Bawang merah adalah tanaman herbal yang secara tradisional biasanya digunakan untuk mengatasi masuk angin, meredakan batuk pilek, serta memperkuat daya tahan tubuh. Sebagai obat herbal, bawang merah biasanya dikonsumsi langsung dalam bentuk mentah atau dicampur dalam makanan, serta digunakan sebagai minyak urut.

Bawang merah atau Allium ascalonicum L. kerap dimanfaatkan sebagai bumbu masakan untuk menambah cita rasa. Namun, selain menjadi bumbu masakan, tanaman herbal ini juga dapat dipercaya sebagai obat herbal yang bisa membantu meredakan berbagai masalah kesehatan, seperti perut kembung, batuk pilek, atau sakit kepala.

Bawang merah

Beragam manfaat bawang merah tersebut diyakini berasal dari senyawa aktif di dalamnya, seperti flavonoid, terutama quercetin, senyawa sulfur, saponin, serta antioksidan. Meski begitu, penggunaan bawang merah sebagai obat herbal masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sehingga perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Apa Itu Bawang Merah 

Nama ilmiah Allium ascalonicum L.
Nama lain
  • Brambang
  • Bawang dayak
  • Bawang beureum
  • Shallot
Manfaat Membantu mengatasi keluhan masuk angin, seperti tidak enak badan, perut kembung, dan pegal-pegal
Membantu meredakan gejala ringan flu, seperti demam, batuk, dan pilek
Mendukung daya tahan tubuh
Membantu mengurangi gejala alergi, seperti hidung meler, bersin-bersin, atau gatal-gatal
Digunakan oleh Dewasa
Bawang merah untuk ibu hamil atau ibu menyusui Penggunaan bawang merah sebagai makanan umumnya aman untuk ibu hamil dan menyusui. 
Namun, penggunaan bawang merah sebagai pengobatan herbal belum sepenuhnya teruji secara klinis. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan bawang merah sebagai pengobatan atau dalam jumlah banyak selama hamil atau menyusui.
Bentuk obat Bahan mentah, campuran makanan, ekstrak, dan minyak oles

Peringatan sebelum Menggunakan Bawang Merah

Penggunaan bawang merah tidak boleh sembarangan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan bawang merah sebagai obat herbal, yaitu:

  • Jangan menggunakan bawang merah jika Anda alergi terhadap bahan ini. Apabila ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai alergi yang Anda miliki.
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan bawang merah jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver, HIV/AIDS, diabetes, penyakit jantung, hipertensi, atau gangguan perdarahan.
  • Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan bawang merah jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal lain. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Sampaikan kepada dokter jika sedang menggunakan bawang merah sebelum menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi
  • Hindari menggunakan bawang merah dalam jumlah besar atau sebagai pengobatan, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, tanpa arahan dari dokter.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan bawang merah.

Aturan Pakai Bawang Merah 

Batas konsumsi bawang merah dapat bervariasi tergantung pada bentuk dan tujuan penggunaannya. Belum ada standar dosis pasti dalam penggunaan medis. Namun, secara umum, bawang merah bisa digunakan dengan takaran sebagai berikut:

  • Bawang merah mentah dapat dikonsumsi sekitar 1–2 siung per hari sebagai bagian dari makanan
  • Untuk penggunaan luar, misalnya dengan minyak oles, cukup digunakan secukupnya pada area yang membutuhkan.
  • Suplemen atau ekstrak bawang merah sebaiknya digunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter.

Penggunaan bawang merah sebagai pengobatan tidak dianjurkan untuk digunakan secara berlebihan atau dalam jangka panjang tanpa anjuran dokter.

Cara Menggunakan Bawang Merah dengan Benar

Gunakan bawang merah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Jangan menggunakan bawang merah melebihi jangka waktu atau jumlah yang dianjurkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kebanyakan orang berpikir bahwa menggunakan obat herbal akan selalu aman karena bahannya alami. Namun, tidak semua obat herbal sudah diketahui efek sampingnya, termasuk jika digunakan dengan obat atau bahan aktif lain.

Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan bawang merah sebagai obat herbal jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani terapi dengan obat tertentu.

Beberapa cara menggunakan bawang merah yang umum dilakukan adalah:

  • Bawang merah dapat dikonsumsi langsung sebagai bagian dari makanan sehari-hari, baik mentah maupun dimasak.
  • Untuk meredakan gejala flu atau batuk ringan, bawang merah sering digunakan sebagai campuran minyak oles dengan minyak kelapa.
  • Bawang merah mentah dapat dihaluskan dan dicampur dengan madu atau air hangat untuk dikonsumsi.
  • Jika digunakan sebagai suplemen, konsumsi sesuai aturan pakai pada kemasan.
  • Simpan bawang merah di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan bawang merah disimpan di tempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak.

Interaksi Bawang Merah dengan Obat Lain

Ada sejumlah interaksi yang diduga dapat terjadi jika bawang merah dikonsumsi bersamaan dengan obat, suplemen, atau produk herbal lain, yaitu:

  • Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah rendah (hipotensi) jika digunakan bersama obat antihipertensi, seperti antagonis kalsium
  • Peningkatan efektivitas obat pengencer darah (antikoagulan), seperti warfarin
  • Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan bersama obat antidiabetes

Guna menghindari risiko terjadinya efek interaksi antarobat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter bila hendak menggunakan bawang merah bersama dengan produk herbal lain, suplemen, atau obat-obatan tertentu.

Efek Samping dan Bahaya Bawang Merah 

Meski obat herbal, bawang merah dapat menimbulkan berbagai efek samping yang umumnya ringan pada sebagian orang, seperti:

  • Bau mulut
  • Gangguan pencernaan, seperti nyeri perut atau kembung
  • Sensasi terbakar di dada (heartburn)
  • Iritasi di kulit, jika dijadikan sebagai minyak oles

Jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau justru memburuk, sebaiknya segera buat janji temu dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER. Untuk mendapatkan saran yang cepat, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter lewat Chat Bersama Dokter.

Apabila muncul reaksi alergi berat setelah menggunakan bawang merah, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.