Anak Bunda menderita ADHD dan terlihat begitu tertarik dan fokus saat bermain video game? Yuk, simak artikel berikut ini agar Bunda tahu manfaat serta aturan yang perlu diterapkan saat Si Kecil bermain video game!

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan yang lebih umum ditemukan pada anak-anak dan remaja. Anak ADHD dapat dikenali dari tingkah mereka yang hiperaktif (banyak berbicara atau bergerak), sulit memfokuskan perhatian, dan terkadang impulsif.

Apakah Bermain Video Game Berdampak Negatif pada Anak ADHD? - Alodokter

Video Game Dapat Membantu Anak ADHD untuk Fokus

Kebanyakan anak ADHD lebih tertarik bermain video game daripada anak-anak pada umumnya. Pasalnya, pergerakan cepat pada layar mampu menarik perhatian mereka, sehingga mereka tidak sempat untuk memikirkan hal lain.

Ada dampak positif dari bermain game bagi anak ADHD. Anak ADHD yang cenderung sulit diam, mudah bosan, dan mudah terdistraksi dapat lebih tenang dan fokus saat bermain game. Perhatian mereka akan terpusat pada layar karena kelap-kelip cahaya, efek suara yang keluar, dan efek visual yang menarik dari video.

Bahkan, di Amerika Serikat sudah ada video game yang dirancang untuk menjadi terapi bagi anak ADHD. Di samping untuk tujuan terapi, video game juga bisa mendatangkan kesenangan bagi anak ADHD sehingga memberi efek positif terhadap kesehatan mentalnya.

Selain itu, permainan dalam video game juga dapat membangun atau meningkatkan:

  • Koordinasi tangan dan mata
  • Kemampuan strategi dan pemecahan masalah
  • Kemampuan perencanaan dan penyusunan prioritas
  • Kemampuan kerja sama
  • Keterampilan visual

Agar manfaat bermain video game dapat dimaksimalkan, pastikan permainan yang dimainkan Si Kecil sesuai dengan usianya. Selain itu, pilihlah permainan yang mendidik.

Risiko Anak ADHD Kecanduan Video Game

Meski dapat membantu meningkatkan fokus, jangan biarkan Si Kecil bermain video game terlalu lama apabila ia menderita ADHD. Pasalnya, anak dengan ADHD berisiko lebih tinggi untuk mengalami kecanduan video game dibandingkan anak lainnya.

Oleh karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membantu anak memahami batasan dalam bermain video game. Jangan sampai anak tenggelam dalam dunia video game dan enggan untuk berinteraksi dengan teman dan anggota keluarga di dunia nyata.

Selain itu perhatikan bila Si Kecil mulai tantrum ketika disuruh berhenti atau kalah dalam permainannya, begadang untuk main video game, kurang berinteraksi dengan keluarga atau temannya, dan mengalami penurunan prestasi. Ini adalah tanda bahwa Bunda harus membatasi penggunaan video game dengan ketat.

Berikut ini adalah durasi bermain video game yang ideal bagi anak berdasarkan usia sekolahnya:

  • Anak usia prasekolah: hanya dengan pendampingan orang tua dengan durasi yang sangat terbatas
  • Anak SD: 1–1,5 jam per hari, termasuk waktu menonton TV
  • Anak SMP: 1,5–2 jam per hari, termasuk nonton TV dan mengakses ponsel
  • Anak SMA: 2–2,5 jam per hari

Durasi ini dapat dinegosiasikan sesuai kebutuhan akademis, khususnya untuk anak SMP dan SMA yang mungkin akan membutuhkan lebih banyak akses internet.

Anak ADHD perlu mendapatkan perlakuan khusus agar perilaku dan keterampilannya bisa terbentuk dengan baik. Video game adalah salah satu cara yang bisa diberikan pada anak dengan ADHD untuk melatih beberapa keterampilannya.

Namun, anak juga perlu melihat dan merasakan dunia luar untuk melatih banyak keterampilan lainnya. Jadi, bimbing Si Kecil agar ia tidak menghabiskan banyak waktu untuk menatap layar, termasuk bermain video game di televisi, komputer, atau telepon selular (ponsel).

Orang tua juga perlu dengan konsisten memberikan penghargaan bila anak mematuhi peraturan dan konsekuensi bila anak melanggar peraturan. Dengan begitu, anak bisa mengerti pentingnya peraturan dan apa makna di balik peraturan tersebut.

Buatlah aturan dan dampingi Si Kecil saat bermain video game untuk meminimalkan dampak negatifnya. Bila Bunda merasa kesulitan mengatur hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikolog anak.