Kok kerja kantoran sih? Kasihan kan anaknya jadi diurus pembantu,” atau “Anaknya dikasih susu formula, memang ASI-nya sedikit ya?” Bunda pernah mendengar komentar tersebut? Jika iya, kemungkinan Bunda mengalami mom shaming.

Mom shaming merupakan perilaku merendahkan ibu. Mendapatkan perilaku mom shaming mungkin akan membuat Bunda merasa sedih, marah, dan tidak percaya diri.

Namun, jangan biarkan mom shaming memengaruhi hidup Bunda ya. Sebab jika dibiarkan, mom shaming dapat meningkatkan risiko Bunda mengalami stres, gangguan kecemasan, dan kurang fokus dalam mengurus Si Kecil.

Bunda, Hadapi Mom Shaming dengan 3 Cara Ini - Alodokter

Bunda, Ini Cara Tepat Menghadapi Mom Shaming

Beberapa cara yang tepat yang bisa Bunda lakukan saat menghadapi mom shaming, yaitu:

1. Abaikan mom shaming

Jika Bunda mendapatkan perilaku mom shaming di internet, hal tepat yang bisa Bunda lakukan adalah mengabaikan komentar tersebut dengan cara tidak membalasnya sama sekali.

Dalam kehidupan sehari-hari, Bunda juga bisa menghindari untuk berinteraksi dengan orang-orang yang melakukan mom shaming. Alangkah baiknya Bunda lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang-orang yang sepenuhnya mendukung keputusan Bunda.

2. Tetaplah berpikir positif

Memikirkan perkataan mom shaming yang Bunda dapatkan dari orang lain bisa menguras tenaga dan membuat tubuh Bunda mudah lelah, sehingga akhirnya jadi tidak bertenaga saat mengurus Si Kecil. Bunda gak mau kan waktu menyenangkan bersama Si Kecil hilang begitu saja hanya karena Bunda terlalu sibuk memikirkan perkataan orang lain?

Oleh karena itu, ketika mendapatkan perilaku mom shaming, hal tepat yang bisa Bunda lakukan adalah jangan biarkan perkataan tersebut mengganggu pikiran Bunda dan tetaplah memikirkan hal-hal positif, seperti bagaimana cara membesarkan Si Kecil agar tumbuh menjadi anak yang sehat atau memikirkan rencana liburan untuk akhir tahun.

3. Percaya pada diri sendiri

Hal lain yang perlu Bunda perhatikan saat mendapatkan perilaku mom shaming adalah tetap percaya diri dan yakin bahwa Bunda telah memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Dengan begitu, lama-kelamaan Bunda tidak akan memedulikan apa yang orang lain katakan.

Mendapatkan perilaku mom shaming mungkin akan membuat Bunda merasa bersalah atau rendah diri. Padahal, apa yang mereka katakan belum tentu benar dan belum tentu disertai maksud baik. Jadi, abaikan saja dan jangan terlalu dimasukkan ke hati.

Bila tindakan mom shaming sudah menyebabkan Bunda merasa sedih terus- menerus, tidak bisa tidur, tidak nafsu makan, atau bahkan mengalami keluhan fisik, seperti sakit kepala atau badan lemas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikolog atau psikiater ya, Bun.