membuangnya dalam bentuk urine.

kanker ginjal - alodokter

Selain itu, ginjal juga memproduksi enzim renin yang berfungsi mengendalikan tekanan darah dan hormon eritropoietin yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah.

Penyebab Kanker Ginjal

Kanker ginjal terjadi akibat DNA dalam sel-sel ginjal bermutasi, yaitu berubah struktur dan sifat genetiknya. Mutasi ini menyebabkan sel ginjal tumbuh abnormal dan tidak terkendali. Akibatnya, kumpulan sel abnormal tersebut membentuk tumor yang dapat menyebar ke seluruh ginjal atau organ tubuh lainnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya mutasi DNA dalam sel-sel ginjal. Meski demikian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ginjal, yaitu:

  • Merokok
  • Mengalami hipertensi
  • Memiliki berat badan yang berlebihan
  • Memiliki riwayat kanker ginjal dalam keluarga
  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Menjalani perawatan gagal ginjal dalam jangka panjang, seperti cuci darah
  • Bekerja di lingkungan yang mengakibatkan terpapar bahan kimia tertentu, seperti kadmium
  • Menderita penyakit kelainan bawaan, seperti sindrom Von Hippel-Lindau
  • Berjenis kelamin laki-laki

Jenis kanker ginjal

Berdasarkan karakteristiknya, kanker ginjal dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Renal cell carcinoma
    Jenis ini adalah jenis yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Renal cell carcinoma bermula di lapisan tubulus ginjal, yaitu serangkaian tabung yang berfungsi untuk mengangkut cairan tubuh dan darah menuju ginjal.
  • Urothelial carcinoma
    Urothelial carcinoma adalah jenis kanker ginjal yang bermula di pelvis ginjal. Pengobatan untuk kanker ginjal jenis ini biasanya sama seperti kanker kandung kemih karena berasal dari sel yang sama.
  • Sarcoma
    Jenis kanker ginjal ini adalah jenis yang sangat jarang terjadi. Sarcoma bermula pada jaringan ikat yang mengelilingi organ ginjal.
  • Wilm’s tumor
    Wilm’s tumor adalah jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak-anak. Umumnya, jenis ini terdiagnosa sebelum anak berusia 10 tahun.

Gejala Kanker Ginjal

Gejala kanker ginjal umumnya tidak dirasakan penderita saat masih stadium awal. Namun, jika sudah memasuki stadium lanjut, gejala kanker ginjal yang dapat muncul adalah:

  • Benjolan atau bengkak di sekitar punggung bawah dan pinggang
  • Nyeri di sekitar punggung bawah dan pinggang
  • Demam yang tak kunjung mereda
  • Keringat yang banyak pada malam hari
  • Berat badan yang menurun
  • Kehilangan selera makan
  • Pucat, lemas, dan mudah lelah
  • Urin berdarah (hematuria)
  • Kekurangan darah (anemia)

Kapan harus ke dokter

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kanker ginjal umumnya tidak menimbulkan gejala di awal. Oleh karena itu, jika Anda termasuk yang berisiko tinggi menderita kondisi ini, Anda perlu memeriksakan kesehatan ginjal secara rutin ke dokter.

Segera ke dokter jika Anda mengalami gejala kanker ginjal di atas, terutama jika gejala dan keluhan terjadi terus-menerus. Diagnosis dan penanganan yang cepat akan memperkecil kemungkinan terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan nyawa.

Tetap lakukan pemeriksaan rutin ke dokter meski Anda sudah sembuh dari kanker. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah kambuhnya kanker.

Diagnosis Kanker Ginjal

Untuk mendiagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab tentang gejala dan keluhan yang dialami pasien, kapan gejala tersebut muncul, serta riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya benjolan atau pembengkakan di sekitar punggung bawah dan pinggang.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi:

  • Tes darah, untuk memeriksa tanda gangguan fungsi pada ginjal
  • Tes urine, untuk mendeteksi adanya infeksi atau darah dalam urine
  • Tes pencitraan, seperti USG, CT scan, atau MRI, untuk memeriksa ginjal secara lebih detail
  • Biopsi, untuk mendeteksi adanya kanker dengan mengambil sampel jaringan ginjal

Stadium kanker ginjal

Selain untuk mendiagnosis, hasil pemeriksaan juga akan digunakan dokter untuk menentukan stadium kanker ginjal. Berdasarkan tingkat keparahannya, kanker ginjal terbagi menjadi 4 stadium, yaitu:

  • Stadium 1
    Pada stadium ini, kanker berdiameter tidak lebih dari 7 cm dan belum menyebar ke kelenjar sekitarnya.
  • Stadium 2
    Kanker ginjal stadium 2 menandakan kanker sudah berdiameter lebih dari 7 cm, tetapi masih belum menyebar ke kelenjar sekitarnya.
  • Stadium 3
    Pada stadium 3, kanker pada ginjal telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium 4
    Stadium ini adalah stadium yang paling parah pada kanker ginjal. Pada stadium ini, kanker telah menyebar hingga ke organ-organ lainnya.

