Bayi jatuh dari kasur merupakan salah satu kekhawatiran terbesar orang tua, karena insiden ini dapat menyebabkan cedera serius bila tidak ditangani dengan tepat. Kejadian bayi jatuh dari kasur bisa menyebabkan luka ringan hingga berat, bahkan beberapa kondisi membutuhkan penanganan medis segera.
Penting untuk diketahui, bayi yang mulai aktif bergerak memang lebih berisiko jatuh, apalagi jika tidak diawasi dengan baik. Lingkungan tidur tanpa pagar pelindung, kasur yang terlalu tinggi, atau kebiasaan meletakkan bayi di tepi kasur merupakan penyebab umum terjadinya insiden bayi jatuh dari kasur.

Selain itu, masih banyak orang tua atau pengasuh yang percaya bahwa memijat atau mengurut bayi setelah jatuh dapat mempercepat pemulihan. Padahal, tindakan ini justru dapat memperparah cedera yang tidak terlihat dari luar, seperti perdarahan dalam atau patah tulang.
Penyebab Umum Bayi Jatuh dari Kasur
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi jatuh dari kasur. Berikut adalah penyebab yang perlu diwaspadai:
- Tidak adanya pagar pelindung di tepi kasur
- Kasur yang terlalu tinggi dari lantai
- Orang tua atau pengasuh lengah meski hanya sesaat
- Posisi bayi yang terlalu dekat tepi kasur
- Permukaan kasur atau sprei yang licin
- Bayi tidur tanpa pengawasan saat orang tua tertidur
- Kasur menempel dengan dinding atau furnitur yang bisa dipanjat bayi
Cedera yang Mungkin Terjadi Akibat Bayi Jatuh dari Kasur
Tidak semua bayi jatuh dari kasur mengalami cedera serius. Namun, tetap ada risiko bayi mengalami luka berat yang perlu diwaspadai dan membutuhkan penanganan medis. Berikut cedera yang paling sering terjadi akibat bayi jatuh dari kasur:
1. Benjol
Benjolan dan memar biasanya muncul ketika bagian tubuh bayi, seperti kepala, dahi, atau pipi, membentur lantai atau benda keras di sekitar kasur. Benjolan terjadi karena adanya perdarahan di bawah kulit akibat benturan. Umumnya, benjolan dan memar akan tampak merah keunguan dan terasa nyeri jika disentuh.
Meski termasuk cedera ringan, kondisi akibat bayi jatuh dari kasur ini tetap penting dipantau karena bisa menjadi tanda cedera yang lebih dalam, terutama jika benjolan sangat besar atau disertai perubahan perilaku bayi.
2. Luka lecet
Luka lecet biasanya muncul di bagian tubuh yang langsung bergesekan dengan permukaan yang kasar atau keras, seperti lantai, pinggir ranjang, atau benda di sekitar kasur. Lecet dapat tampak sebagai kulit yang terkelupas atau memerah, kadang disertai sedikit perdarahan.
Luka lecet juga bisa terjadi karena kuku bayi sendiri saat refleks menangkis jatuh. Luka ini umumnya ringan dan dapat dibersihkan di rumah. Namun, tetap harus dijaga kebersihannya ya supaya tidak infeksi.
3. Patah tulang
Risiko patah tulang meningkat jika bayi jatuh dari kasur yang tinggi ke permukaan yang keras. Kondisi ini juga bisa dialami jika posisi jatuh menyebabkan tekanan berlebih di lengan, kaki, atau bahu.
Tanda patah tulang antara lain bengkak, nyeri hebat saat bagian tubuh digerakkan, bentuk tulang tampak tidak normal, atau bayi menangis terus-menerus saat bagian yang cedera disentuh.
Patah tulang pada bayi kadang sulit dikenali, karena bayi belum dapat mengungkapkan rasa sakit secara jelas. Jadi, orang tua perlu waspada jika ada perubahan gerak atau bentuk tubuh bayi setelah jatuh.
4. Cedera kepala
Cedera kepala akibat bayi jatuh dari kasur bisa berupa gegar otak, perdarahan otak, atau retak tulang tengkorak. Gejalanya meliputi penurunan kesadaran, muntah berulang, kejang, benjolan besar di kepala, bayi tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan, hingga perdarahan dari telinga atau hidung.
Cedera kepala jenis ini sangat berbahaya dan membutuhkan pemeriksaan serta pertolongan medis secepatnya. Meski jarang terjadi, cedera kepala dapat menyebabkan kerusakan otak atau komplikasi serius bila tidak segera ditangani.
