Manfaat olahraga saat puasa sering kali diabaikan karena dianggap hanya membuat tubuh tidak bertenaga. Padahal, kebiasaan ini justru dapat membantu Anda tetap sehat, bugar, dan penuh energi sepanjang bulan Ramadan lho. Namun, pastikan waktu dan jenis latihan yang dipilih tepat, supaya manfaatnya maksimal.
Saat menjalani puasa, tubuh memang harus menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan, waktu tidur, hingga asupan cairan yang berkurang. Tidak heran, banyak orang ragu untuk berolahraga karena takut lemas atau dehidrasi.

Padahal, jika dilakukan dengan cara yang benar, manfaat olahraga saat puasa justru mendukung proses metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh. Kuncinya adalah memilih waktu, jenis, dan durasi olahraga yang tepat sesuai kondisi tubuh Anda.
Di Indonesia, waktu olahraga yang sering dipilih adalah menjelang berbuka atau setelah Tarawih. Pilihan ini dianjurkan agar tubuh tetap terhidrasi dan manfaat olahraga saat puasa bisa diperoleh tanpa risiko dehidrasi.
Manfaat Olahraga Saat Puasa untuk Tubuh
Manfaat olahraga saat puasa tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Inilah beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh dari olahraga saat puasa:
1. Mengontrol berat badan
Jika ingin menjaga berat badan tetap stabil saat puasa, manfaat olahraga saat puasa benar-benar bisa dirasakan. Ketika puasa, metabolisme tubuh cenderung melambat karena asupan makanan dan waktu makan yang terbatas. Dengan tetap berolahraga, tubuh tetap membakar kalori dan mencegah kelebihan lemak yang bisa menyebabkan berat badan naik setelah puasa.
Pilihan aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau yoga sangat bermanfaat karena mampu meningkatkan pengeluaran energi tanpa membuat tubuh terlalu lelah. Selain itu, olahraga juga membantu mengontrol nafsu makan saat berbuka, sehingga Anda lebih mudah memilih makanan sehat dengan porsi yang tepat.
2. Menjaga kesehatan jantung dan metabolisme
Salah satu manfaat olahraga saat puasa yang penting adalah menjaga kesehatan jantung. Olahraga ringan dan teratur, seperti jalan kaki atau stretching, dapat memperlancar sirkulasi darah dan memastikan jantung tetap bekerja efisien meskipun tubuh sedang berpuasa.
Dengan peredaran darah yang baik, tekanan darah lebih terkontrol dan risiko penyakit jantung pun menurun. Selain itu, olahraga mampu mendukung kelancaran metabolisme tubuh. Proses detoksifikasi melalui keringat menjadi lebih optimal sehingga racun dan sisa metabolisme dapat dikeluarkan walau asupan cairan terbatas.
3. Mengurangi stres dan meningkatkan mood
Perubahan pola makan dan tidur selama bulan Ramadan dapat memengaruhi suasana hati. Nah, saat berolahraga, tubuh memproduksi hormon endorfin yang bisa meningkatkan rasa bahagia dan menurunkan stres.
Aktivitas fisik, seperti stretching, yoga, atau berjalan santai di udara segar, efektif membantu menstabilkan emosi, mengurangi rasa mudah marah, dan menjaga semangat ibadah. Dengan mood yang baik, puasa menjadi lebih menyenangkan dan produktivitas harian tetap terjaga.
4. Meningkatkan energi dan konsentrasi
Tidak sedikit yang mengira berolahraga saat puasa malah membuat tubuh lemas. Faktanya, olahraga saat puasa yang teratur bisa membuat tubuh lebih segar. Saat beraktivitas fisik, aliran darah ke otak meningkat sehingga pasokan oksigen lebih optimal.
Manfaat olahraga saat puasa yang bisa diperoleh adalah berkurangnya rasa kantuk dan lemas. Anda pun jadi lebih fokus menjalani rutinitas, seperti bekerja atau belajar. Olahraga ringan juga membantu mencegah perasaan lesu dan membuat tubuh beradaptasi lebih baik terhadap perubahan pola makan saat puasa.
5. Menjaga massa otot dan keseimbangan tubuh
Selama puasa, asupan kalori dan protein menurun sehingga massa otot berpotensi ikut berkurang. Dengan tetap melakukan olahraga, seperti latihan kekuatan, yoga, atau pilates, Anda membantu tubuh mempertahankan massa otot dan kekuatan.
Manfaat olahraga saat puasa di sini juga mencakup peningkatan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Latihan peregangan bisa memperbaiki postur tubuh dan mencegah cedera atau kaku otot akibat kurang bergerak selama puasa.
6. Menjaga kesehatan tulang dan sendi
Dengan tetap bergerak, tulang dan sendi Anda akan tetap aktif sehingga risiko osteoporosis atau kekakuan sendi dapat ditekan. Ini menjadi salah satu manfaat olahraga saat puasa yang sangat penting, khususnya bagi lansia.
Aktif bergerak mendorong proses peremajaan sel pada tulang dan memperkuat jaringan ikat pada sendi. Aktivitas seperti jalan kaki dan latihan low-impact dapat membantu menjaga kepadatan tulang sekaligus mempertahankan kelenturan sendi, sehingga Anda tetap gesit dan tidak mudah kaku.
7. Membuat tidur lebih nyenyak
Rasa lelah yang sehat setelah olahraga membuat tidur lebih nyenyak meski waktu istirahat sedikit berubah selama Ramadan. Manfaat olahraga saat puasa ini sangat membantu Anda yang kerap mengalami gangguan tidur akibat perubahan jadwal sahur dan tarawih.
Olahraga membantu menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol, sehingga tubuh lebih mudah rileks dan tidur menjadi lebih berkualitas. Tidur yang cukup sangat penting untuk proses pemulihan tubuh dan penyeimbangan metabolisme selama berpuasa.
8. Meningkatkan daya tahan tubuh
Aktivitas fisik secara rutin membantu memperkuat sistem imun. Manfaat olahraga saat puasa terbukti mampu meningkatkan produksi sel-sel imun yang bertugas melawan infeksi. Dengan begitu, tubuh Anda jadi lebih kuat menghadapi virus atau bakteri yang bisa menyebabkan sakit, meskipun belum makan atau minum selama beberapa jam.
Olahraga juga membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan dan memperbaiki respons imun terhadap stres akibat perubahan pola hidup selama Ramadan.
Tips Aman Agar Manfaat Olahraga Saat Puasa Maksimal
Agar manfaat olahraga saat puasa bisa Anda dapatkan dengan aman, praktikkan tips berikut:
- Pilih waktu olahraga yang tepat, seperti menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa.
- Pilih olahraga intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, bersepeda, atau yoga.
- Batasi durasi olahraga, yaitu 20–30 menit per sesi.
- Penuhi asupan cairan dan nutrisi saat sahur dan berbuka.
- Pastikan istirahat yang cukup dan jangan memaksakan diri jika merasa lelah.
- Jangan berolahraga saat cuaca panas atau di bawah terik matahari.
- Lakukan pemanasan dan pendinginan setiap sebelum dan sesudah berolahraga.
Jika Anda merasa pusing, sangat lemas, atau detak jantung berdebar berlebihan, segera hentikan aktivitas olahraga dan istirahat. Konsultasikan dengan dokter jika keluhan tidak membaik.
Dengan memahami dan menerapkan cara yang tepat, manfaat olahraga saat puasa bisa menjadi solusi agar tubuh tetap sehat dan pikiran lebih tenang selama Ramadan. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau ragu menentukan jenis olahraga yang aman, silakan Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER sebelum memulai aktivitas fisik.