Pantangan setelah operasi usus buntu perlu diperhatikan agar proses pemulihan berjalan lancar dan risiko komplikasi dapat dihindari. Meski demikian, pantangan ini sebenarnya tidak selalu bersifat permanen, karena hanya dilakukan sementara hingga kondisi dinyatakan pulih.
Setelah menjalani operasi usus buntu, tubuh memerlukan waktu untuk pulih dengan optimal. Pada proses tersebut, ada beberapa pantangan setelah operasi usus buntu yang sebaiknya Anda hindari agar luka operasi tidak mudah infeksi atau terbuka kembali.

Banyak orang mengira pantangan hanya berkaitan dengan makanan, padahal ada juga aktivitas fisik dan kebiasaan harian yang perlu diperhatikan. Memahami dan mengikuti pantangan ini sangat penting supaya proses pemulihan berjalan cepat dan aman.
Berbagai Pantangan Setelah Operasi Usus Buntu
Berikut ini adalah beberapa pantangan setelah operasi usus buntu yang sebaiknya Anda hindari untuk mempercepat penyembuhan:
1. Mengonsumsi makanan tinggi lemak
Makanan tinggi lemak, seperti gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak, sebaiknya dihindari setelah operasi usus buntu. Jenis makanan ini dapat memperberat kerja sistem pencernaan yang masih dalam masa pemulihan dan berisiko membuat perut terasa tidak nyaman, kembung, atau bahkan nyeri.
Kandungan lemak yang tinggi juga dapat memperlambat proses penyembuhan luka operasi karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan berat. Dengan menjauhi pantangan setelah operasi buntu ini, proses pemulihan akan berjalan lebih lancar dan risiko komplikasi bisa dicegah.
2. Mengonsumsi makanan pedas dan asam
Makanan pedas dan asam, seperti cabai, saus pedas, asinan, makanan tinggi cuka, atau jeruk, juga termasuk pantangan setelah operasi usus buntu. Kandungan zat yang bersifat iritatif dalam makanan pedas dan asam dapat membuat saluran pencernaan menjadi sensitif, memperparah nyeri perut, atau bahkan memicu diare.
Menghindari makanan pedas dan asam membantu menjaga kenyamanan perut dan mempercepat pemulihan jaringan di sekitar bekas operasi. Jika Anda ingin menambahkan rasa pada makanan, pilih bumbu yang ringan dan aman untuk lambung selama masa penyembuhan.
3. Mengonsumsi makanan berserat tinggi
Setelah operasi usus buntu, konsumsi serat yang berlebihan, seperti sayuran mentah, buah bertekstur keras, atau kacang-kacangan, sebaiknya dibatasi sementara waktu. Serat tinggi memang baik untuk pencernaan, tetapi pada masa awal pemulihan, pencernaan bisa jadi belum siap mencerna serat dalam jumlah banyak.
Jika dikonsumsi berlebihan, makanan berserat tinggi dapat memicu perut kembung, rasa penuh, atau bahkan sembelit yang dapat membuat proses pemulihan terasa kurang nyaman. Pilih makanan bertekstur lunak dan rendah serat di awal pemulihan, lalu tingkatkan asupan serat perlahan sesuai anjuran dokter.
4. Mengonsumsi minuman bersoda dan berkafein
Pantangan setelah operasi usus buntu yang perlu dihindari lainnya adalah konsumsi minuman bersoda dan kafein. Minuman ini dapat memicu terbentuknya gas di perut sehingga menimbulkan rasa kembung, tidak nyaman, dan memperlambat proses pemulihan pencernaan.
Selain itu, kandungan kafein juga dapat mengganggu kualitas tidur dan mempercepat dehidrasi, yang justru menghambat proses penyembuhan luka.
5. Mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebihan
Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis, seperti permen, kue, maupun minuman kemasan, sebaiknya dibatasi setelah operasi usus buntu. Asupan gula yang berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat proses penyembuhan luka menjadi lebih lama.
Selain itu, gula berlebih juga meningkatkan risiko infeksi pada luka operasi karena dapat mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh. Sebaiknya, pilih makanan dan minuman yang alami serta rendah gula untuk mendukung pemulihan yang lebih optimal.
6. Mengangkat beban berat
Setelah operasi usus buntu, Anda tidak dianjurkan untuk mengangkat beban berat, misalnya mengangkat galon air. Aktivitas ini dapat memberikan tekanan berlebih pada area perut yang baru saja dioperasi, sehingga jahitan atau luka operasi berisiko terbuka atau menjadi iritasi.
Tekanan yang muncul dari aktivitas ini juga dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan kemungkinan timbulnya komplikasi, seperti hernia di area bekas sayatan.
7. Olahraga secara berlebihan
Kegiatan olahraga dengan intensitas tinggi, seperti jogging, renang, lompat tali, atau latihan kekuatan otot, sebaiknya dihindari terlebih dahulu sampai dokter menyatakan kondisi Anda benar-benar pulih. Aktivitas ini berisiko meningkatkan tekanan di area perut serta menyebabkan stres pada bekas luka operasi.
Melakukan olahraga berat sebelum waktunya juga bisa mengakibatkan jahitan terbuka atau menimbulkan komplikasi lain, seperti perdarahan di dalam perut. Selalu konsultasikan pada dokter sebelum memulai kembali program olahraga dan prioritaskan aktivitas fisik yang ringan selama masa pemulihan.
Menjalani pantangan setelah operasi usus buntu memang terasa membatasi, tetapi hal ini sangat penting agar luka cepat sembuh dan terhindar dari komplikasi. Selama masa pemulihan, Anda dianjurkan untuk cukup istirahat, menjaga kebersihan luka, serta mengonsumsi makanan yang lunak dan mudah dicerna.
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami demam tinggi, nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, atau luka operasi tampak bernanah. Gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya komplikasi serius.
Selalu patuhi anjuran dokter mengenai pantangan setelah operasi, baik terkait makanan, aktivitas, maupun pola hidup. Jika masih ragu atau ingin mendapatkan informasi lebih jelas, Anda bisa menggunakan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk memperoleh panduan perawatan sesuai kondisi Anda.