Bunda merasa sudah mengajari Si Kecil berbagai kemampuan sejak dini, mulai dari membaca hingga berhitung. Tetapi mengapa ia tumbuh menjadi anak yang sering bermasalah dan stres? Mungkin hal ini terjadi karena Bunda belum mengajarkan untuk mencintai diri sendiri.

Banyak orang tua yang fokus pada kemampuan akademis anak tetapi lupa mengajari mereka akan pentingnya mencintai diri sendiri. Padahal anak yang mencintai dirinya sendiri akan tumbuh lebih percaya diri, bangga pada apa yang bisa ia kerjakan, mampu belajar dari kesalahannya, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.

Banyak Manfaat, Yuk Ajarkan Si Kecil Mencintai Diri Sendiri - Alodokter

Mulai dari Hal-hal Sederhana

Bunda, mengajar anak mencintai diri sendiri sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal yang setiap hari kita lakukan, seperti:

  • Membantu anak menguasai hal-hal baru

Anak menjadi semakin percaya dan mencintai diri sendiri setelah menguasai hal baru. Misalnya memakai baju sendiri, membaca, atau naik sepeda. Bunda dapat memberinya contoh lebih dulu dan mengajaknya meniru atau mengulang. Kalaupun awalnya belum berhasil, setidaknya ia bangga karena sudah mencoba.

  • Memberikan pujian dengan bijak

Puji anak tidak hanya saat ia mendapat hasil yang baik, tetapi puji juga usahanya dalam proses yang ia lalui. Misalnya, “Bunda bangga kamu sudah berusaha maksimal.” Dengan begitu, anak tidak akan merasa kerja kerasnya sia-sia, dan   akan terbiasa untuk fokus pada kerja keras, bagaimanapun hasilnya nanti.

  • Menggunakan kalimat positif

Apa dan bagaimana Bunda mengatakan sesuatu tentang atau pada anak akan membentuk bagaimana perasaannya terhadap diri sendiri. Jika Bunda sering menyebutnya pemalas, bodoh, atau nakal, maka ia justru akan memercayai label yang Bunda sebut. Untuk itu, gunakanlah kata-kata positif pada Si Kecil.

  • Mengajaknya bicara positif pada diri sendiri

Perhatikan jika Si Kecil mulai sering berkata, “Aku nggak bisa, nih,” “Aku paling bodoh di kelas,” “Aku selalu salah.” Bunda dapat mengajak Si Kecil mengubah kalimat negatif menjadi positif. Misalnya, saat ia mulai merasa kurang percaya diri, ajak ia berkaca di depan cermin sambil berkata, “Aku harus bisa”, “atau “Aku keren kok meski kulitku nggak putih!” Selain itu, daripada ingin tampil lebih kurus, lebih tinggi, ataupun berkulit lebih cerah, ajari ia untuk lebih memilih hidup sehat dengan olahraga dan makan sehat.

  • Fokus pada kelebihan anak

Anak akan lebih mencintai dirinya sendiri, jika ia diberi kesempatan untuk mengembangkan kelebihan dan kemampuan yang ia miliki, dalam hal-hal yang disukainya. Misalnya, jika anak suka bermain sepak bola, Bunda dapat mendukungnya dengan mendaftarkan ke sekolah bola.

  • Biarkan anak membantu

Kalau Si Kecil ingin membantu pekerjaan di rumah, jangan langsung dilarang ya, Bunda. Meski belum bisa sempurna, tapi membantu orang lain akan membuatnya merasa bahwa dirinya penting dan dibutuhkan. Ajarkan ia bagaimana cara yang aman, untuk membantu sesuai kemampuannya.

Hal-hal di atas sebenarnya tidak rumit ya, Bun, hanya saja memerlukan konsistensi dalam jangka panjang. Nanti Bunda dapat membuktikan sendiri bahwa anak yang mencintai dan percaya diri sendiri akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam hidup dan berisiko lebih rendah untuk melakukan hal buruk. Yuk, mulai ajarkan Si Kecil mencintai diri sendiri.