Selama beberapa hari setelah melahirkan, wanita umumnya akan mengalami  darah keluar dari kemaluannya. Inilah yang disebut sebagai darah nifas atau lokia.

Darah nifas atau lokia mirip seperti menstruasi berat, hanya saja jumlahnya lebih banyak. Keluarnya darah nifas dari vagina adalah cara tubuh untuk membuang lapisan rahim dan darah setelah persalinan.

Darah Nifas: Ini Faktanya - Alodokter

Asal Darah Nifas

Saat janin ada di dalam rahim, plasenta berfungsi memberi makan sang janin. Plasenta melekat pada dinding rahim dan berisi pembuluh darah arteri maupun vena.

Ketika plasenta terlepas dari rahim, ada bagian pembuluh darah di dinding rahim yang tempat melekatnya plasenta yang robek, kemudian mulai membanjiri rahim dengan darah. Setelah plasenta dikeluarkan, rahim akan berkontraksi hingga pembuluh darah yang robek akan tertutup dan mengurangi perdarahan.

Sisa darah yang masih ada di dalam rahim akan terus keluar setidaknya selama 2-6 minggu setelah persalinan. Dalam jangka waktu tersebut, darah nifas atau lokia akan mengalami perubahan dari hari ke hari:

  • Hari pertama, darah berwarna merah terang atau merah kecoklatan karena lokia mengandung cukup banyak darah.
  • Hari 2-6, darah nifas akan lebih berair dan berwarna cokelat tua atau merah muda.
  • Hari 7-10, warna darah sama atau menjadi cokelat muda atau merah muda.
  • Hari 11-14, warna darah sama atau semakin muda, ditambah adanya cairan berwarna putih atau putih kekuningan. Ini karena darah nifas kebanyakan terdiri dari sel darah putih lapisan rahim. Namun, jika Anda sudah mulai aktif, warna darah nifas mungkin akan menjadi lebih kemerahan dari sebelumnya.
  • Minggu 3-4, jika masih keluar, darah nifas akan berwarna lebih pucat atau putih krem.
  • Minggu 6, jumlah darah nifas yang keluar jadi semakin sedikit dan berwarna cokelat, merah muda, atau kuning krem.

Apabila Anda melahirkan melalui operasi Caesar, biasanya jumlah darah nifas yang keluar akan lebih sedikit. Namun, durasi waktunya tetap beberapa minggu dan warna darah akan berubah dari merah, cokelat, kuning, hingga bening.

Apa yang Harus Dilakukan?

Cukup sediakan pembalut seperti saat Anda menstruasi. Ganti pembalut secara teratur dan selalu mencuci tangan sebelum dan setelahnya. Disarankan untuk tidak menggunakan tampon karena dapat menularkan bakteri ke dalam rahim yang masih dalam masa penyembuhan dan menyebabkan infeksi.

Selain itu, bersihkan juga bagian vagina dan perineum (daerah antara anus dan vulva) untuk mencegah infeksi, serta mandi setidaknya sekali sehari.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika timbul gejala yang tidak umum pada darah nifas, disarankan untuk segera hubungi dokter atau datangi instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit:

  • Darah nifas berbau tidak sedap.
  • Anda mengalami demam atau kedinginan.
  • Darah yang keluar dari vagina tetap banyak dan berwarna merah terang setelah seminggu melahirkan, atau selama empat hari setelah melahirkan walaupun sudah banyak istirahat.
  • Bagian bawah satu atau kedua sisi perut terasa nyeri saat ditekan.
  • Darah nifas yang keluar tiba-tiba menjadi sangat banyak hingga Anda harus mengganti lebih dari satu pembalut dalam satu jam.
  • Ada banyak gumpalan darah besar yang keluar.
  • Anda merasa pusing dan pingsan.
  • Detak jantung Anda menjadi cepat atau tidak teratur.

Darah nifas yang keluar setelah persalinan adalah hal wajar dialami oleh semua wanita melahirkan. Namun, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter jika ada hal yang ingin ditanyakan terkait darah nifas.