Dandelion adalah tanaman yang sejak dulu banyak dimanfaatkan sebagai makanan dan obat herbal. Tumbuhan ini dapat dikonsumsi mentah, direbus, ataupun menjadi paduan salad. Namun khasiat dan efek samping dandelion perlu dicermati ulang agar justru tidak membahayakan.

Dandelion atau Taraxacum adalah bunga liar atau tumbuhan yang berasal dari Amerika Utara dan Eurasia. Pada awal abad ke-10, dandelion digunakan oleh seorang dokter Arab untuk tujuan pengobatan. Kemudian tumbuhan liar ini banyak dibudidayakan di Eropa dan Asia. Nama dandelion sendiri berasal dari bahasa Perancis yang berarti “gigi singa”.

Cermati Apakah Manfaat Dandelion Secantik Bentuknya - Alodokter

Daun dandelion adalah makanan bersifat rendah lemak dan karbohidrat, namun merupakan salah satu sumber nabati yang paling kaya akan beta karoten yang memproduksi vitamin A. Dandelion juga merupakan sumber serat, kalium, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, tiamin, folat, riboflavin, serta vitamin C, D, E, dan K.

Klaim Manfaat Dandelion dari Benih Hingga Akar

Tumbuhan ini diklaim mengandung banyak manfaat, di antaranya:

  • Dandelion diduga memiliki manfaat baik untuk membantu menjaga kadar gula darah pada penderita penyakit diabetes tipe 2.
  • Tanaman ini diklaim dapat menangani sakit perut, nyeri sendi, eksim, memar, nyeri otot, hilang nafsu makan, infeksi virus, hingga kanker.
  • Daun dan akar dandelion dahulu diolah dengan direbus untuk untuk menangani gangguan hati, sakit perut, dan nyeri ulu hati.
  • Di Tiongkok, Amerika Utara, dan Eropa, dandelion banyak digunakan sebagai tumbuhan herbal untuk menangani gangguan hati, diuretik, dan infeksi.
  • Bunga dandelion memiliki kandungan antioksidan, sehingga tanaman herba ini dipercaya dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Dandelion segar maupun kering digunakan untuk meningkatkan nafsu makan.
  • Akar dandelion mungkin dapat berperan menjadi laksatif atau pencahar alami.
  • Dandelion dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.
  • Daunnya yang kaya vitamin A, C, K, mineral, kalsium, mangan, zat besi, dan kalium cocok menjadi paduan salad dan roti lapis yang sehat.
  • Akar dandelion yang dipanggang dapat digunakan untuk menyeduh kopi dengan hasil kopi yang bebas kafein. Dandelion juga banyak digunakan dalam pembuatan anggur atau wine.

Akan tetapi, setelah dicermati lebih lanjut, penelitian tentang manfaat dandelion untuk menangani berbagai kondisi medis pada umumnya diterapkan hanya pada binatang dan belum pada manusia. Ditambah lagi, sebenarnya tidak semua hewan yang diuji coba menunjukkan efek positif.

Efek Samping Dandelion

Meski disebut-sebut telah digunakan sejak masa prasejarah sebagai bahan obat herbal, tapi sebenarnya hanya sedikit bukti medis yang mengesahkan manfaat dandelion. Sebaliknya, jika dikonsumsi dengan tidak tepat, dandelion justru berisiko mendatangkan beberapa efek samping. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Reaksi alergi
    Dandelion mengandung yodium dan lateks yang dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi, terutama bagi orang yang alergi terhadap tanaman sejenisnya, antara lain ragweed, chrysanthemums, marigold, chamomile, feverfew, yarrow, dan tanaman lain dalam keluarga Asteraceae seperti bunga matahari dan bunga aster.
  • Dermatitis kontak
    Pada orang dengan kulit sensitif, dandelion dapat menyebabkan dermatitis kontak. Efek samping dandelion yang satu ini bergejala kulit gatal-gatal dan ruam.
  • Menurunkan kesuburan pria
    Mengonsumsi dandelion dalam jumlah besar diduga dapat mengurangi tingkat kesuburan pria. Studi pada hewan di laboratorium menunjukkan bahwa dandelion dapat mengurangi produksi dan kualitas sperma, namun efek ini pada manusia belum dapat dipastikan.

Hal ini bukan berarti bahwa Anda sama sekali tidak perlu mengonsumsi dandelion. Beberapa panduan di bawah ini diharapkan dapat menjadi patokan dalam mengonsumsinya, yaitu:

  • Sebaiknya batasi konsumsi dandelion pada wanita hamil dan menyusui, karena efeknya belum diketahui secara pasti.
  • Waspadai munculnya reaksi interaksi obat ketika dandelion dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain, misalnya
  • Penderita infeksi kandung empedu dan penyumbatan saluran empedu disarankan untuk tidak mengonsumsi dandelion.
  • Orang dengan hemokromatosis tidak disarankan mengonsumsi dandelion, karena kandungan zat besi di dalamnya.
  • Pastikan kualitas tanah yang digunakan untuk menanam tanaman ini baik, karena dandelion menyerap logam berat seperti timbal, nikel, tembaga, kadmium, pestisida, dan zat lain dari lingkungan sekitarnya.

Kini dandelion banyak diolah dan dikemas menjadi suplemen berbentuk tablet, pil, dan teh. Namun, dandelion dalam bentuk alaminya lebih baik dibandingkan produk olahannya. Dosis yang tepat bagi tiap orang tergantung pada usia dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Oleh sebab itu, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsi dandelion, dan taati aturan pakainya.