Bermain video game cenderung lebih mudah menyita perhatian anak, sekalipun mereka mengalami kesulitan fokus pada hal lain. Lalu, bagaimana jika permainan video game dilakukan oleh anak yang mengalami kesulitan fokus atau anak ADHD? Apakah hal itu dapat memperparah ADHD yang sudah dialami sebelumnya?

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan yang lebih umum ditemukan pada anak-anak dan remaja. Anak ADHD dapat dikenali dari tingkah mereka yang hiperaktif, sulit memfokuskan perhatian, dan tidak dapat mengontrol keinginannya untuk selalu bergerak aktif.

Apakah Bermain Video Game Berdampak Negatif pada Anak ADHD? - Alodokter

Kemungkinan Dapat Membantu Anak ADHD untuk Fokus

Kebanyakan anak ADHD lebih tertarik bermain video game daripada anak-anak pada umumnya. Pergerakan cepat pada layar, mampu menarik perhatian anak ADHD dan membuatnya tidak sempat berpikir hal lain. Selain itu bermain video game juga mendatangkan kesenangan dan hasil instan. Pertanyaan yang kemudian sering diajukan orang tua, apakah video game menyebabkan seorang anak mengalami ADHD? Dan apakah video game membawa manfaat atau efek negatif pada anak dengan ADHD?

Penelitian menegaskan, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bermain video game dapat menyebabkan seorang anak mengalami ADHD. Bahkan dalam beberapa kasus, bermain video game justru membantu meredakannya. Hal ini karena anak dengan ADHD mudah bosan dan pikirannya mudah teralihkan, dan sewaktu bermain video game, anak dituntut untuk fokus dan merespons dengan cepat. Selain itu, video game memberi respons yang berbeda-beda terhadap langkah dan keputusan yang diambil saat bermain, juga memberi banyak hal yang mampu menarik perhatian anak ADHD.

Pada dasarnya, bermain video game dapat melatih kemampuan kognitif yang membuat pemainnya perlu fokus mencapai tujuan. Bermain video game kemungkinan juga dapat menambah kepercayaan diri anak ADHD. Meski begitu, para ahli menekankan agar orangtua tetap memberi batasan, dan tidak membiarkan anak bermain video game secara berlebihan.

Tetap Harus Dibatasi

Hal yang lebih perlu menjadi perhatian adalah waktu yang dihabiskan untuk main video game. Sebab, waktu tersebut seharusnya dapat digunakan untuk melakukan hal lain yang bermanfaat, seperti berinteraksi dengan teman dan keluarga. Ini merupakan sisi negatif, terlebih bagi anak ADHD yang cenderung sulit bersosialisasi dan mengendalikan dorongan untuk bergerak.

Anak dengan ADHD lebih berisiko mengalami kecanduan video game, oleh karena itu peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu anak memahami batasan, dan telaten melatih anak untuk mampu mengendalikan diri. Di samping itu, bantu juga anak untuk menyadari bahwa bermain video game tidaklah seperti aktivitas di dunia nyata, di mana segala hal mungkin tidak berjalan semudah dalam permainan.

Penting membatasi agar anak tidak menghabiskan terlalu banyak waktu menatap layar, termasuk menonton dan bermain video game di televisi, komputer, atau telepon selular (ponsel). Tetapkan aturan yang disepakati bersama anak, berapa jam dalam sehari ia boleh bermain, dan apakah ia hanya boleh bermain di akhir pekan. Juga pastikan selalu ada jeda di sela bermain video game.

Berikut durasi waktu yang dapat Bunda tetapkan untuk Si Kecil dengan ADHD bermain video game:

  • Anak usia prasekolah: hanya dengan pendampingan orang tua dengan durasi yang sangat terbatas.
  • Anak SD: 1-1,5 jam per hari, termasuk waktu menonton TV.
  • Anak SMP: 1,5-2 jam per hari, termasuk nonton TV dan mengakses ponsel.
  • Anak SMA: 2-2,5 jam per hari. Durasi ini dapat dinegosiasikan sesuai kebutuhan akademis.

Di samping itu, Bunda sebaiknya menghindari menempatkan komputer yang dapat digunakan anak untuk bermain video game di dalam kamar. Ini akan membuat orangtua semakin sulit mengontrol waktu anak bermain. Apalagi sampai bermain sendiri di dalam kamar sepanjang hari, yang tentunya tidak baik untuk anak, terutama anak dengan ADHD.

Dengan pendampingan yang tepat oleh orangtua, anak dapat bermain video game sambil tetap meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul, khususnya pada anak dengan ADHD. Bila Bunda merasa kesulitan mengatur hal ini, maka jangan ragu untuk melakukan konsultasi psikologi anak, pada layanan kesehatan terdekat.