Carmed 20 adalah obat oles untuk melembapkan kulit yang kering, bersisik, dan pecah-pecah akibat eksim, psoriasis, atau keratosis. Obat ini mengandung bahan aktif urea 20% dan hanya bisa dibeli dengan resep dokter.
Urea dalam Carmed 20 merupakan zat keratolitik yang bekerja dengan cara melunakkan dan mengurangi penumpukan keratin pada lapisan terluar kulit. Dengan begitu, sel-sel kulit mati lebih mudah terangkat dan kemampuan kulit untuk menyerap kadar air meningkat. Hasilnya, kulit menjadi lebih lembap dan tidak mudah kering.

Apa Itu Carmed 20
| Bahan aktif | Urea 20% |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Emolien |
| Manfaat | Melembapkan kulit yang kering, bersisik, dan pecah-pecah |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Carmed 20 untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Oleh karena itu, obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, kecuali jika disarankan oleh dokter. | |
| Carmed 20 untuk ibu menyusui | Obat ini umumnya dapat digunakan oleh ibu menyusui selama sesuai anjuran dokter. |
| Bentuk obat | Krim |
Peringatan sebelum Menggunakan Carmed 20
Carmed 20 hanya bisa digunakan atas anjuran dokter. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Carmed 20 tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
- Informasikan dengan dokter terkait penggunaan Carmed 20 jika kulit Anda mengalami infeksi, atau terdapat luka di kulit, seperti luka bakar.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat herbal, vitamin, atau suplemen lain. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Diskusikan dengan dokter terkait penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
- Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat setelah menggunakan Carmed 20.
Dosis dan Aturan Pakai Carmed 20
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Carmed 20 untuk melembapkan kulit dari kondisi kering, bersisik, dan pecah-pecah akibat eksim (dermatitis atopik), psoriasis, atau keratosis:
- Dewasa: oleskan secukupnya 2–3 kali sehari.
Cara Menggunakan Carmed 20 dengan Benar
Carmed 20 dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Gunakan obat ini sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang terdapat pada kemasan.
Berikut ini adalah cara menggunakan krim Carmed 20 dengan benar:
- Pastikan untuk mencuci tangan sebelum menggunakan krim Carmed 20.
- Bersihkan dan keringkan terlebih dahulu area yang akan diobati dengan Carmed 20.
- Oleskan Carmed 20 secara tipis-tipis. Obat ini dapat bekerja dengan lebih baik jika area yang akan diobati masih lembab sehabis mandi.
- Jangan menutup area yang diobati dengan perban kecuali jika disarankan oleh dokter.
- Jangan sampai krim Carmed 20 mengenai area mata, hidung, atau mulut. Segera bilas dengan air jika area tersebut terkena obat ini.
- Jangan lupa untuk mencuci tangan Anda kembali setelah menggunakan Carmed 20, kecuali jika obat ini digunakan untuk mengobati area tangan.
- Gunakan krim Carmed 20 secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Jika Anda lupa, segera pakai krim ini begitu teringat.
- Simpan Carmed 20 di ruangan yang kering bersuhu 15–30 °C. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Buang obat yang sudah kedaluwarsa atau sudah tidak digunakan selama lebih dari 3 bulan setelah dibuka.
Interaksi Carmed 20 dengan Obat Lain
Berikut ini adalah interaksi obat yang dapat terjadi jika Carmed 20 digunakan dengan obat-obatan tertentu:
- Peningkatan penyerapan dan risiko terjadinya efek samping dari 5-fluorouracil untuk kanker kulit atau kortikosteroid topikal untuk radang di kulit.
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping kulit sensitif terhadap cahaya jika digunakan dengan dithranol
Agar aman, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Carmed 20 bersama obat bebas, obat resep, vitamin, atau obat herbal tertentu.
Efek Samping dan Bahaya Carmed 20
Carmed 20 dapat menyebabkan beberapa efek samping, antara lain:
- Kulit memerah
- Kulit terasa gatal dan panas
Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika efek samping di atas tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya jika muncul reaksi alergi obat, seperti biduran, sesak napas, atau bengkak di wajah, bibir, lidah, maupun tenggorokan.