Kondisi yang Dialami Saat Gegar Otak

Gegar otak merupakan tipe cedera otak paling ringan dibandingkan tipe cedera otak lainnya. Namun, jangan abaikan kondisi ini. Terutama pada kasus gegar otak yang menimpa anak-anak, karena mereka belum dapat mengomunikasikannya dengan baik.

Gegar otak dapat terjadi akibat benturan keras pada kepala, misalnya karena jatuh, kecelakaan lalu lintas, maupun ketika sedang berolahraga. Jika Anda mengalami cedera kepala seperti itu, disarankan untuk memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit.

Kondisi yang Dialami Saat Gegar Otak - Alodokter

Jenis-jenis Gegar Otak

Gegar otak dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahan, yaitu tingkat ringan, sedang, dan berat. Berikut gambaran tentang jenis-jenis gegar otak:

  • Gegar otak ringan
    Gejala berlangsung kurang dari lima belas menit dan penderita tidak mengalami kehilangan kesadaran.
  • Gegar otak sedang
    Gejala dapat bertahan lebih dari lima belas menit dan penderita juga tidak mengalami kehilangan kesadaran.
  • Gegar otak berat
    Ditandai dengan kehilangan kesadaran, bahkan hanya untuk beberapa detik. Selain itu, pada gegar otak yang berat juga mungkin terjadi kehilangan keseimbangan atau kehilangan ingatan (amnesia).

Gejala Gegar Otak

Gejala gegar otak bisa berlangsung lama, bisa juga hanya beberapa detik saja, dan kadang gejala gegar otak tidak langsung muncul setelah cedera. Berikut beberapa gejala umum dari gegar otak:

  • Sakit kepala, mual, dan muntah
  • Merasa kebingungan
  • Penglihatan kabur
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara
  • Kesulitan konsentrasi
  • Telinga berdenging
  • Perubahan perilaku

Selain itu, ada juga gejala gegar otak yang tergolong parah atau termasuk keadaan darurat, antara lain:

  • Nyeri punggung atau tekanan ekstrem di leher, kepala atau punggung.
  • Terasa lemah bahkan mengalami kelumpuhan pada anggota gerak
  • Mati rasa, kesemutan atau kehilangan sensasi di tangan, kaki, atau jari tangan dan
  • Kesulitan menjaga keseimbangan dan berjalan.
  • Gangguan pernapasan.

Pertolongan Pertama pada Gegar Otak

Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan jika Anda melihat ada orang yang gegar otak atau Anda sendiri yang mengalami cedera kepala:

  • Jika kepala terbentur dengan keras, segera hentikan aktivitas dan duduklah dengan tenang. Hindari mengulangi aktivitas yang menyebabkan gegar otak di hari yang sama. Hal ini karena otak membutuhkan waktu untuk pulih. Gegar otak kedua dapat terjadi bila tetap melakukan aktivitas setelah gegar otak pertama. Bila hal itu terjadi, gejala gegar otak dapat menjadi lebih berat dan berlanjut untuk waktu yang lama.
  • Jika gegar otak terjadi pada anak, diperlukan pengawasan orang dewasa untuk melihat apakah ada perubahan perilaku, karena anak mungkin sulit mengungkapkan apa yang dialaminya. Pengawasan dilakukan minimal selama 24 jam setelah cedera.
  • Jangan memberikan obat tanpa resep dokter, terutama yang mengandung aspirin karena dapat memicu perdarahan.
  • Segera periksakan ke klinik atau rumah sakit.

Selain itu, hal penting yang harus Anda perhatikan dari cedera kepala adalah kemungkinan terjadinya cedera pada saraf leher. Pada waktu menolong seseorang yang mengalami cedera kepala, penting untuk tetap menjaga posisi kepala dan leher tetap stabil, untuk mencegah kondisinya semakin parah. Hal ini penting, karena cedera pada saraf leher dan tulang belakang dapat mengakibatkan kelumpuhan. Jika memungkinkan, penderita dapat diberikan cervical atau neck collar sebagai alat penyangga, agar kepala dan leher tetap stabil.

Segera cari bantuan ambulans, atau ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat. Untuk memastikan kondisi otak, mungkin akan diperlukan pemeriksaan penunjang seperti foto Rontgen, CT-scan, atau MRI.

Selalu ingat untuk melindungi kepala, yaitu dengan menggunakan helm ketika berkendara dengan sepeda motor, menggunakan sabuk pengaman ketika berkendara dengan mobil, dan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai ketika bekerja atau berolahraga. Jika Anda terjatuh, lindungi kepala dengan tangan atau ambil posisi melindungi kepala, untuk menghindari kemungkinan gegar otak.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi