Benjolan di leher sebelah kiri ditekan sakit sering membuat khawatir, terutama jika muncul tiba-tiba atau terasa makin nyeri saat disentuh. Kondisi ini paling sering berkaitan dengan pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi, tetapi juga bisa menandakan gangguan lain yang perlu dikenali sejak dini agar penanganannya tepat.

Benjolan di leher sebelah kiri ditekan sakit sering kali berkaitan dengan pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi, seperti flu, radang tenggorokan, atau masalah gigi. Meski sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat membaik sendiri, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya kista, abses, hingga gangguan yang lebih serius.

Benjolan di Leher Sebelah Kiri Ditekan Sakit, Inilah Beberapa Informasi yang Perlu Dipahami - Alodokter

Penting untuk mengenali ukuran, tekstur, serta gejala penyerta agar Anda dapat menilai tingkat keparahannya. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa menentukan langkah penanganan yang aman dan sesuai sejak awal.

Penyebab Benjolan di Leher Sebelah Kiri Ditekan Sakit

Berikut ini adalah beberapa penyebab benjolan di leher sebelah kiri ditekan sakit yang penting diketahui

1. Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati)

Kelenjar getah bening bisa membesar ketika tubuh melawan infeksi, seperti flu, radang tenggorokan, infeksi gigi, infeksi telinga, hingga tuberkulosis (TBC). 

Benjolan biasanya terasa kenyal, dapat digerakkan, dan nyeri saat ditekan, terutama pada fase infeksi aktif. Dalam banyak kasus, ukurannya akan mengecil kembali setelah infeksi membaik, meski terkadang membutuhkan waktu beberapa minggu.

2. Kista atau abses

Kista adalah kantong berisi cairan atau material tertentu yang tumbuh di bawah kulit, sedangkan abses adalah kumpulan nanah akibat infeksi bakteri. Abses umumnya terasa lebih nyeri, tampak kemerahan, hangat saat disentuh, dan bisa disertai demam. 

Kondisi ini memerlukan evaluasi medis karena abses sering kali perlu tindakan drainase dan antibiotik. Tanpa penanganan yang tepat, infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar.

3. Lipoma

Penyebab benjolan di leher sebelah kiri ditekan sakit selanjutnya adalah lipoma, yaitu pertumbuhan jaringan lemak jinak di bawah kulit. Lipoma umumnya lunak, berbatas tegas, dan mudah digerakkan saat disentuh. 

Pada kebanyakan kasus, lipoma tidak menimbulkan nyeri, tetapi bisa terasa sakit jika ukurannya membesar dan menekan saraf atau jaringan sekitar. Meski bersifat jinak, benjolan yang terus membesar tetap perlu diperiksakan untuk memastikan diagnosisnya.

4. Tumor jinak maupun ganas

Benjolan di leher juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal, seperti limfoma, kanker tiroid, atau kanker kelenjar ludah. Benjolan akibat tumor cenderung terasa keras, tidak mudah digerakkan, dan dapat membesar secara bertahap. 

Gejala penyerta yang perlu diwaspadai, meliputi penurunan berat badan tanpa sebab jelas, demam berkepanjangan, keringat malam, suara serak, atau sulit menelan. Deteksi dini sangat penting karena penanganan akan sangat bergantung pada jenis dan stadium penyakit.

5. Cedera atau hematoma

Benturan atau cedera pada leher dapat menyebabkan perdarahan di bawah kulit (hematoma) yang tampak sebagai benjolan nyeri. Benjolan biasanya muncul tidak lama setelah trauma dan dapat berubah warna menjadi kebiruan atau keunguan. 

Nyeri umumnya berkurang secara bertahap seiring proses penyembuhan jaringan. Namun, jika benjolan membesar atau disertai gangguan menelan dan bernapas, evaluasi medis tetap diperlukan.

6. Kondisi medis lain

Beberapa penyakit sistemik, seperti gangguan autoimun atau infeksi kronis (misalnya HIV dan TBC), juga dapat memicu pembesaran kelenjar getah bening di leher. Pada kondisi ini, benjolan bisa berlangsung lama dan terkadang disertai gejala umum, seperti tubuh lemas, demam lama, atau penurunan berat badan. 

Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mencari penyebab yang mendasari. Pemeriksaan laboratorium dan pencitraan dapat membantu memastikan diagnosis secara akurat.

Langkah Pemeriksaan dan Diagnosis Benjolan di Leher

Jika benjolan di leher sebelah kiri ditekan sakit disertai gejala yang mengkhawatirkan, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan fisik untuk menilai ukuran, bentuk, konsistensi, pergerakan, dan tingkat nyeri benjolan
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi infeksi, peradangan, atau gangguan darah
  • USG leher untuk mengetahui apakah benjolan bersifat padat, berisi cairan, atau campuran.
  • Pemeriksaan pencitraan lanjutan (rontgen, CT scan, atau MRI) bila dicurigai tumor atau infeksi dalam
  • Biopsi (pengambilan sampel jaringan) jika terdapat kecurigaan keganasan 

Penanganan Benjolan di Leher Sebelah Kiri Ditekan Sakit

Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab dan hasil pemeriksaan dokter. Berikut langkah yang dapat dilakukan:

Penanganan Mandiri:

  • Memantau benjolan selama 1–2 minggu jika ukurannya kecil kurang dari 1 cm, lunak, mudah digerakkan, muncul setelah infeksi ringan, dan tanpa gejala berat
  • Istirahat yang cukup atau tidur minimal 7 jam per hari guna menjaga daya tahan tubuh agar proses pemulihan infeksi berjalan optimal
  • Mengompres hangat area benjolan selama 10 menit untuk membantu meredakan nyeri ringan
  • Tidak memencet, menusuk, atau memijat benjolan karena dapat memperparah peradangan atau memicu infeksi
  • Menjaga kebersihan mulut, gigi, dan kulit sekitar leher untuk mencegah infeksi berulang

Pemberian Obat-obatan

  • Pemberian antibiotik sesuai resep dokter jika benjolan disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Pemberian obat pereda nyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen, untuk membantu mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman yang menyertai benjolan.

Tindakan Medis

  • Drainase atau pembedahan kecil pada abses untuk mengeluarkan nanah dan mencegah penyebaran infeksi
  • Pengangkatan kista melalui prosedur operasi jika ukurannya besar, mengganggu, atau sering kambuh
  • Terapi khusus, seperti operasi, kemoterapi, atau radioterapi bila benjolan disebabkan oleh tumor, sesuai hasil diagnosis dan stadium penyakit

Benjolan di leher sebelah kiri ditekan sakit bisa terjadi pada semua usia, tetapi penyebab dan tingkat kewaspadaannya berbeda.

Pada anak, kondisi ini paling sering disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi, seperti flu, radang tenggorokan, infeksi telinga, atau infeksi gigi. Benjolan biasanya terasa kenyal, bisa digerakkan, dan nyeri saat ditekan. Dalam banyak kasus, ukurannya akan mengecil setelah infeksi sembuh.

Namun, orang tua perlu waspada jika benjolan disertai demam tinggi yang tidak membaik, anak tampak sangat lemas atau sulit makan dan minum, benjolan makin besar atau terasa keras, muncul batuk lama, ruam, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan dokter.

Pada lansia, benjolan di leher harus lebih diperhatikan karena risiko tumor meningkat seiring usia. Segera periksa ke dokter jika benjolan cepat membesar, terasa keras dan tidak bisa digerakkan, atau disertai suara serak, nyeri tenggorokan yang tidak membaik, sulit menelan, penurunan berat badan, atau keringat malam.

Secara umum, benjolan di leher sebelah kiri ditekan sakit paling sering disebabkan infeksi dan bersifat ringan, terutama pada anak. Namun, jika muncul tanda bahaya atau terjadi pada usia lanjut, pemeriksaan medis penting untuk memastikan penyebabnya.

Untuk mendapatkan arahan awal dengan cepat dan praktis, Anda dapat berkonsultasi melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Namun, bila timbul gejala serius atau mengkhawatirkan, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.