Perselingkuhan sering dianggap perilaku negatif belaka atau sebagai wujud pelarian akan ketidakpuasan antar pasangan. Padahal, selingkuh bisa menjadi tanda adanya gangguan kepribadian, lho! Kamu ingin tahu gangguan kepribadian apa saja yang dikaitkan dengan perilaku selingkuh? Simak artikel berikut ini, yuk!

Perselingkuhan adalah sebuah wujud ketidakmampuan seseorang untuk setia dalam suatu komitmen pada pasangan, baik komitmen yang diucapkan dalam pernikahan maupun kesepakatan bersama saat berpacaran.   Terlepas dari permasalahan yang dihadapi dalam suatu hubungan, sebenarnya ada beberapa gangguan kepribadian yang mungkin tidak disadari, namun dapat memengaruhi seseorang untuk selingkuh.

Benarkah Selingkuh Bisa Jadi Tanda Gangguan Kepribadian? - Alodokter

Gangguan Kepribadian yang Mungkin Memengaruhi Perselingkuhan

Berikut beberapa gangguan kepribadian yang ditandai dengan perselingkuhan terhadap pasangan:

Gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder)        

Orang dengan gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder cenderung tidak stabil dalam menjalin hubungan dekat dengan orang lain dan memiliki penilaian yang dapat berubah dengan cepat.

Misalnya pada awal kenal, ia bisa menganggap kamu sebagai teman, tapi seketika kamu bisa dianggap sebagai musuh olehnya. Ia juga bisa secara tiba-tiba berhenti berkomunikasi dengan pasangan hanya karena imajinasi dirinya akan ditinggalkan.

Kepribadian dan mood penderita gangguan kepribadian ini dapat berubah-ubah secara drastis, mulai dari sedih, marah, hingga cemas dalam hitungan jam hingga hari. Gangguan inilah yang mungkin menyebabkan ia tiba-tiba berselingkuh, dan tidak mampu menjalani komitmen bersama pasangan untuk jangka waktu yang lama.

Gangguan kepribadian narsisistik (narcissistic personality disorder)

Orang dengan kepribadian narsisistik rentan untuk berselingkuh. Pasalnya, mereka selalu merasa ada yang kurang dengan hubungan yang sedang dijalaninya, sehingga mencari orang lain untuk mengisi kekosongan tersebut. Mereka juga membutuhkan perhatian, suka memanfaatkan orang lain untuk kepentingannya, dan cenderung tidak memikirkan perasaan orang lain terkait tindakan yang dilakukannya.

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder)

Jenis gangguan kepribadian ini memiliki ciri serupa dengan gangguan kepribadian narsisistik. Hanya saja, seseorang dengan kepribadian histrionik yang kuat tidak hanya mementingkan diri sendiri saja, tapi juga bersifat dramatis dan senang menjadi pusat perhatian.

Mereka juga tidak mampu memiliki hubungan yang erat dengan orang lain, tapi senang untuk menggoda secara seksual. Pemilik gangguan kepribadian ini umumnya berpenampilan menarik dan menjadikan penampilannya sebagai “senjata” untuk menggoda orang lain, termasuk menggoda pasangan temannya sendiri.

Berbagai Faktor Risiko Selingkuh dan Cara Menghadapinya

Di samping kondisi kepribadian seseorang, hal-hal lain yang dapat meningkatkan kemungkinan selingkuh adalah:

Adanya masalah dalam hubungan

Perselingkuhan dapat terjadi pada pasangan yang sering mengalami konflik dan ketidakpuasan, baik secara seksual, moril, maupun materil.

Adanya peluang

Seseorang dapat berselingkuh karena adanya peluang. Misalnya, kamu dan teman kantormu berpotensi untuk menjalin hubungan perselingkuhan jika di antara kalian sering terjadi kontak fisik. Potensi ini mungkin akan semakin besar jika temanmu mengutarakan ketertarikannya kepadamu.

Sebagai pelarian

Pelarian bisa menjadi alasan seseorang untuk berselingkuh. Biasanya ini terjadi saat pasangan tidak bisa memenuhi keinginannya, sehingga ia mencari hal tersebut pada orang lain.

Selain hal-hal di atas, perselingkuhan juga bisa dipicu oleh hal lain, seperti balas dendam, cinta yang pudar, perbedaan komitmen, hingga mendambakan variasi lain dalam sebuah hubungan. Jadi, bisa disimpulkan bahwa selain gangguan kepribadian, ada pula faktor lain yang bisa membuat seseorang berpotensi untuk berselingkuh.

Memahami secara perlahan penyebab terjadinya perselingkuhan penting untuk dilakukan, baik itu dari sisi pasangan ataupun dari dirimu sendiri. Jadi jika dalam hubunganmu ada yang berselingkuh, ajak pasanganmu untuk berkunjung ke psikiater atau psikolog.

Tujuannya agar kamu dan pasangan dapat mengenali kepribadian masing-masing secara lebih dekat, mengetahui pemicu terjadinya perselingkuhan, dan menemukan solusi tepat untuk menghadapinya. Ingat, kamu telah memutuskan untuk berkomitmen dengan pasangan. Jadi, cobalah untuk mencari jalan keluar terbaik terkait hubungan yang sedang kalian jalani.