Kekurangan zat besi berisiko membuat bayi mengalami anemia yang dapat menghambat tumbuh kembangnya. Padahal, hanya dengan mengonsumsi makanan yang tepat, kebutuhan zat besi Si Kecil sudah bisa terpenuhi lho, Bun.

Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan tubuh bayi untuk memproduksi hemoglobin. Bagian dari sel darah merah ini bertugas membawa dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, serta memberikan warna merah pada darah.

Bayi Kekurangan Zat Besi? Ini Daftar Makanan yang Bisa Bunda Berikan - Alodokter

 

Kurangnya kadar hemoglobin dalam darah bisa menyebabkan bayi mengalami anemia, gangguan pada sistem gerak, gangguan perilaku, dan gangguan belajar nantinya.

Oleh karena itu, Bunda perlu memperhatikan asupan zat besi Si Kecil setiap harinya. Bayi berusia 7–12 bulan membutuhkan sekitar 11 mg zat besi per harinya. Kebutuhan nutrisi tersebut dapat dicukupi dari makanannya sehari-sehari.

Pilihan Makanan yang Mengandung Zat Besi

Zat besi dibagi menjadi dua jenis, yakni heme dan nonheme. Zat besi heme berasal dari hewan, sedangkan nonheme dari tumbuhan. Zat besi heme lebih mudah diserap oleh tubuh jika dibandingkan dengan zat besi nonheme.

Jika Si Kecil sudah mulai makan makanan padat atau MPASI, Bunda bisa memberikannya beragam makanan yang kaya akan zat besi berikut ini:

1. Hati hewan

Dalam 100 gram hati sapi mentah, terkandung sekitar 5 mg zat besi, sedangkan pada 100 gram hati ayam mentah terkandung setidaknya 4 mg zat besi. Tidak hanya hati sapi dan ayam saja, Bunda juga bisa kok memilih hati domba atau bebek.

Bunda dapat mengolah hati sapi atau hati ayam menjadi hidangan yang disukai oleh si Kecil, misalnya sup. Namun, jangan lupa untuk memasaknya hingga benar-benar matang, ya.

2. Bayam

Dalam 100 gram bayam, terdapat sekitar 2,7 mg zat besi. Bayam juga mengandung vitamin C yang akan membantu penyerapan zat besi oleh tubuh.

Selain itu, bayam juga mengandung antioksidan yang mampu mengurangi risiko terjadinya kanker, peradangan, dan penyakit mata pada Si Kecil. Bunda tidak perlu bingung memilih bayam hijau atau bayam merah, karena keduanya sama-sama baik dan bernutrisi, kok.

3. Daging sapi

Dalam 100 gram daging sapi, terkandung sekitar 2,6 mg zat besi. Bukan hanya zat besi, daging sapi juga mengandung protein, zinc, selenium, dan beberapa vitamin B. Bunda bisa mengolah daging sapi menjadi aneka hidangan. Namun, karena Si Kecil masih belajar makan, sebisa mungkin olah sesuai tahapan makannya.

4. Telur

Selain bisa diolah menjadi telur dadar, telur juga bisa direbus, dikukus, atau dicampur ke menu makanan bayi yang lain. Dalam 2 kuning telur yang besar, setidaknya terdapat 1 mg zat besi.

Tak hanya itu, telur pun mengandung sejumlah nutrisi lain, seperti vitamin A, vitamin B12, asam folat, selenium, kolin, dan protein yang baik untuk menunjang tumbuh kembang bayi.

5. Kentang

Bukan hanya menjadi sumber karbohidrat, kentang juga mengandung berbagai nutrisi lain yang dibutuhkan Si Kecil, mulai dari vitamin C, kalium, hingga zat besi. Dalam 100 gram kentang, setidaknya terkandung sekitar 12 mg zat besi.

Salah satu cara mengolah kentang yang diketahui tetap bisa menjaga kandungan nutrisinya adalah dengan memanggang kentang bersama kulitnya. Namun, jika akan diolah bersama kulitnya, pastikan kentang telah dicuci bersih.

6. Brokoli

Dalam 1 gelas kecil atau sekitar 100 gram brokoli matang, terdapat kurang lebih 0.7 mg zat besi. Selain itu, brokoli juga mengandung vitamin C, serat, dan vitamin K. Bunda bisa mengolahnya menjadi tumisan atau merebusnya dan menjadikan brokoli sebagai camilan sehat untuk Si Kecil.

Pilihan jenis makanan yang telah disebutkan di atas cukup mudah ditemui dan bisa diolah menjadi berbagai bentuk sajian. Sebisa mungkin penuhi kebutuhan zat besi bayi dari makanan alami dan cukupi juga kebutuhan nutrisi lainnya dengan menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang.

Bila Si Kecil mengalami kesulitan makan, tampak kelelahan, tidak bersemangat, kulitnya memucat, nafsu makan menurun, atau tumbuh kembangnya tidak seperti anak-anak seusianya, segera periksakan ia ke dokter agar bisa diperiksa dan diberikan penanganan yang tepat.