Ambeven adalah obat herbal yang bermanfaat untuk meringankan gejala wasir atau ambeien, seperti benjolan dan gatal di anus, serta nyeri atau perdarahan dari anus setelah buang air besar. Ambeven dijual bebas di apotek atau supermarket dalam bentuk kapsul.

Ambeven mengandung bahan herbal seperti daun ungu, Sophorae japonica, akar ranggitan dan kunyit. Obat ini juga mengandung Sanguisorba officinalis, temu rapet, dan temu giring.

Ambeven - Alodokter

Bahan-bahan herbal di atas memiliki senyawa fitokimia yang diyakini bisa membantu menghentikan perdarahan dan meredakan peradangan sehingga dapat mengurangi nyeri dan bengkak akibat wasir.

Apa Itu Ambeven

Bahan Aktif Graptophyllum pictum folium (daun ungu) 90 mg, Sophorae japonica flos (pohon pagoda) 85 mg, Rubia cordifoliae radix (akar ranggitan) 10 mg, Curcumae domesticae rhizoma (kunyit) 10 mg, Sanguisorba officinale radix 20 mg, Kaempferiae angustifolia rhizoma (temu rapet) 10 mg, Curcuma heyneanae rhizoma (temu giring) 25 mg
Golongan Obat bebas
Kategori Obat herbal/jamu untuk wasir
Manfaat Mengatasi gejala wasir
Digunakan oleh Dewasa usia 25 tahun ke atas
Ambeven untuk ibu hamil dan menyusui Kategori N: Belum dikategorikan.

Daun ungu yang ada di dalam Ambeven tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui. Jangan gunakan Ambeven jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Bentuk obat Kapsul

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Ambeven

Meski dijual bebas di pasaran, Ambeven tidak boleh digunakan sembarangan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi Ambeven:

  • Jangan mengonsumsi Ambeven jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Ambeven jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Diskusikan terlebih dahulu dengan dokter jika Anda mengalami perdarahan dari anus, nyeri atau rasa tidak nyaman pada anus, atau feses berwarna merah gelap maupun hitam, sebelum menggunakan Ambeven.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Ambeven jika Anda pernah atau sedang menderita diabetes, batu empedu, atau glaukoma.
  • Jangan memberikan Ambeven kepada anak-anak.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yangs serius setelah mengonsumsi Ambeven.

Dosis dan Aturan Pakai Ambeven

Dosis umum Ambeven untuk meredakan gejala wasir pada orang dewasa adalah 2 kapsul, 3 kali sehari.  Namun, jika Anda ragu atau memiliki kondisi kesehatan khusus, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan dosis dan lama penggunaan yang tepat.

Cara Mengonsumsi Ambeven dengan Benar

Selalu baca informasi yang tertera pada label kemasan atau ikuti anjuran dokter sebelum mengonsumsi Ambeven. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Ambeven sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Telan kapsul dengan bantuan air putih.

Ada dugaan bahwa mengonsumsi obat herbal selalu aman karena kandungannya alami, tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Produk herbal tidak melewati tahap pengujian seperti obat-obatan dari dokter. Oleh sebab itu, efek samping dan interaksi obatnya juga belum diketahui secara pasti.

Agar aman, sebaiknya tanyakan dahulu manfaat dan risiko obat herbal yang ingin Anda konsumsi kepada dokter. Jangan menghentikan konsumsi obat lain yang diberikan oleh dokter dan menggantinya dengan obat herbal tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Selama menjalani pengobatan wasir, lakukan olahraga rutin, perbanyak minum air putih, dan konsumsilah makanan tinggi serat, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, gandum utuh, dan biji-bijian. Selain itu, hindari makanan pedas, asin, gorengan, serta minuman berkafein, beralkohol, dan produk susu.

Konsultasikan dengan dokter jika gejala wasir Anda tidak membaik atau malah memburuk bahkan setelah menggunakan Ambeven.

Simpan Ambeven di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari suhu panas dan paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Ambeven dengan Obat Lain

Ambeven mengandung daun ungu, kunyit, dan Sophorae japonica. Berikut adalah interaksi antarobat yang dapat terjadi jika obat herbal ini digunakan bersama obat-obatan lain:

  • Daun ungu dan kunyit dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan obat antidiabetes, seperti glimepiride atau gliclazide
  • Kunyit bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan obat antikoagulan atau antiplatelet, seperti warfarin
  • Kunyit dapat meningkatkan efek dan risiko terjadinya efek samping dari sulfasalazine
  • Kunyit dapat menurunkan efek dari tamoxifen, atau obat kemoterapi, seperti cyclophosphamide, doxorubicin atau irinotecan
  • Kunyit dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping dari amlodipine
  • Kunyit dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan paracetamol, amoxicillin-clavulanate, obat antiinflamasi nonstreroid, obat statin, obat golongan antibiotik, atau obat golongan antijamur
  • Saphorae japonica meningkatkan risiko terjadinya efek samping dari kafein, seperti sulit tidur, sakit kepala, dan tremor, jika digunakan bersamaan

Batasi konsumsi minuman berkafein selama menggunakan Ambeven untuk menghindari interaksi kafein dengan kandungan Saphorae japonica (pohon Pagoda).

Efek Samping dan Bahaya Ambeven

Jika dikonsumsi sesuai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan, Ambeven umumnya aman digunakan. Namun, pada beberapa orang, kandungan kunyit dalam Ambeven dapat menimbulkan efek samping berupa sakit perut, mual, pusing, atau diare.

Hentikan penggunaan obat dan periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau makin berat. Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi yang bisa ditandai dengan munculnya ruam yang gatal, mata dan bibir membengkak, atau sulit bernapas, setelah mengonsumsi Ambeven.