Benjolan di bawah dagu sakit jika ditekan bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya infeksi, peradangan, atau kondisi medis lain yang perlu diwaspadai. Mengetahui penyebab dan gejala benjolan ini penting agar Anda dapat segera mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan.

Benjolan di bawah dagu sakit jika ditekan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi ringan hingga gangguan yang lebih serius. Setiap penyebabnya memiliki gejala khas yang bisa membantu Anda mengenali kondisi ini dengan lebih baik.

Benjolan di Bawah Dagu Sakit Jika Ditekan, Inilah Informasi yang Perlu Diketahui - Alodokter

Memahami perbedaan antara benjolan yang tidak berbahaya dan yang patut diwaspadai sangat penting agar Anda dapat mengambil tindakan yang tepat. Jangan abaikan perubahan pada benjolan, karena penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih berat.

Penyebab Benjolan di Bawah Dagu Sakit Jika Ditekan

Berikut adalah beberapa penyebab paling umum benjolan di bawah dagu yang terasa nyeri saat ditekan:

1. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening di bawah dagu dapat membesar dan menimbulkan nyeri ketika tubuh melawan infeksi, seperti radang tenggorokan, infeksi gigi, atau infeksi telinga. Kondisi ini umum terjadi karena kelenjar getah bening berfungsi sebagai bagian dari sistem imun yang membantu melawan kuman penyebab penyakit. 

Benjolan biasanya terasa lunak, agak kenyal, dapat digerakkan, dan sensitif jika ditekan. Biasanya, pembengkakan akan mengecil dalam beberapa minggu setelah infeksi mereda.

2. Infeksi kelenjar ludah (sialadenitis)

Infeksi pada kelenjar ludah, baik oleh bakteri maupun virus, dapat menyebabkan benjolan di bawah dagu yang nyeri saat disentuh. Gejalanya bisa meliputi pembengkakan, kemerahan, nyeri saat mengunyah atau menelan, mulut kering, dan terkadang keluarnya nanah. 

Infeksi ini lebih sering terjadi pada orang dengan kebersihan mulut yang kurang baik atau yang mengalami dehidrasi. Penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

3. Gondongan 

Penyebab benjolan di bawah dagu sakit jika ditekan selanjutnya adalah gondongan, yaitu infeksi virus yang menyerang kelenjar ludah di sekitar dagu dan rahang bawah. Gondongan menyebabkan pembengkakan yang sering disertai demam, nyeri saat makan atau menelan, dan kadang-kadang malaise. 

Penyakit ini lebih sering dialami anak-anak yang belum divaksinasi, meski orang dewasa tetap bisa terinfeksi jika daya tahan tubuhnya rendah. Vaksinasi MMR telah terbukti efektif mencegah penyakit ini.

4. Abses atau infeksi kulit

Abses adalah benjolan berisi nanah yang biasanya timbul akibat infeksi bakteri pada kulit atau jaringan di bawah dagu, termasuk akibat luka, gigitan serangga, atau iritasi kulit. Benjolan terasa sangat nyeri, merah, hangat, dan bisa disertai demam. 

Bila tidak segera diobati, abses dapat membesar dan menyebabkan infeksi menyebar ke jaringan sekitar. Penanganan dokter mungkin diperlukan untuk membersihkan nanah dan mencegah komplikasi.

5. Cedera atau trauma lokal

Benturan atau luka pada dagu dapat menyebabkan jaringan di bawah kulit bengkak dan membentuk benjolan yang terasa nyeri saat ditekan. Kondisi ini biasanya disertai memar, perubahan warna kulit, atau bengkak di area sekitar cedera. 

Pada sebagian besar kasus, pembengkakan akan membaik seiring waktu dengan perawatan ringan di rumah. Namun, jika nyeri dan bengkak tidak kunjung hilang, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

6. Reaksi alergi lokal

Pada situasi tertentu, reaksi alergi terhadap makanan, obat, atau gigitan serangga dapat memicu munculnya benjolan kecil dan nyeri di bawah dagu. Gejala penyerta bisa berupa gatal, kemerahan, dan bengkak pada area sekitar benjolan. 

Reaksi alergi ringan biasanya akan membaik dalam beberapa hari. Namun, Anda tetap perlu waspada terhadap tanda alergi berat, seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan hebat. Segera cari pertolongan medis bila muncul gejala alergi berat.

7. Tumor jinak atau ganas

Benjolan di bawah dagu juga dapat disebabkan oleh adanya tumor jinak, seperti lipoma atau kista, dan pada kasus yang lebih jarang, tumor ganas, seperti limfoma atau kanker kelenjar ludah. 

Tumor jinak biasanya lunak, tumbuh lambat, dan jarang menimbulkan nyeri, sedangkan tumor ganas cenderung keras, sulit digerakkan, dan dapat tumbuh cepat disertai gejala lain, seperti penurunan berat badan atau demam tanpa sebab. Pemeriksaan dokter diperlukan jika benjolan tidak kunjung hilang, bertambah besar, atau disertai gejala mencurigakan lainnya.

