Ciri liver bermasalah sering kali tidak diketahui atau bahkan tidak langsung terasa. Padahal, mengenali ciri-cirinya sejak dini sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi serius, seperti gagal hati atau sirosis.

Liver merupakan organ terbesar kedua setelah kulit yang bekerja tanpa henti setiap harinya. Organ ini menyaring darah dari racun, memproduksi empedu untuk mencerna lemak, menyimpan energi, serta membantu mengatur kadar gula darah. Karena peranannya yang sangat vital, ciri liver bermasalah penting untuk diketahui.

8 Ciri Liver Bermasalah yang Perlu Diketahui - Alodokter

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan liver bermasalah bisa beragam, seperti infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan tinggi lemak, hingga penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama.

Beragam Ciri Liver Bermasalah

Banyak orang tidak menyadari adanya gangguan pada liver karena gejalanya cenderung menyerupai penyakit lain atau bahkan tidak terasa sama sekali di awal. Padahal, ada beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk liver Anda sedang bermasalah, seperti:

1. Perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning (Jaundice)

Perubahan warna kulit atau bagian putih mata menjadi kuning adalah tanda khas penyakit liver. Kondisi ini terjadi karena zat sisa bernama bilirubin menumpuk di dalam tubuh, padahal seharusnya bisa diproses oleh liver. Warna kuning ini sering muncul di wajah dan bagian mata, sehingga mudah diamati. 

2. Mudah lelah dan merasa lemas

Jika Anda merasa cepat lelah walau hanya melakukan aktivitas ringan, ini bisa menjadi ciri liver bermasalah. Pasalnya, liver yang tidak berfungsi dengan baik akan membuat tubuh kesulitan menghasilkan energi.

Kelelahan ini kadang terasa terus-menerus, bahkan setelah cukup istirahat. Kondisi ini bisa membuat Anda merasa kurang bersemangat dan kesulitan menjalani aktivitas harian.

3. Hilang nafsu makan 

Liver bermasalah bisa menyebabkan nafsu makan menurun, sehingga Anda merasa tidak berselera untuk makan. Akibatnya, berat badan dapat turun secara tiba-tiba dan tanpa disadari. Penurunan berat badan yang berlangsung cepat sering kali membuat tubuh terasa lemah dan kurang tenaga. 

Kehilangan nafsu makan bisa disebabkan oleh perubahan metabolisme, sakit perut, serta penumpukan cairan di perut yang membuat perut terasa kembung.

4. Pembengkakan pada perut dan tungkai

Pembengkakan di area perut atau tungkai juga bisa menjadi ciri liver bermasalah. Hal ini terjadi karena cairan menumpuk di dalam rongga perut atau di kaki akibat tekanan darah yang berubah pada pembuluh di liver.

Pembengkakan pada perut biasanya disertai gejala lain, seperti perut bisa terasa penuh, kencang, atau buncit.

5. Urine berwarna gelap dan feses pucat

Ciri liver bermasalah dapat terlihat dari warna urine yang lebih gelap seperti teh atau feses yang lebih pucat. Hal ini bisa terjadi karena liver tidak bisa membuang sisa bilirubin dengan baik ke saluran pembuangan tubuh.

Perubahan warna ini sering tidak disadari, tetapi penting untuk memerhatikannya jika Anda ingin melihat ciri liver bermasalah.

6. Mual dan muntah

Sering merasa mual, muntah, atau perut terasa tidak nyaman juga bisa menjadi ciri liver bermasalah. Biasanya, rasa tidak nyaman ini muncul di bagian kanan atas perut, tempat liver berada.

Keluhan mual dan muntah ini biasanya dapat membuat Anda sulit makan atau minum dan merasa perut selalu kembung. 

7. Kulit mudah memar dan gatal

Bila kulit mudah memar meski hanya terbentur ringan, atau sering terasa gatal tanpa sebab, bisa jadi ini pertanda liver Anda mengalami gangguan. Liver yang rusak membuat darah lebih sulit membeku dan racun menumpuk di bawah kulit.

Selain itu, kulit akan terasa gatal. Kondisi ini bisa terasa sangat mengganggu, bahkan sampai mengganggu waktu tidur. 

8. Pembuluh darah tampak melebar di permukaan kulit 

Pada beberapa orang, akan tampak pembuluh darah kecil yang menyerupai jaring laba-laba di kulit, terutama di dada atau wajah. Pembuluh darah ini muncul akibat tekanan darah yang tidak normal karena gangguan liver.

Itulah beberapa ciri liver bermasalah yang penting untuk diketahui. Untuk menanganinya, pemeriksaan fisik dan tes laboratorium akan membantu menentukan jenis serta tingkat keparahan gangguan liver.

Setelah diagnosis dilakukan, dokter akan menentukan pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Penanganannya bisa meliputi pemberian obat, perubahan pola makan, hingga anjuran untuk beristirahat lebih banyak agar liver dapat pulih.

Pada kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan perawatan di rumah sakit atau tindakan medis lanjutan. Pemantauan rutin sangat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi dan memastikan perbaikan fungsi liver secara bertahap.

Selain melakukan penanganan, tidak kalah penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan liver. Untuk melakukannya, Anda bisa menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menghindari konsumsi alkohol, serta tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa anjuran dokter. 

Jika Anda mengalami satu atau beberapa ciri liver bermasalah di atas, terutama jika disertai perubahan warna kulit menjadi kuning, pembengkakan perut, atau penurunan berat badan drastis, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.