Aroma parfum kesukaan dan masakan favorit yang dulu disukai, justru membuat ibu hamil (bumil) mual. Apalagi berbagai aroma yang tidak menyenangkan, kini tercium lebih menyengat. Apakah kondisi ini normal untuk ibu hamil? 

Tenang, Bumil tidak sendiri kok. Sebagian ibu hamil mengaku lebih sensitif terhadap bau. Tidak hanya di kehamilan trimester pertama, ibu hamil bahkan mungkin sudah dapat merasakannya sebagai salah satu tanda awal kehamilan.

Cara Tetap Nyaman Saat Bumil Lebih Sensitif Terhadap Bau - Alodokter

Tidak Ada Sebab Pasti

Ibu hamil bisa tiba-tiba membenci aroma yang tadinya disukai, atau bau tidak sedap menjadi tercium berkali-kali lipat. Beberapa ibu hamil bahkan bisa jadi membenci bau parfum atau aroma tubuh suami!

Alasan pasti ibu hamil lebih sensitif terhadap bau belum ditemukan. Tetapi, dua dugaan utamanya adalah:

  • Perubahan kadar hormon

Perubahan kadar hormon dan human chorionic gonadotropin (hCG), terutama di trimester pertama, membuat penciuman ibu hamil menjadi lebih kuat.

  • Kemampuan alami ibu

Penciuman lebih tajam diduga adalah kemampuan alami wanita hamil untuk melindungi janinnya yang rentan, terutama di kehamilan trimester pertama. Teori ini diperkuat dengan adanya penelitian yang menyebutkan bahwa penciuman ibu hamil bereaksi keras terhadap bahan-bahan yang dapat membahayakan kehamilan, seperti alkohol, rokok dan kafein.

Di samping itu gejala lain di trimester pertama, seperti mual dan muntah, juga dapat membuat bau tertentu menjadi semakin tercium menyengat atau mengganggu.

Tetap Nyaman dengan Penciuman Sensitif

Bumil, cara mengelola sensitivitas terhadap bau sebenarnya kurang lebih sama dengan cara mencegah mual dan muntah saat hamil. Berikut beberapa di antaranya:

  • Hindari dapur

Kalau memungkinkan, hindari dulu masuk ke dapur. Aneka bumbu dengan aroma kuat, seperti bawang putih, mungkin dapat akan mengganggu. Bumil bisa meminta orang lain untuk memasak atau hanya memasak makanan yang aromanya tidak terlalu menyengat.

  • Makan sering dalam porsi kecil

Untuk mengurangi efek mual saat mencium bau tertentu, disarankan mengonsumsi makanan ringan sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari. Misalnya, mengonsumsi biskuit atau kraker. Selain itu, Bumil juga dapat mengonsumsi dalam jumlah sedikit-sedikit yang dihabiskan secara perlahan.

  • Beralih ke deterjen tanpa aroma

Jika wangi deterjen, pelembut, atau pewangi pakaian membuat mual, coba untuk beralih sementara menggunakan deterjen tanpa aroma. Selain itu, sebagian ibu hamil kemungkinan masih bisa menerima aroma lemon atau mint.

  • Gunakan aroma yang menenangkan

Teteskan minyak esensial dengan aroma yang Bumil sukai pada sapu tangan. Gunakan sapu tangan ini untuk menutup hidung saat mencium aroma yang menyengat atau membuat tidak nyaman.

Jangan khawatir, sensitif terhadap bau tidak akan berlangsung selamanya kok, Bumil. Keluhan ini biasanya akan mereda di kehamilan trimester kedua dan kembali normal menjelang akhir masa kehamilan atau setelah persalinan.

Jadi, jangan sampai sensitif terhadap bau mengganggu Bumil lagi, ya. Tetaplah tenang dan jangan khawatir berlebihan. Jika memungkinkan, hindari sumber aroma dan tempat yang menimbulkan aroma yang tidak disukai, agar Bumil bisa tetap beraktivitas dengan nyaman. Bila keluhan terasa sangat mengganggu, Bumil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar dapat diberikan penanganan.