Kondisi setiap ibu hamil (bumil) kemungkinan berbeda. Bahkan, kondisi yang dialami dalam setiap kehamilan pun belum tentu sama. Namun, mengenali kondisi yang dianggap berbahaya, tentu sangat penting. Hal ini diperlukan agar Bumil dapat segera mendapat penanganan bila dibutuhkan.

Ada berbagai kondisi yang mungkin dialami Bumil, seperti mual muntah atau morning sickness, hingga rasa mudah lelah. Meski terasa mengganggu, namun dalam batas tertentu kondisi tersebut sebenarnya masih wajar. Yuk, kenali kondisi-kondisi yang lebih serius dan perlu segera diperiksa.

Bumil, Kenali Kondisi yang Harus Segera Diperiksa ke Dokter - Alodokter

Kondisi-kondisi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Mewaspadai berbagai kondisi atau keluhan yang mungkin dialami dalam kehamilan, bukan berarti Bumil harus merasa cemas. Justru Bumil harus tetap tenang. Kemudian, pergi ke rumah sakit atau minta orang lain membawa Bumil ke dokter, bila mengalami kondisi-kondisi seperti berikut:

  • Mual dan muntah berlebihan

Mual dan muntah berlebihan membuat Bumil kesulitan mengonsumsi makanan dan minuman. Hal ini berisiko menyebabkan Bumil mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Tentu saja kondisi seperti ini tidak baik untuk kehamilan. Untuk mengatasi mual dan muntah, dokter dapat memberikan saran dan pengobatan sesuai dengan penyebab munculnya keluhan.

  • Ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini ditandai dengan munculnya cairan deras yang keluar dari vagina. Jika Bumil tidak yakin apakah itu cairan urine atau ketuban, coba buang air kecil. Jika cairan terus keluar setelah buang air kecil berhenti, maka itu berarti adalah cairan ketuban.

  • Gejala preeklamsia

Preeklamsia dapat menyebabkan ibu hamil mengalami gejala sakit kepala yang disertai gangguan penglihatan dan pembengkakan pada anggota tubuh (edema). Gangguan serius ini umumnya terjadi setelah kehamilan 20 minggu ini biasanya ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kadar protein yang berlebihan pada urine. Itulah mengapa Bumil perlu memeriksakan tekanan darah secara berkala.

  • Penurunan frekuensi gerakan bayi dalam kandungan

Tendangan bayi dalam kandungan dapat dirasakan sekitar 10 kali tiap jam. Jika gerakan bayi terasa berbeda atau berkurang secara signifikan, untuk mengantisipasinya, Bumil disarankan untuk memeriksakan kehamilan ke dokter.

  • Perdarahan atau bercak darah

Perdarahan bisa menjadi tanda kehamilan ektopik, jika volume darah sangat tinggi, disertai kram dan sakit perut yang amat parah pada trimester pertama.  Selain itu, perdarahan hebat dapat menjadi tanda keguguran, terutama jika terjadi pada trimester pertama atau awal trimester kedua (kurang dari 20 minggu kehamilan). Sementara jika kondisi ini terjadi di trimester ketiga, bisa menandakan terjadinya abrupsi plasenta atau plasenta terpisah dari dinding rahim.

  • Kontraksi dini

Memasuki trimester ketiga, Bumil akan mulai merasakan kontraksi ringan atau sering dikenal sebagai kontraksi palsu, sebagai tanda tubuh semakin siap menuju persalinan. Namun jika kontraksi dirasakan tiap 10 menit, dan semakin lama semakin kuat, Bumil disarankan segera ke dokter kandungan atau rumah sakit. Kontraksi seperti ini di awal trimester ketiga bisa jadi merupakan tanda persalinan prematur.

Selain beberapa kondisi di atas, ada pula kondisi lain yang menandakan Bumil perlu segera dibawa ke UGD. Termasuk di antaranya adalah sesak napas, detak jantung tidak teratur, demam tinggi, sakit kepala hebat, muntah darah, sakit perut atau diare berat lebih dari sehari.

Beberapa kondisi di atas memang harus diwaspadai pada Bumil. Namun, bukan berarti Bumil harus panik atau ketakutan berlebihan, ya. Jika Bumil mengalami kondisi-kondisi tersebut, Bumil perlu tetap tenang dan segera mencari pertolongan medis serta penanganan dari dokter kandungan. Semakin cepat ditangani, maka semakin kecil risiko gangguan kehamilan yang mungkin terjadi.