Pengobatan Kanker Ginjal

Pengobatan kanker ginjal disesuaikan dengan ukuran, letak, dan stadium kanker, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk menangani kanker ginjal, yaitu:

Operasi

Operasi adalah metode yang paling sering digunakan untuk menangani kanker ginjal. Operasi dapat dilakukan jika kanker masih stadium awal dengan tujuan untuk mengangkat tumor. Ada 2 jenis operasi kanker ginjal, yaitu:

  • Nefrektomi parsial, yaitu prosedur operasi yang mengangkat bagian tertentu pada ginjal yang terkena kanker
  • Nefrektomi radikal, yaitu prosedur operasi yang mengangkat seluruh bagian ginjal yang terdapat sel kanker

Prosedur operasi kanker ginjal dapat dilakukan dengan 2 teknik, yaitu dengan operasi terbuka yang membutuhkan sayatan besar pada perut atau punggung atau dengan laparoskopi yang hanya membutuhkan sayatan kecil.

Terapi ablasi

Terapi ablasi dapat dilakukan jika kondisi penderita kanker ginjal tidak memungkinkan untuk menjalani operasi. Terapi ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

  • Krioterapi
    Krioterapi adalah terapi yang bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan cara membekukan sel-sel tersebut.
  • Ablasi radiofrekuensi
    Ablasi radiofrekuensi adalah terapi yang dilakukan untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan cara memanaskan sel-sel tersebut.

Terapi ablasi umumnya tidak menyebabkan komplikasi yang serius, tetapi terapi ini memiliki efek samping berupa perdarahan di sekitar ginjal dan kerusakan pada ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih.

Embolisasi

Embolisasi dapat dilakukan jika kanker sudah memasuki stadium lanjut dan kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani operasi. Prosedur ini bertujuan untuk menghambat atau mengurangi pasokan darah ke sel kanker di ginjal dengan menyuntikkan zat khusus melalui kateter ke dalam pembuluh darah vena ginjal.

Dengan terhambatnya pasokan darah ke kanker, maka sel-sel kanker pada ginjal secara perlahan akan mati.

Radioterapi

Radioterapi adalah metode pengobatan yang menggunakan energi sinar-X berkekuatan tinggi untuk membunuh sel kanker. Salah satu jenis radioterapi yang digunakan adalah radioterapi eksternal, yaitu dengan mengarahkan sinar radiasi ke ginjal dari luar tubuh pasien.

Radioterapi tidak dapat mengobati kanker ginjal sepenuhnya, tetapi bisa mengurangi gejala yang dirasakan pasien dan memperlambat perkembangan kanker.

Metode ini dilakukan jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang atau otak. Meski demikian, radioterapi memiliki beberapa efek samping, seperti kelelahan, diare, atau perubahan warna kulit di area yang terkena radiasi.

Terapi target

Terapi target adalah pemberian obat-obatan khusus untuk mengatasi kanker ginjal. Terapi ini umumnya digunakan untuk menangani kanker ginjal stadium lanjut yang tidak sembuh dengan terapi lain. Obat-obatan yang dapat diberikan pada terapi ini adalah:

  • Sunitinib
    Obat ini bekerja dengan cara menghambat protein kinase, yaitu enzim yang membantu pertumbuhan sel kanker, sehingga perkembangan kanker dapat dihentikan. Sunitinib tersedia dalam bentuk kapsul.
  • Pazopanib
    Obat ini bekerja dengan cara menghambat tirosin kinase, enzim yang menstimulasi sel kanker, sehingga pertumbuhan sel-sel kanker dapat dihentikan. Pazopanib tersedia dalam bentuk tablet.
  • Sorafenib
    Obat ini berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan mencegah pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan sel kanker untuk tumbuh.
  • Everolimus dan Temsirolimus
    Kedua obat ini bekerja dengan cara menghambat atau mengganggu fungsi protein MTOR yang terdapat di dalam sel-sel kanker, sehingga jumlah sel kanker tidak bertambah banyak.

Komplikasi Kanker Ginjal

Kanker ginjal dapat menyebabkan komplikasi jika tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi tersebut adalah:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Tingginya kadar kalsium dalam darah
  • Peningkatan eritrosit
  • Gangguan pada hati atau limpa
  • Sel kanker yang menyebar

Pencegahan Kanker Ginjal

Mengingat penyebab kanker ginjal belum diketahui secara pasti, maka belum ada cara untuk mencegah penyakit ini. Upaya terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat agar risiko kanker ginjal berkurang.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Berhenti merokok
  • Menjaga tekanan darah
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Berolahraga secara rutin
  • Menggunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja yang rentan terhadap paparan bahan kimia berbahaya