5. Luka pada wajah dan mulut
Saat jatuh, bayi juga dapat mengalami luka di area wajah, bibir, gusi, atau lidah. Bibir bisa berdarah akibat terbentur lantai, sedangkan gigi bisa patah atau goyang. Luka pada mulut kadang sulit diidentifikasi karena bayi belum bisa mengeluh langsung.
Namun, biasanya cedera ini ditandai dengan bayi tidak mau menyusu, menangis saat makan atau mengisap, serta ada darah di area mulut.
6. Cedera pada leher atau tulang belakang
Jika bayi jatuh dari kasur dengan posisi leher membentur lantai atau badan terpelintir, bayi bisa mengalami cedera pada leher ataupun tulang belakang. Gejala yang perlu diwaspadai, antara lain bayi tampak kaku pada leher, sulit menggerakkan kepala, atau tidak bisa menggerakkan anggota tubuh tertentu.
Cedera ini berisiko mengakibatkan kelumpuhan dan harus segera mendapatkan penanganan medis.
7. Luka tusuk
Jatuh di sekitar kasur yang terdapat banyak benda, seperti mainan tajam, meja, atau barang berujung runcing, dapat menyebabkan bayi tertusuk. Luka tusuk umumnya tampak kecil di permukaan tetapi bisa cukup dalam, sehingga perlu segera dibersihkan dan diperiksa untuk mencegah infeksi atau perdarahan.
8. Bengkak di tangan dan kaki
Saat jatuh, bayi bisa saja menahan tubuh dengan tangan atau kaki sehingga terjadi bengkak pada bagian tersebut. Jika bayi tiba-tiba enggan menggerakkan tangan atau kakinya, tampak bengkak, atau terus rewel bila bagian itu disentuh, orang tua perlu mewaspadai kemungkinan cedera pada otot atau sendi.
Tanda Bahaya setelah Bayi Jatuh dari Kasur
Sesudah bayi jatuh dari kasur, penting bagi orang tua untuk waspada terhadap gejala yang dapat menandakan cedera serius dan membutuhkan pemeriksaan dokter seperti berikut ini:
- Penurunan kesadaran, bayi sulit dibangunkan, atau tampak sangat mengantuk
- Muntah berulang atau muntah menyemprot
- Kejang setelah jatuh
- Perubahan perilaku, misalnya bayi tampak sangat rewel, lemas, atau tidak mau menyusu
- Kelumpuhan, leher kaku, atau sulit menggerakkan anggota tubuh tertentu
- Perdarahan dari hidung/telinga, atau muncul benjolan besar di kepala
Jika bayi mengalami salah satu tanda bahaya di atas, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Pertolongan Pertama setelah Bayi Jatuh dari Kasur
Agar bayi tetap aman, berikut pertolongan pertama yang sebaiknya Ayah dan Bunda berikan setelah bayi jatuh dari kasur:
- Cek kondisi tubuh bayi secara menyeluruh, termasuk kepala, wajah, tangan, kaki, dan tubuh bagian lain.
- Pantau reaksi dan perilaku bayi selama minimal 24 jam setelah jatuh, meskipun tidak ada gejala mencurigakan.
- Hindari memijat, mengurut, atau memberikan ramuan tradisional, karena tindakan ini dapat memperburuk cedera yang tidak tampak dari luar.
- Jika muncul gejala yang mencurigakan atau tanda bahaya, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Supaya kejadian bayi jatuh dari kasur tidak terulang, ada beberapa cara yang bisa Ayah dan Bunda lakukan untuk mencegahnya, yaitu:
- Gunakan pagar pelindung atau pembatas di kasur tempat bayi tidur.
- Pilih kasur yang rendah atau kasur yang diletakkan di lantai, terutama untuk bayi yang mulai aktif bergerak.
- Jangan tinggalkan bayi sendirian di atas kasur, walaupun hanya sebentar.
- Pastikan bayi tidur di tengah kasur, jauh dari pinggir serta hindari penempatan benda keras di sekitar kasur.
Apapun kondisinya, jangan mengambil risiko dengan memberikan penanganan tradisional atau menunda konsultasi medis setelah bayi jatuh dari kasur.
Jika Ayah dan Bunda khawatir dengan kondisi setelah bayi jatuh dari kasur, segera Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER, atau bawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala serius seperti yang telah dijelaskan di atas. Keselamatan dan kesehatan Si Kecil adalah prioritas utama.