Nyeri vagina saat hamil adalah kondisi yang wajar terjadi. Keluhan ini biasanya dirasakan ibu hamil saat memasuki usia kehamilan trimester ketiga. Namun, dalam beberapa kondisi, bisa juga dirasakan mulai dari trimester pertama dan kedua.

Perubahan tubuh saat hamil dapat menimbulkan berbagai keluhan fisik, termasuk nyeri vagina. Meski rasanya tidak nyaman, ibu hamil tak perlu khawatir berlebihan karena sebenarnya keluhan ini masih terbilang normal.

Nyeri Vagina Saat Hamil, Apakah Normal? - Alodokter

Berbagai Penyebab Nyeri Vagina Saat Hamil

Sulit untuk mendiagnosis penyebab pasti nyeri vagina saat hamil. Namun, kondisi ini biasanya terjadi karena peningkatan volume darah dalam rahim seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.

Saat memasuki usia kehamilan trimester kedua dan ketiga, bayi sudah semakin berat dan memberikan tekanan lebih pada otot-otot panggul. Akibatnya, vagina pun tertekan dan terasa semakin tidak nyaman. Bumil tak perlu khawatir karena hal ini umum dialami saat masa kehamilan.

Infeksi vagina

Kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terkena infeksi, termasuk infeksi yang menimbulkan peradangan pada vagina (vaginitis). Pada kondisi ini, jaringan vagina yang meradang dapat menimbulkan keluhan berupa rasa nyeri atau perih.

Vagina kering

Meski jarang terjadi, perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan vagina kering. Akibatnya, Bumil bisa merasakan nyeri pada area vagina, terutama saat berhubungan seks.

Cara Mengatasi Nyeri Vagina pada Ibu Hamil

Nyeri vagina saat hamil biasanya tidak sepenuhnya hilang sampai Bumil melahirkan. Namun, ada berbagai perawatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat nyeri vagina, antara lain:

  • Perbanyak istirahat dan kurangi kegiatan berat.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega-3, seperti ikan salmon, telur, dan minyak ikan.
  • Olahraga untuk memperkuat otot panggul, perut, punggung, dan pinggul.
  • Cari posisi seks saat hamil yang lebih nyaman untuk wanita, seperti posisi wanita di atas atau women on top.
  • Lemaskan otot panggul dengan berbaring di bak mandi berisi air hangat atau mandi dengan mengalirkan air hangat pada bagian punggung. Pastikan suhu air hangat suam-suam kuku, dan bukan air panas.
  • Gunakan sabuk atau ikat pinggang khusus ibu hamil yang meringankan beban pada bagian pinggul.
  • Ingat untuk bergerak secara perlahan dan hati-hati setiap melakukan aktivitas.
  • Duduklah sebanyak mungkin pada posisi yang dirasa paling nyaman. Bila perlu, gunakan tumpuan untuk kaki.

Jika cara-cara tersebut telah Bumil lakukan namun nyeri vagina masih terasa berat, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebabnya agar bisa dilakukan penanganan yang lebih spesifik.

Dokter akan meresepkan obat yang aman untuk kehamilan dan disesuaikan dengan penyebab nyeri dan kondisi vagina. Bumil dianjurkan untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat apa pun tanpa saran dari dokter jika mengalami nyeri vagina saat hamil.

Kondisi Nyeri Vagina yang Perlu Diwaspadai

Meski umumnya nyeri vagina saat hamil merupakan hal yang normal, ada baiknya Bumil tetap waspada, terlebih jika nyeri yang ditimbulkan benar-benar mengganggu.

Pada sebagian kasus, nyeri vagina juga bisa menjadi tanda adanya kondisi yang serius, seperti keguguran, kehamilan ektopik, preeklamsia, atau persalinan prematur.

Kondisi nyeri vagina yang mengharuskan ibu hamil untuk segera memeriksakan diri ke dokter adalah jika:

  • Menjalar dari atau ke panggul, hingga sulit berjalan atau bahkan berbicara
  • Disertai sakit kepala berat
  • Disertai pembengkakan pada kaki, tangan, atau wajah yang tiba-tiba
  • Disertai demam, menggigil, atau pendarahan pada vagina

Jika nyeri vagina saat hamil terasa seperti kram dan terjadi pada usia kehamilan trimester pertama, kemungkinan besar disebabkan oleh proses rahim yang membesar. Namun, Bumil perlu waspada bila mengalami nyeri yang disertai dengan pendarahan karena bisa jadi itu merupakan tanda awal keguguran.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, segera periksakan diri ke dokter jika nyeri pada vagina tidak kunjung mereda atau bahkan bertambah buruk. Ceritakan kepada dokter mengenai apa yang Bumil rasakan agar dokter dapat menentukan jenis pemeriksaan yang diperlukan dan memberikan penanganan yang tepat.