Agar darah nifas cepat berhenti, ada cara yang perlu dilakukan. Lamanya darah nifas keluar memang bisa berbeda-beda pada setiap ibu, bisa lebih lambat atau lebih cepat. Nah, demi kenyamanan untuk beraktivitas sehari-hari, banyak ibu yang menginginkan masa ini berlalu lebih cepat.
Darah nifas merupakan darah yang keluar dari jalan lahir setelah proses persalinan, biasanya berlangsung selama 2–6 minggu. Lamanya perdarahan bisa berbeda pada setiap ibu, tergantung pada kondisi rahim, cara melahirkan, hingga aktivitas harian setelah persalinan.

Terkadang, beredarnya mitos atau saran yang kurang tepat mengenai cara agar darah nifas cepat berhenti justru dapat membahayakan kesehatan ibu. Oleh karena itu, perlu diketahui cara-cara yang benar dan aman.
Cara Aman agar Darah Nifas Cepat Berhenti
Cara-cara agar darah nifas cepat berhenti sebaiknya dilakukan dengan aman dan sesuai dengan anjuran dokter. Nah, berikut ini adalah beberapa cara aman yang bisa Bunda lakukan:
1. Istirahat cukup dan hindari aktivitas berat
Beristirahat adalah kunci utama pemulihan setelah melahirkan. Selama masa nifas, tubuh Bunda masih memerlukan waktu untuk memperbaiki jaringan dan mengecilkan rahim kembali ke ukuran semula.
Oleh karena itu, Bunda perlu mengurangi aktivitas yang menguras tenaga, seperti menyapu, mencuci baju, atau naik-turun tangga berkali-kali. Jika diperlukan, mintalah bantuan keluarga untuk mengurus pekerjaan rumah tangga dan merawat bayi, sehingga Bunda bisa benar-benar beristirahat. Hindari mengangkat barang berat atau berdiri terlalu lama agar proses pemulihan lebih cepat.
2. Lebih sering menyusui
Menyusui bayi tidak hanya baik untuk Si Kecil, tetapi juga baik bagi pemulihan kondisi Bunda. Saat Bunda menyusui, tubuh memproduksi hormon oksitosin yang bisa membuat otot rahim berkontraksi, sehingga perdarahan nifas bisa berhenti lebih cepat.
Makanya, makin sering Bunda menyusui, terutama dalam beberapa minggu pertama, kontraksi rahim terjadi lebih sering juga. Apabila Bunda mengalami kesulitan menyusui, misalnya Si Kecil sulit menempel pada puting, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan.
3. Konsumsi makanan bernutrisi
Nutrisi berperan penting untuk mempercepat pemulihan tubuh dan mengoptimalkan pembentukan sel-sel darah baru setelah kehilangan darah saat melahirkan. Agar darah nifas cepat berhenti, Bunda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi, seperti daging sapi, hati ayam, dan kacang-kacangan untuk mencegah anemia.
Konsumsi juga sumber protein seperti telur, ikan, atau tempe, serta buah-buahan yang mengandung vitamin C, misalnya jeruk, jambu biji, dan pepaya, untuk membantu penyerapan zat besi. Jangan lupa minum cukup air putih, sekitar 2 liter per hari, agar tubuh tetap terhidrasi dan proses pemulihan berjalan lancar.
4. Jaga kebersihan area kewanitaan
Membersihkan area kewanitaan secara rutin sangat penting untuk mencegah infeksi yang bisa memperlama masa nifas atau menimbulkan komplikasi. Setelah buang air kecil atau buang air besar, bersihkan area kewanitaan dengan air bersih, usap dari depan ke belakang, dan keringkan menggunakan handuk bersih.
Ganti pembalut sesering mungkin, minimal setiap 4–6 jam, atau lebih sering jika pembalut terasa penuh atau lembap. Pilih pembalut khusus nifas yang menyerap dengan baik dan tidak menyebabkan iritasi. Hindari penggunaan sabun dengan pewangi atau pembersih kewanitaan yang keras.
5. Kontrol ke dokter sesuai jadwal
Periksa ke dokter atau bidan sesuai jadwal yang dianjurkan, biasanya dalam waktu 1–2 minggu setelah melahirkan. Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk memastikan rahim sudah mulai mengecil, tidak ada sisa plasenta atau jaringan lain yang tertinggal di dalam rahim, dan tidak muncul tanda-tanda infeksi.
Apabila selama di rumah Bunda mengalami keluhan, seperti perdarahan masih sangat banyak, keluar gumpalan besar, demam, atau nyeri hebat, segera konsultasikan tanpa menunggu jadwal kontrol berikutnya.
6. Hindari ramuan atau jamu
Banyak ibu yang disarankan mencoba ramuan tradisional atau jamu agar darah nifas cepat berhenti. Namun, belum ada bukti medis yang cukup untuk mendukung penggunaan jamu tertentu dalam mempercepat berhentinya darah nifas.
Beberapa ramuan justru bisa menyebabkan reaksi alergi, gangguan pencernaan, bahkan memperburuk kondisi kesehatan ibu. Apabila ingin mengonsumsi produk herbal atau suplemen, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan agar aman untuk tubuh dan tidak mengganggu proses pemulihan.
Setiap ibu memiliki proses pemulihan nifas yang berbeda, sehingga penting untuk tidak memaksakan diri dalam beraktivitas. Prioritaskan istirahat, konsumsi makanan bergizi, dan jangan ragu untuk meminta bantuan keluarga dalam mengurus bayi dan rumah. Agar darah nifas cepat berhenti, pastikan semua cara dilakukan sesuai anjuran dokter atau bidan.
Meski darah nifas adalah proses alami tubuh untuk memulihkan kondisi Bunda setelah melahirkan, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti:
- Perdarahan sangat banyak atau tidak berkurang setelah 2 minggu
- Gumpalan darah besar dan terus-menerus keluar
- Demam, nyeri hebat, atau bau tidak sedap dari area kewanitaan
- Pusing berat, lemas, jantung berdebar
- Kulit pucat atau sesak napas
Apabila mengalami tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan ke dokter atau bidan. Jangan menunda pemeriksaan karena kondisi ini bisa menandakan infeksi rahim atau komplikasi lain yang berbahaya. Untuk pertanyaan lebih lanjut, Bunda juga bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter.