Vaksinasi hepatitis B merupakan salah satu program imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi baru lahir dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkannya. Pemberian vaksin hepatitis B penting dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis B.

Hepatitis B adalah infeksi pada organ hati atau liver yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit ini bisa bersifat akut atau berlangsung selama beberapa bulan, tetapi bisa juga berkembang menjadi kronis atau menetap hingga bertahun-tahun.

Manfaat Vaksinasi Hepatitis B Beserta Jadwal Pemberiannya - Alodokter

Jika tidak segera diobati, penyakit hepatitis B bisa menyebabkan komplikasi dan gangguan berat pada organ hati, misalnya kanker hati dan sirosis. Penularan virus hepatitis B dapat dicegah melalui vaksinasi hepatitis B.

Rekomendasi Vaksinasi Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B dianjurkan untuk dilakukan pada bayi baru lahir dan saat usianya mencapai 18 bulan. Selain itu, vaksin hepatitis B juga perlu diberikan kepada orang dewasa, khususnya yang memiliki faktor risiko untuk terkena hepatitis B, seperti:

  • Memiliki pasangan yang menderita hepatitis B
  • Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit hati, penyakit ginjal kronis, diabetes, dan HIV
  • Memiliki risiko kontak dengan darah, urine, atau kotoran penderita hepatitis B, misalnya para pekerja medis, termasuk dokter, perawat, bidan, dan petugas laboratorium
  • Menggunakan jarum suntik bergantian dengan orang lain
  • Menjalani perilaku seks berisiko dan sering berganti pasangan seksual
  • Melakukan hubungan seks sesama jenis

Selain itu, anak-anak dan remaja berusia kurang dari 19 tahun yang belum pernah melakukan vaksinasi hepatitis B juga perlu segera mendapatkan vaksin tersebut.

Untuk mendapatkan vaksin hepatitis B, Anda bisa mengunjungi klinik vaksinasi atau rumah sakit terdekat.

Dosis dan Jadwal Vaksinasi Hepatitis B

Dosis dan jadwal vaksinasi hepatitis B pada anak-anak dan orang dewasa sedikit berbeda. Berikut ini adalah dosis dan jadwal pemberian vaksin hepatitis B sesuai usia:

Anak-anak

Berdasarkan rekomendasi jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin hepatitis B perlu diberikan sebanyak 4 kali pada bayi dan anak-anak. Jadwal vaksinasi hepatitis B pertama dilakukan saat bayi dilahirkan dan ketiga dosis selanjutnya diberikan ketika bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan.

Setelah itu, bayi perlu mendapatkan imunisasi hepatitis B ulang (booster) saat ia berusia 18 bulan. Jika bayi sedang sakit, pemberian vaksin sebaiknya ditunda. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk menentukan jadwal vaksinasi hepatitis B susulan.

Dewasa

Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B saat masih anak-anak, dianjurkan untuk segera melakukan vaksinasi.

Jadwal dan dosis vaksin hepatitis B pada orang dewasa dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu dengan dosis kedua diberikan 1 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga diberikan 5 bulan setelah dosis kedua.

Setelah itu, orang dewasa juga perlu mendapatkan dosis vaksin hepatitis B booster yang biasanya diberikan dengan jeda waktu 5 tahun setelah pemberian dosis ketiga.

Vaksinasi hepatitis B dapat mencegah penularan virus hepatitis B dan umumnya aman diberikan. Namun, sebagian orang dapat mengalami reaksi atau efek samping ringan setelah pemberian vaksin, seperti demam, nyeri di lokasi suntikan, dan sakit kepala.

Pada kasus tertentu, pemberian vaksin hepatitis B juga bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti gatal-gatal, muncul ruam di kulit, hingga sesak napas. Namun, reaksi seperti ini sangat jarang terjadi pada pemberian vaksin hepatitis B.

Vaksinasi hepatitis B merupakan salah satu program vaksinasi wajib yang perlu diberikan kepada anak-anak bersamaan dengan imunisasi lain, seperti BCG, polio, DPT-HB, dan campak. Vaksinasi tersebut bisa dilakukan di klinik vaksinasi, rumah sakit, posyandu, dan puskesmas.

Jika Anda atau anak Anda ingin melakukan vaksinasi hepatitis B, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan jadwal pemberian vaksin.