BAB encer tapi bukan diare adalah kondisi yang kerap membuat bingung, karena feses tampak lebih cair, tapi frekuensi buang air tidak meningkat. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pola makan hingga intoleransi laktosa. Memahami penyebabnya bisa membantu Anda mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah kondisi berulang. 

Setiap orang bisa saja mengalami perubahan tekstur feses, mulai dari yang keras, lembek, hingga encer. Namun, tidak semua BAB encer berarti diare ya. Pasalnya, BAB encer tapi bukan diare umumnya tidak disertai peningkatan frekuensi buang air atau rasa mulas yang parah.

Bab Encer tapi Bukan Diare? Kenali Penyebab dan Cara Menanganinya - Alodokter

Kondisi ini sering muncul akibat pola makan tertentu, konsumsi makanan berlemak, stres, atau intoleransi makanan ringan seperti laktosa. Meski tidak selalu berbahaya, penting untuk memperhatikan tanda-tanda lain yang muncul, seperti perubahan warna atau bau feses. 

Nah, agar Anda tidak salah langkah, penting untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan BAB encer tapi bukan diare. 

Berbagai Penyebab BAB Encer Tapi Bukan Diare

Berikut ini adalah kondisi yang bisa menyebabkan BAB encer tapi bukan diare: 

1. Perubahan pola makan

BAB encer tapi bukan diare dapat terjadi saat Anda mengubah pola makan secara mendadak, misalnya menambah asupan serat, makanan berminyak, atau makanan pedas.

Pasalnya, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan jenis dan jumlah makanan baru. Serat berlebih atau makanan berlemak bisa membuat gerakan usus lebih cepat atau feses lebih lunak, sehingga muncul kondisi BAB encer tapi bukan diare.

Namun, tidak perlu khawatir, karena hal ini biasanya hanya bersifat sementara dan akan membaik saat tubuh menyesuaikan diri.

2. Intoleransi makanan 

Jika tubuh Anda tidak bisa mencerna zat tertentu, seperti laktosa atau gluten, maka makanan tersebut bisa membuat BAB encer tapi bukan diare. Hal ini terjadi karena bahan makanan yang tidak tercerna akan menarik banyak air ke dalam usus, sehingga tekstur feses menjadi lebih cair tanpa menambah frekuensi BAB.

3. Efek samping obat atau suplemen 

Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik atau suplemen magnesium, dapat memengaruhi konsistensi feses. Meski tidak menyebabkan diare, efek ini tetap bisa membuat feses lebih lembek. Itulah sebabnya BAB encer tapi bukan diare kadang muncul setelah mengonsumsi obat atau suplemen tertentu.

4. Stres

Stres atau tekanan emosi juga bisa menyebabkan BAB encer tapi bukan diare. Saat stres, hormon tubuh berubah dan memengaruhi gerak usus. Akibatnya, makanan bergerak lebih cepat dalam saluran cerna, sehingga air di feses tidak terserap maksimal. Nah, hal inilah yang membuat tekstur feses menjadi lebih lembek dan encer. 

5. Sindrom iritasi usus besar (IBS)

Sindrom iritasi usus besar (IBS) membuat usus lebih sensitif dan gerakan otot usus tidak stabil. Hal ini bisa mengganggu penyerapan air di usus besar, sehingga feses menjadi lebih lembek. Akibatnya, seseorang bisa mengalami BAB encer tapi bukan diare. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan nyeri atau kram perut, kembung, dan mual muntah. 

6. Konsumsi air putih yang berlebihan 

Konsumsi air putih yang berlebihan juga menjadi penyebab BAB encer tapi tidak diare lho. Pasalnya, jika Anda minum air putih terlalu banyak dalam waktu singkat, tubuh akan kesulitan menyerap semua cairan tersebut, sehingga feses menjadi lebih lembek. 

Oleh karena itu, penting untuk minum air sesuai kebutuhan tubuh ya, agar pencernaan tetap nyaman dan BAB tetap normal. 

7. Masa pemulihan setelah infeksi saluran cerna

Ketika Anda baru sembuh dari infeksi saluran pencernaan, sistem pencernaan biasanya masih akan mengalami gangguan. Pada pemulihan ini, proses penyerapan nutrisi dan cairan di usus belum sepenuhnya normal, sehingga feses bisa menjadi lebih lembek dari biasanya.

Makanya, BAB encer tapi bukan diare kerap terjadi pada masa ini. Meski feses lebih lembek, frekuensi buang air biasanya tetap normal dan tidak disertai rasa mulas parah kok. 

Tidak perlu cemas, karena kondisi ini akan membaik seiring waktu, seiring usus kembali pulih dan keseimbangan bakteri baik di saluran cerna normal.

8. Gastritis 

Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat tertentu, alkohol, atau stres berlebih. 

Ketika lambung mengalami peradangan, fungsinya dalam mencerna makanan menjadi kurang optimal. Akibatnya, makanan yang masuk tidak tercerna sempurna dan kemudian bergerak lebih cepat ke usus, sehingga penyerapan air dan nutrisi menjadi kurang maksimal. 

Kondisi inilah yang dapat membuat feses menjadi lebih lembek, sehingga muncul BAB encer tapi bukan diare meski frekuensi buang air tidak meningkat.

9. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kondisi saat hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi yang membuat metabolisme dan kerja usus jadi lebih cepat. Kondisi ini bisa membuat feses lebih lembek karena usus bergerak lebih cepat dan menyerap air dari makanan secara tidak maksimal. 

Akibatnya, penderita hipertiroidisme sering mengalami BAB encer tapi bukan diare. Karena meski feses lebih cair, frekuensi buang air besar tetap normal dan tidak disertai rasa mulas parah seperti diare pada umumnya.

Begini Cara Menangani BAB Encer tapi Bukan Diare

Penanganan BAB encer tapi bukan diare umumnya cukup sederhana dan bisa dilakukan di rumah, terutama jika tidak disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Perbaiki pola makan dengan mengatur kembali asupan makanan secara perlahan dan memperbanyak konsumsi makanan berserat seimbang, seperti sayur, buah, dan biji-bijian, untuk membantu feses lebih padat dan pencernaan tetap lancar.
  • Hindari makanan atau minuman yang diketahui bisa membuat BAB menjadi encer, seperti makanan tinggi lemak, pedas, atau produk susu jika Anda memiliki intoleransi laktosa.
  • Minumlah air putih secukupnya, yaitu 8 gelas setiap hari, supaya tubuh tetap terhidrasi.
  • Kelola stres dengan tepat, misalnya dengan berolahraga atau meditasi 
  • Catat gejala dan pola BAB yang muncul agar mudah mengenali penyebabnya lebih cepat. 

Perubahan pada tekstur feses memang bisa membuat Anda khawatir. Namun, BAB encer tapi bukan diare bukanlah kondisi berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya kok. Meski demikian, Anda tetap perlu memperhatikan tanda-tanda yang perlu diwaspadai ya, seperti rasa nyeri, darah, atau perubahan warna feses. 

Di samping itu, jika kondisi ini masih berlangsung lebih dari 2 minggu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter, baik secara langsung maupun melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai kebutuhan Anda.