Penyakit cacar monyet mulai menjadi perhatian masyarakat sejak ditemukannya kasus penyakit ini di Singapura. Oleh karena letak Singapura yang berdekatan dengan Indonesia, pemerintah Indonesia pun mengimbau agar masyarakat waspada dan menjaga kebersihan guna mencegah penularan penyakit ini.

Cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit infeksi langka yang disebabkan oleh virus monkeypox dari golongan Orthopoxvirus. Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958, di mana ada dua wabah penyakit mirip cacar yang terjadi pada kelompok kera yang dipelihara untuk penelitian. Itulah sebabnya, penyakit ini kemudian diberi nama ‘monkeypox’.

Cacar Monyet: Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Ini - Alodokter

Pada tahun 1970, kasus monkeypox pertama kali ditemukan pada manusia di Kongo, Afrika. Sejak saat itu, monkeypox dilaporkan menyerang manusia dan menjadi penyakit endemik di beberapa negara Afrika, terutama Afrika Tengah dan Afrika Barat. Di luar Afrika, infeksi monkepox pernah ditemukan pada tahun 2003 di Amerika Serikat, dan tahun 2018 di Inggris dan Israel.

Penularan Penyakit Cacar Monyet

Virus monkeypox dapat menular melalui kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan atau luka di kulit.

Virus ini umumnya dibawa oleh hewan, seperti tikus, tupai, monyet, kelinci, anjing, dan landak. Konsumsi daging hewan liar juga merupakan salah satu cara penularan infeksi virus monkeypox dari hewan ke manusia.

Wabah penyakit cacar monyet yang pernah terjadi di Afrika berkaitan dengan kegiatan berburu, menguliti, memasak, dan mengonsumsi daging tikus dan daging monyet yang terinfeksi.

Gejala Penyakit Cacar Monyet

Seseorang dapat menunjukkan gejala penyakit cacar monyet dalam waktu sekitar 1-2 minggu setelah virus tersebut masuk ke dalam tubuhnya. Beberapa gejala penyakit cacar monyet adalah:

Setelah 1-3 hari demam, mulai muncul ruam pada kulit yang mirip dengan cacar air, yaitu kemerahan, lenting berisi cairan bening, lenting berisi nanah, atau bintil. Ruam tersebut biasanya muncul dari wajah menyebar ke seluruh tubuh.

Pengobatan dan Pencegahan Cacar Monyet

Sejauh ini belum ada pengobatan spesifik untuk penyakit cacar monyet. Penderita biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 2-4 minggu setelah terkena penyakit ini.

Pengobatan yang diberikan sejauh ini hanya untuk mengurangi gejala. Meskipun gejala cacar monyet umumnya tidak terlalu berat, sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit. Pada beberapa kasus, cacar monyet dapat mengalami perburukan kondisi, menimbulkan komplikasi, bahkan menyebabkan kematian. Namun, hal ini jarang terjadi.

Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk mencegah cacar monyet. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan salah satu langkah yang penting untuk menurunkan risiko tertular penyakit ini.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah cacar monyet:

  • Menghindari kontak dengan hewan yang dicurigai terinfeksi cacar monyet.
  • Menghindari konsumsi daging hewan liar dan daging yang tidak dimasak hingga matang.
  • Merawat dan mengisolasi penderita cacar monyet hingga dinyatakan sembuh.
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, misalnya dengan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun.
  • Menggunakan alat perlindungan diri, seperti sarung tangan dan masker, saat berdekatan dengan penderita cacar monyet.
  • Menghindari bepergian ke daerah atau negara dengan jumlah kasus cacar monyet yang tinggi.

 Pencegahan cacar monyet adalah langkah terpenting untuk menghindari penyebaran penyakit ini. Jika sudah terkena cacar monyet, pasien perlu dirawat oleh dokter di rumah sakit, agar kondisinya dapat dipantau. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah penularan cacar monyet ke orang lain.

Ditulis oleh:

dr. Dina Kusumawardhani