Ada berbagai gangguan kesehatan yang lebih berisiko dialami ibu hamil (bumil), termasuk lebih berisiko mengalami infeksi jamur pada vagina. Selain mengganggu, jika tidak ditangani, infeksi dapat menular pada bayi. Yuk, cari tahu cara menangani dan mencegahnya.

Perubahan kadar hormon dan kadar gula tinggi, dapat menjadi penyebab infeksi jamur lebih mudah terjadi pada ibu hamil. Penyebab infeksi jamur vagina juga termasuk hubungan seksual, konsumsi obat-obatan yang kurang tepat, serta penggunaan produk pembersih vagina.
Cara Mengatasi Infeksi Jamur Vagina Saat Hamil Agar Tidak Mengganggu - Alodokter

Penanganan Infeksi Jamur yang Tepat

Orang yang mengalami infeksi jamur biasanya dapat merasakan gejala berupa rasa gatal, terbakar, keputihan atau keluarnya cairan vagina berwarna putih atau lebih gelap, serta terasa sakit saat berhubungan seksual. Infeksi jamur perlu segera ditangani, karena jika tidak, infeksi jamur ini dapat menular ke mulut bayi selama proses persalinan.

Lebih baik periksakan diri ke dokter ya untuk memastikan apakah Bumil benar-mengalami infeksi. Hindari langsung minum obat bebas sebelum konsultasi ke dokter.

Setelah dipastikan Bumil mengalami infeksi jamur, dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai, baik dalam bentuk obat minum, maupun obat oles, atau yang dimasukkan melalui vagina. Setelah diobati, infeksi ini dapat reda dalam 10 hari hingga 2 minggu. Kemudian, mungkin dokter akan memberikan produk khusus yang dapat digunakan untuk mencegah jamur datang lagi.

Namun, Bumil juga perlu mewaspadai kondisi dengan gejala yang mirip dengan infeksi jamur. Kemungkinan gejala ini disebabkan penyakit menular seksual, seperti klamidia atau vaginosis bakterialis yang perlu penanganan berbeda.

Tips Mencegah Infeksi pada Bumil

Kabar baiknya, infeksi jamur pada vagina saat hamil, sebenarnya dapat dicegah dengan cara-cara sederhana seperti berikut ini:

  • Kenakan pakaian longgar dari bahan alami

Hindari dulu mengenakan pakaian ketat, terutama yang terbuat dari serat sintetis. Lebih baik kenakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun. Selain itu, tidur tanpa celana dalam dapat meningkatkan sirkulasi udara pada bagian genital lho.

  • Gunakan pakaian kering

Bumil, hindari duduk terlalu lama dalam kondisi basah, misalnya berendam dalam bak mandi atau mengenakan pakaian renang yang basah. Setelah berenang atau berolahraga, lebih baik segera mandi dan ganti pakaian renang dengan baju kering.

  • Hindari produk beraroma

Lebih baik hindari menggunakan deterjen ataupun sabun beraroma. Selain itu hindari juga tisu toilet, sabun mandi, dan pembalut beraroma selama hamil.

  • Jangan pakai pembersih vagina

Ibu hamil lebih baik tidak menggunakan produk pembersih vagina karena justru dapat berisiko mendatangkan jamur. Selain itu, setelah buang air kecil, bilas vagina dari bagian ke depan ke belakang.

  • Batasi konsumsi yoghurt dan gula

Akan lebih baik jika Bumil membatasi konsumsi yoghurt yang mengandung Lactobacillus acidophilus dan gula, karena dapat mempercepat tumbuhnya jamur.

Nah, jangan sampai infeksi jamur mengganggu kenyamanan ya, Bumil. Segera periksakan diri ke dokter kandungan jika mengalami gejala-gejala infeksi jamur, agar mendapat penanganan yang tepat.