8. Angina Ludwig

Angina Ludwig adalah infeksi bakteri serius pada dasar mulut dan jaringan di bawah lidah yang dapat menyebar ke area bawah dagu dan leher. Kondisi ini sering berawal dari infeksi gigi yang tidak ditangani, terutama pada gigi geraham bawah.

Gejalanya, meliputi pembengkakan yang cepat dan terasa keras di bawah dagu, nyeri hebat, kesulitan menelan, air liur berlebihan, suara terdengar teredam, serta kesulitan bernapas. Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis karena pembengkakan yang terjadi dapat menyumbat jalan napas dan membahayakan jiwa jika tidak segera ditangani.

9. Abses parafaring

Abses parafaring adalah penumpukan nanah di ruang parafaring, yaitu ruang jaringan dalam di sisi tenggorokan yang berdekatan dengan pembuluh darah besar dan saluran napas. Kondisi ini umumnya merupakan komplikasi dari infeksi tenggorokan, amandel, gigi, atau infeksi pada jaringan leher.

Gejalanya dapat berupa nyeri leher yang memburuk saat ditekan atau digerakkan, sulit membuka mulut (trismus), demam tinggi, nyeri saat menelan, hingga pembengkakan pada leher bagian atas. 

Pada kasus berat, infeksi dapat menyebar ke dada (mediastinitis) atau menyebabkan gangguan pernapasan sehingga memerlukan penanganan segera di rumah sakit.

Ciri-Ciri Benjolan di Bawah Dagu Sakit Jika Ditekan yang Harus Diwaspadai

Tidak semua benjolan di bawah dagu berbahaya. Namun, Anda perlu waspada bila disertai tanda-tanda berikut ini:

  • Benjolan cepat membesar atau tidak kunjung mengecil setelah dua minggu.
  • Disertai demam tinggi, sulit menelan, atau sesak napas.
  • Terdapat nanah, kulit sangat merah, atau nyeri hebat.
  • Berat badan menurun tanpa sebab jelas, mudah lelah, atau batuk darah.
  • Benjolan terasa keras, lekat di bawah kulit, dan tidak bisa digerakkan.
  • Ada riwayat kanker pada kepala/leher, atau anggota keluarga dengan riwayat kanker.

Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah komplikasi.

Penanganan Awal Benjolan di Bawah Dagu Sakit Jika Ditekan

Untuk sebagian besar benjolan akibat infeksi ringan, perawatan rumahan bisa membantu pemulihan, antara lain:

  • Beristirahat cukup atau tidur minimal 7 jam per hari
  • Minum air putih yang cukup atau setidaknya 8 gelas per hari. 
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi.
  • Kompres hangat di area benjolan selama 10 menit untuk membantu meredakan nyeri dan mengurangi bengkak.
  • Jaga kebersihan mulut, gigi, dan kulit sekitar dagu.
  • Bila nyeri, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol sesuai anjuran.
  • Hindari memencet atau mencoba mengeluarkan isi benjolan sendiri, karena dapat memperparah infeksi.

Pemeriksaan dan Diagnosis Medis Benjolan di Bawah Dagu Sakit Jika Ditekan

Jika benjolan di bawah dagu sakit jika ditekan tidak juga membaik, makin membesar, atau disertai gejala berat, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan:

  • Melakukan anamnesis (wawancara gejala, riwayat kesehatan)
  • Memeriksa fisik benjolan (ukuran, konsistensi, pergerakan, warna kulit)
  • Menyarankan pemeriksaan penunjang bila perlu, seperti tes darah, USG leher, CT scan, atau biopsi (pengambilan sampel jaringan)

Diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan perawatan berikutnya, apakah cukup dengan antibiotik, tindakan drainase, atau rujukan ke spesialis bila dicurigai tumor.

Pencegahan Benjolan di Bawah Dagu Sakit Jika Ditekan

Sederet langkah berikut dapat membantu mencegah munculnya benjolan akibat infeksi atau peradangan:

  • Rutin membersihkan gigi dan mulut, serta menjaga kebersihan kulit dagu.
  • Melakukan vaksinasi, seperti vaksin MMR, untuk mencegah gondongan.
  • Segera obati infeksi pada mulut, gigi, atau tenggorokan.
  • Lindungi area dagu dari cedera saat beraktivitas.
  • Hindari paparan alergen yang diketahui dapat menimbulkan reaksi pada Anda.

Benjolan di bawah dagu sakit jika ditekan umumnya disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi, misalnya infeksi saluran pernapasan atas, radang tenggorokan, atau infeksi gigi dan mulut. 

Pada kondisi ini, benjolan biasanya bersifat sementara dan dapat mengecil seiring membaiknya infeksi. Meski begitu, keluhan ini tetap perlu dipantau karena dalam beberapa kasus dapat menandakan kondisi yang lebih serius.

Bila keluhan masih tergolong ringan, baru muncul, dan belum disertai gejala berat, Anda dapat berkonsultasi ke dokter secara cepat, praktis, dan tepercaya melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. 

Dengan begitu, dokter dapat memberikan diagnosis dan penanganan awal sesuai kondisi Anda. Namun, bila keluhan bertambah besar setelah dua minggu, terasa semakin nyeri, disertai demam tinggi, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan yang tepat.