Bruntusan di dahi merupakan masalah kulit yang sering membuat sebagian orang merasa tidak percaya diri terhadap penampilan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bintil kecil dan tekstur kulit yang terasa kasar. Namun, Anda tidak perlu cemas karena masalah kulit ini bisa diatasi dengan beberapa cara mudah yang bisa dicoba.
Dahi merupakan salah satu area wajah yang mudah mengalami bruntusan karena memiliki banyak kelenjar minyak (sebasea). Hal tersebut membuat pori-pori di dahi lebih rentan tersumbat oleh kotoran, minyak berlebih, atau sisa make up. Akibatnya, permukaan kulit akan terasa kasar dan muncul benjolan kecil (bruntusan).

Meski bukan kondisi yang mengkhawatirkan, bruntusan di dahi dapat mengganggu penampilan pada sebagian orang. Jika tidak ditangani dengan tepat, bruntusan di dahi bisa bertambah banyak dan berisiko menjadi jerawat meradang.
Bruntusan di Dahi dan Berbagai Penyebabnya
Bruntusan di dahi bisa disebabkan oleh berbagai hal. Berikut ini adalah penyebab yang umum terjadi:
1. Kebersihan kulit kurang terjaga
Jarang membersihkan wajah, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan, berkeringat, atau menggunakan make up, dapat menyebabkan kotoran, minyak, dan sel kulit mati menumpuk di permukaan kulit. Akibatnya, pori-pori akan tersumbat sehingga memicu bruntusan.
Jika terus dibiarkan, pori-pori yang tersumbat ini dapat berkembang menjadi jerawat yang meradang.
2. Penggunaan produk skincare atau kosmetik yang tidak cocok
Penggunaan produk perawatan atau kosmetik wajah yang tidak sesuai, seperti pelembap, sunscreen, atau make up dengan kandungan minyak, pewangi, atau berbahan iritan, dapat memicu iritasi atau reaksi alergi.
Selain itu, produk yang tidak cocok juga bisa membuat kulit dahi lebih berminyak, menyumbat pori-pori, dan akhirnya menimbulkan bruntusan.
3. Perubahan hormon
Perubahan hormon yang biasanya terjadi pada remaja saat masa pubertas bisa meningkatkan produksi minyak di kulit wajah, termasuk dahi. Akibatnya, kulit menjadi lebih berminyak dan pori-pori mudah tersumbat sehingga berpotensi memicu bruntusan di dahi.
4. Penggunaan pelindung kepala yang kotor
Penggunaan pelindung kepala, seperti helm dan topi yang jarang dicuci bisa menjadi tempat berkumpulnya debu, keringat, minyak, dan bakteri. Bahkan, penggunaan sarung bantal dan handuk wajah yang jarang dicuci juga bisa menjadi salah satu pemicu lainnya.
Jika terus dibiarkan, kotoran dan bakteri bisa masuk ke kulit wajah dan menyumbat pori-pori sehingga memicu timbulnya bruntusan di dahi.
Selain itu, pada sebagian wanita, bruntusan di dahi bisa muncul karena penggunan hijab atau kerudung yang jarang dicuci, serta rambut berponi yang sering berkeringat atau jarang keramas.
Bruntusan di Dahi dan Tips Mengatasinya
Ada beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi dan mencegah bruntusan di dahi, yakni:
- Bersihkan wajah secara teratur, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.
- Minum air putih minimal 8 gelas per hari.
- Batasi konsumsi makanan tinggi gula dan berminyak.
- Gunakan produk perawatan sesuai jenis kulit dan berlabel non-comedogenic.
- Hindari menyentuh wajah tanpa cuci tangan.
- Ganti dan cuci secara rutin pelindung kepala atau benda yang bersentuhan dengan dahi.
- Gunakan skincare dengan kandungan bahan aktif, seperti asam salisilat, AHA, asam glikolat, maupun retinol.
- Lakukan perawatan kulit di klinik kecantikan bila memungkinkan.
Bruntusan di dahi umumnya bisa mereda dalam beberapa waktu diiringi dengan perawatan mandiri di rumah. Hindari menyentuh atau memencet bruntusan di dahi, terlebih bila tangan kotor, karena berpotensi membuat bruntusan bertambah banyak dan luka infeksi di kulit.
Bila Anda sudah menerapkan beberapa upaya sederhana di atas tetapi bruntusan di dahi tidak kunjung membaik selama lebih dari beberapa minggu, bertambah banyak, terasa nyeri, atau terasa gatal, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.
Konsultasi dapat dilakukan secara cepat, praktis, dan tanpa keluar rumah melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter dapat menyarankan pengobatan yang tepat, termasuk menjalani prosedur perawatan kecantikan oleh dokter kulit di klinik kecantikan.