Cara luluran yang benar bisa membantu kulit menjadi lebih halus, cerah, dan sehat tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Dengan langkah yang tepat dan bahan yang sesuai, perawatan lulur di rumah secara rutin dapat memberikan hasil maksimal serta menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Luluran merupakan salah satu perawatan tradisional yang sangat populer untuk mengangkat sel kulit mati, membersihkan kotoran, dan menjaga kelembapan kulit. Meski terlihat mudah, masih banyak orang yang belum mengetahui urutan atau teknik luluran yang benar.

Akibatnya, kulit bisa menjadi iritasi atau hasil luluran tidak optimal. Oleh karena itu, memahami cara luluran yang benar sangat penting agar manfaat lulur bisa dirasakan sepenuhnya dan kondisi kulit tetap sehat.
Cara Luluran yang Benar agar Hasil Maksimal
Berikut ini adalah langkah-langkah luluran di rumah yang bisa Anda lakukan agar kulit bersih, lembut, dan sehat:
1. Pilih lulur sesuai jenis kulit
Sebelum mulai luluran, pilihlah produk lulur yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda. Jika kulit Anda cenderung sensitif atau mudah iritasi, pilih lulur berbahan alami seperti susu, bengkoang, kopi, atau teh hijau. Bahan-bahan ini dikenal lebih lembut di kulit dan jarang menyebabkan reaksi alergi.
Untuk kulit berminyak, pilih lulur dengan kandungan lemon atau teh hijau karena dapat membantu mengontrol minyak berlebih dan membersihkan pori-pori. Hindari lulur yang mengandung pewangi atau pewarna berlebih, sebab produk dengan bahan tambahan tersebut bisa memicu iritasi, terutama pada kulit yang sensitif.
2. Bersihkan tubuh sebelum luluran
Langkah ini sangat penting agar lulur dapat bekerja dengan efektif. Sebelum luluran, sebaiknya mandi terlebih dahulu atau bilas tubuh dengan air hangat. Air hangat membantu membuka pori-pori dan merilekskan kulit, sehingga sel kulit mati lebih mudah terangkat.
Jadi, pastikan tubuh Anda benar-benar bersih dari keringat, debu, dan minyak, agar tidak ada kotoran yang terjebak saat melakukan luluran.
3. Oleskan lulur dengan gerakan memutar
Setelah kulit dibersihkan, oleskan lulur secara merata ke seluruh permukaan tubuh, mulai dari tangan dan kaki lalu ke bagian tubuh lainnya. Lakukan gerakan menggosok memutar dengan tekanan ringan hingga sedang.
Hindari menggosok terlalu keras, terutama di kulit yang tipis atau sensitif seperti leher, dada, dan area lipatan. Gerakan memutar ini bermanfaat untuk membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus melancarkan sirkulasi darah, sehingga kulit terlihat lebih cerah dan terasa lebih halus.
4. Diamkan lulur beberapa menit
Setelah lulur merata di permukaan tubuh, biarkan lulur menempel pada kulit selama 5–10 menit. Langkah ini bertujuan agar nutrisi dan bahan aktif yang terkandung dalam lulur, seperti vitamin E atau antioksidan, dapat meresap lebih efektif ke dalam kulit.
Dengan didiamkan sejenak, lulur juga akan lebih maksimal dalam mengangkat kotoran serta memberikan sensasi relaksasi.
5. Bilas dengan air bersih
Setelah dirasa cukup, bilas tubuh menggunakan air hangat atau air suhu ruangan hingga benar-benar bersih. Pastikan tidak ada sisa lulur yang tertinggal di kulit agar pori-pori tidak tersumbat.
Hindari menggunakan air terlalu panas karena bisa membuat kulit menjadi kering. keringkan tubuh dengan handuk bersih dan lembut dengan cara menepuknya perlahan untuk menjaga kelembapan alami kulit.
6. Lanjutkan dengan pelembap
Langkah terakhir dari cara luluran yang benar adalah dengan mengoleskan pelembap setelah kulit selesai dibilas dan masih sedikit lembap. Pelembap berfungsi untuk mengunci kelembapan kulit, sehingga kulit tidak menjadi kering setelah proses luluran.
Pilih pelembap yang ringan dan sesuai dengan jenis kulit Anda, misalnya pelembap berbahan dasar gel untuk kulit berminyak atau krim yang lebih kental untuk kulit kering. Jika ingin hasil yang lebih maksimal, gunakan pelembap dengan kandungan alami, seperti aloe vera, minyak zaitun, atau shea butter.
Untuk hasil luluran yang optimal serta mencegah risiko iritasi, perhatikan beberapa tips berikut ini:
- Lakukan lulur cukup 1–2 kali seminggu agar kulit tidak kering.
- Hindari menggosok kulit terlalu keras, terutama di area leher dan lipatan tubuh.
- Pastikan tangan dan alat bantu luluran, seperti spons, sudah bersih sebelum digunakan untuk luluran.
- Segera hentikan pemakaian lulur dan bilas kulit dengan air bersih, jika kulit mengalami kemerahan, gatal, atau iritasi setelah luluran.
Merawat kulit dengan luluran sebaiknya dilakukan secara teratur, tetapi tetap disesuaikan dengan jenis kulit dan kebutuhan Anda. Pilih bahan yang tepat, jaga kebersihan alat, dan perhatikan setiap perubahan pada kulit. Jika muncul tanda iritasi atau reaksi alergi, hentikan penggunaan dan evaluasi kembali bahan yang digunakan.
Cara luluran yang benar bisa membantu Anda mendapatkan kulit yang sehat dan cerah tanpa efek samping. Jika Anda memiliki kulit sensitif, atau mengalami masalah kulit setelah luluran, sebaiknya Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran perawatan kulit yang tepat sesuai kebutuhan Anda.