Pertanyaan apakah telur rebus bisa basi mungkin pernah terlintas di benak Anda. Tidak sedikit pula yang mengira bahwa telur rebus lebih awet dibanding telur mentah karena sudah matang. Namun, basi atau tidaknya telur rebus sangat bergantung pada cara penyimpanan.
Telur rebus sering jadi pilihan lauk yang praktis. Selain cepat diolah, kandungan gizinya tinggi dan bisa disiapkan dalam jumlah banyak sekaligus. Meski begitu, tidak sedikit yang masih mempertanyakan, apakah telur rebus bisa basi meski sudah matang? Nah, agar tidak salah langkah, pahami ciri-ciri telur rebus basi serta tips penyimpanan yang tepat.

Ciri-Ciri Telur Rebus Sudah Basi
Apakah telur rebus bisa basi? Jawabannya adalah bisa. Faktanya, proses perebusan justru membuat lapisan pelindung alami di kulit telur ikut hilang. Hal ini membuat telur rebus jadi lebih rentan terpapar bakteri, jamur, dan udara dari luar, apalagi jika penyimpanannya tidak higienis atau dibiarkan di suhu ruang terlalu lama.
Itulah mengapa telur rebus tetap bisa basi meski telah matang. Nah, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri telur rebus yang tidak layak makan atau sudah basi:
1. Berbau busuk
Telur rebus yang sudah basi biasanya mengeluarkan bau tidak sedap yang sangat menyengat, hingga dapat tercium meski cangkangnya masih utuh. Bau busuk ini mirip dengan aroma belerang atau seperti telur mentah yang sudah terlalu lama disimpan.
Jika aroma menyengat langsung tercium begitu telur dikupas atau bahkan sebelum cangkang dipecahkan, sebaiknya segera buang telur tersebut.
2. Tekstur putih telur berubah
Normalnya, putih telur rebus terasa padat dan sedikit kenyal. Namun, apabila sudah basi, putih telur akan mengalami perubahan tekstur, seperti terasa berlendir atau bahkan berair saat disentuh.
Selain itu, permukaan putih telur bisa tampak licin dan berlendir, bukan lagi kering dan kokoh. Perubahan warna putih telur menjadi keabu-abuan atau kehijauan juga menandakan adanya proses pembusukan.
3. Kuning telur menghitam atau mengering
Kuning telur pada telur rebus segar biasanya berwarna kuning cerah dan lembut saat dipotong. Lain halnya pada telur rebus yang sudah basi, warna kuningnya dapat berubah menjadi lebih gelap atau kehitaman. Terkadang, tekstur kuning telur juga jadi keras, kering, bahkan terpisah dari putih telurnya.
Jika ditemukan bercak hitam atau perubahan warna mencolok di kuning telur, ini menandakan telur sudah tidak segar dan rentan memicu gangguan pencernaan bila dikonsumsi.
4. Permukaan telur berjamur
Jamur pada telur rebus biasanya tampak sebagai bercak atau noda berwarna hijau, biru, bahkan hitam, di permukaan cangkang atau bagian putih telur. Munculnya jamur ini bisa dipicu oleh penyimpanan yang tidak tepat, seperti di wadah lembap atau tidak rapat, sehingga bakteri dan spora jamur tumbuh subur.
Jika ada tanda-tanda jamur, baik pada bagian kulit maupun isi telur, segera buang telur tersebut karena sudah tidak aman dikonsumsi.
Amati perubahan di atas setiap kali hendak mengonsumsi telur rebus, apalagi jika telur sudah disimpan beberapa hari di kulkas. Bila Anda menemukan salah satu ciri tersebut, sebaiknya jangan ambil risiko dan segera buang telur rebus tersebut demi kesehatan Anda dan keluarga.
Tips Menyimpan Telur Rebus Agar Tidak Basi
Agar telur rebus tidak mudah basi, Anda harus memahami cara penyimpanan yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan:
- Letakkan telur rebus dalam wadah tertutup dan masukkan ke kulkas. Telur rebus utuh dengan kulit bisa bertahan hingga 1 minggu dalam suhu dingin.
- Jangan membiarkan telur rebus di luar kulkas lebih dari 2 jam, terutama di iklim tropis seperti Indonesia.
- Simpan telur rebus utuh bersama kulitnya dan kupas hanya saat akan dikonsumsi.
- Gunakan wadah penyimpanan yang bersih, kering, dan tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi bakteri atau jamur.
- Simpan telur rebus terpisah dari bahan mentah, seperti daging atau ikan, agar tidak terjadi kontaminasi silang.
Walau sudah disimpan di kulkas, selalu cek kembali warna, aroma, dan tekstur telur sebelum disantap. Jika ada perubahan mencolok, sebaiknya jangan dimakan ya.
Bahaya Mengonsumsi Telur Rebus Basi
Jika Anda tanpa sengaja mengonsumsi telur rebus yang basi, risiko keracunan makanan bisa terjadi. Gejala dari keracunan telur rebus basi, antara lain:
- Mual dan muntah
- Diare
- Sakit perut
- Demam
Jadi, kalau Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan seperti di atas setelah makan telur rebus, sebaiknya segera periksakan ke dokter atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.
Jadi, apakah telur rebus bisa basi? Jawabannya, bisa. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menyimpan dan mengolah telur rebus dengan cara yang benar serta peka terhadap tanda-tanda kerusakan.
Apabila ragu dengan kondisi telur rebus yang sudah lama, sebaiknya dibuang saja dan jangan dikonsumsi. Untuk pertanyaan lain seputar keamanan makanan atau jika Anda mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan tertentu, jangan ragu Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat.