Ada banyak mitos tentang keguguran yang beredar di masyarakat dan sering kali dipercayai. Padahal, belum tentu semua mitos keguguran tersebut didukung oleh fakta ilmiah. Yuk, cari tahu fakta di balik mitos keguguran pada artikel ini.

Mitos tentang keguguran mungkin membuat sebagian ibu hamil merasa khawatir  atau bahkan takut untuk mencoba hamil lagi. Nah, dengan mengetahui sebanyak mungkin fakta tentang keguguran, diharapkan para ibu bisa lebih tenang dalam menghadapi kehamilan.

7 Mitos tentang Keguguran Ini Perlu Bumil Ketahui Faktanya - Alodokter

Berbagai Mitos tentang Keguguran

Mitos keguguran membuat para ibu hamil atau ibu yang sedang mempersiapkan kehamilan jadi banyak takut. Ini tentunya tidak baik untuk kesehatan mental mereka. Selain itu, tekanan batin juga bisa berpengaruh pada kesehatan janin.

Contohnya, terdapat mitos bahwa menyebarkan berita kehamilan di trimester pertama akan menyebabkan keguguran. Hal ini dapat membuat ibu yang sedang hamil muda jadi dipenuhi kecemasan, terutama jika ada yang menanyakan. Padahal, justru di masa inilah ibu hamil perlu mendapat dukungan penuh.

Berikut ini adalah beberapa mitos lain tentang keguguran beserta faktanya:

1. Keguguran tidak dapat dicegah

Memang ada beberapa penyebab keguguran yang berada di luar kendali ibu hamil. Akan tetapi, sebenarnya ada banyak hal yang bisa Bumil lakukan untuk mengurangi risiko keguguran, misalnya dengan berhenti merokok. Faktanya, risiko keguguran pada wanita yang merokok saat hamil akan lebih tinggi.

2. Kalau pernah keguguran, pasti akan keguguran lagi

Bagi ibu yang pernah keguguran 1 kali, kemungkinan untuk keguguran lagi tidak jadi lebih besar dari sebelumnya. Namun, risiko keguguran memang akan sedikit meningkat setelah 2 kali keguguran.

Tenang saja, Bumil tidak perlu panik berlebihan. Dengan pendampingan dokter yang tepat, Bumil tetap punya peluang memiliki bayi, bahkan setelah 4 kali keguguran.

3. Keguguran disebabkan oleh stres

Meski banyak penelitian yang menunjukkan bahwa stres memiliki kaitan dengan keguguran, masih belum diketahui dengan jelas bahwa stres adalah penyebab utama keguguran. Faktanya, penyebab keguguran yang paling banyak adalah kelainan jumlah kromosom atau janin tidak berkembang secara normal.

4. Perdarahan dan bercak darah saat hamil menandakan keguguran

Ketika mengalami perdarahan atau bercak darah saat hamil, jangan langsung panik dan menganggap bahwa hal itu adalah tanda keguguran. Faktanya, mengalami perdarahan saat hamil adalah hal yang normal, terutama di masa kehamilan trimester pertama.

Kondisi ini bahkan dialami oleh sekitar 40% wanita hamil dan bukan menandakan kehamilan tidak sehat. Selain itu, perlu Bumil ketahui bahwa tidak semua keguguran mengalami perdarahan. Tanda dan keluhan keguguran bisa bervariasi pada tiap jenis keguguran.

5. Sakit selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran

Penyakit biasa, seperti flu hingga sakit perut, umumnya tidak akan membahayakan bayi. Meski ada infeksi tertentu yang dapat meningkatkan risiko keguguran, misalnya Rubella, secara umum risiko keguguran akibat infeksi bakteri atau virus relatif rendah.

6. Keguguran adalah hal yang jarang terjadi

Ini merupakan mitos yang bisa membuat ibu hamil kurang berhati-hati. Faktanya, Bumil tetap perlu menjaga kondisi kehamilan dengan baik. Pasalnya, keguguran termasuk dalam komplikasi kehamilan yang bisa dialami oleh sekitar 10–25% ibu hamil.

7. Keguguran pasti disebabkan oleh kesalahan ibu

Faktanya, keguguran hampir tidak pernah terjadi karena sesuatu yang ibu lakukan atau tidak lakukan. Keguguran umumnya terjadi karena kelainan genetik, yaitu sesuatu yang sama sekali berada di luar kendali ibu.

Hal ini penting untuk ditekankan, sebab ibu yang mengalami keguguran sering merasa bersalah dan bertanya-tanya tentang apa yang telah mereka lakukan hingga menyebabkan keguguran. Ibu yang mengalami keguguran perlu mendapat semangat dan dukungan, bukan justru disalahkan.

Dengan mengetahui fakta tentang keguguran, diharapkan Bumil tidak lagi mudah percaya dengan mitos yang banyak beredar dan keguguran menjadi hal yang lebih dipahami.

Selain itu, sebelum mempercayai suatu informasi atau mitos tentang keguguran, cek dulu kebenarannya dari sisi medis. Jika perlu, tanyakan hal tersebut ke dokter kandungan untuk memastikannya.