Ini Fakta Flavonoid yang Perlu Anda Ketahui

Tahukah Anda apa itu flavonoid? Flavonoid adalah kelompok senyawa bioaktif yang banyak ditemukan pada bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Flavonoid serupa dengan antioksidan, yang memiliki beragam manfaat untuk tubuh Anda, seperti dapat memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas. Suplemen flavonoid juga diduga bisa mengurangi risiko kanker, hipertensi, dan diabetes.

Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber makanan yang baik untuk Anda. Hal itu dikarenakan, baik sayuran dan buah-buahan kaya akan kandungan flavonoid.

Alodokter - SoMan Article 1 - Ini Fakta Flavonoid yang Perlu Anda Ketahui

Ini Sumber Makanan yang Mengandung Flavonoid

Anda mungkin telah mengetahui manfaat antioksidan, vitamin C, vitamin E, dan beta karoten yang baik untuk tubuh Anda, bukan? Sama seperti antioksidan, flavonoid memiliki manfaat dan peranan besar bagi kesehatan tubuh Anda.

Lalu, sumber makanan apa saja yang banyak mengandung senyawa flavonoid tersebut? Beberapa makanan dan minuman yang dipercaya mengandung senyawa luar biasa ini, seperti:

  • Rosella
    Ekstrak rosella dipercaya baik untuk mengobati kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes tipe 2. Akan tetapi, penggunaan herbal ini sebagai pengobatan masih perlu diteliti lebih lanjut karena belum terdapat studi yang memadai pada manusia untuk menilai keamanan, dosis efektif, dan efek sampingnya bagi kesehatan.
  • Apel
    Di dalam buah apel terkandung flavonoid yang bernama quercetin. Kandungan senyawa ini memungkinkan Anda untuk tidak sering berkunjung ke dokter untuk berobat. Quercetin tersebut dikatakan dapat mencegah serangan jantung, mencegah katarak, mengendalikan asma, dan mempercepat penyembuhan kenaikan asam lambung Anda. Namun penelitian ini masih terbatas pada hewan. Efek senyawa quercetin terhadap kesehatan jantung pada manusia belum diteliti dan masih memerlukan studi lebih lanjut.
  • Anggur merah
    Minuman anggur merah atau red wine ini rupanya kaya akan kandungan flavonoid yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Jika memang Anda bukanlah seorang peminum, Anda dapat memperoleh manfaat ini dengan meminum jus anggur yang berwarna ungu. Kandungan flavonoid ini terdapat pada zat warna kulit anggur merah.
  • Sirsak
    Buah yang banyak tumbuh di daerah tropis ini mengandung antioksidan seperti fenol (sejenis flavonoid), potasium, vitamin C, E. Kandungan ini dikatakan berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti kanker dan hipertensi. Antioksidan pada sirsak juga dapat membantu mengurangi radikal bebas. Meskipun dianggap baik, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan efek pengobatan, dosis efektif, dan efek samping penggunaan suplemen ini pada manusia.
  • Belimbing wuluh
    Buah yang bernama latin Averrhoa Bilimbi ini tinggi Vitamin C, asam oksalat, tannin, asam amino, dan antioksidan seperti flavonoid. Tanaman tradisional ini dipercaya bermanfaat untuk mengobati hipertensi, kolesterol tinggi, kanker, dan diabetes. Namun efek ini masih terbatas pada penelitian pada hewan. Maka dari itu, perlu studi lebih lanjut untuk menentukan dosis efektif dan efek samping penggunaannya pada manusia. Selain itu, buah ini mengandung banyak asam oksalat yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memperberat kondisi gagal ginjal akut.
  • Kacang kedelai
    Salah satu sumber flavonoid yang tinggi terdapat pada kacang kedelai. Beberapa penelitian terakhir menyatakan bahwa kacang kedelai diduga memiliki manfaat dalam mencegah kanker payudara, membantu mengurangi kadar gula darah pada diabetes, mengurangi kolesterol, dan membantu mengurangi gejala menopause. Namun fakta ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Selain itu, flavonoid juga banyak ditemukan pada sumber makanan atau minuman lain seperti teh hijau, jeruk, pare, rempah-rempah, dan biji-bijian.

Manfaat dan Risiko Flavonoid untuk Anda

Bioflavonoid atau flavonoid ternyata memiliki beragam manfaat yang luar biasa untuk tubuh Anda. Beberapa manfaat tersebut, di antaranya:

  • Sebagai bantuan untuk meningkatkan efek vitamin C dan antioksidan yang sangat baik untuk tubuh.
  • Dapat membantu mengobati alergi, infeksi virus, arthritis, dan kondisi peradangan tertentu.
  • Dapat memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas.
  • Diduga mampu meningkatkan suasana hati Anda yang diakibatkan oleh gangguan mood, mudah marah, dan beberapa hal yang menandai adanya depresi.
  • Berdasarkan data yang ada, mengonsumsi flavonoid diduga dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
  • Studi mengenai manfaat flavonoid tersebut sejauh ini masih banyak yang terbatas pada studi terhadap hewan. Data dari penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini kemungkinan dapat mengurangi risiko terkena kanker, penyakit jantung, asma, dan juga stroke. Tetapi data ini masih perlu didukung dengan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Kendati memiliki manfaat bagi tubuh, sebaiknya konsumsi suplemen flavonoid dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika seseorang memiliki kondisi medis tertentu seperti; alergi terhadap kandungan produk suplemen flavonoid, atau Anda yang mengonsumsi obat-obatan tertentu karena efek interaksi obatnya belum diketahui. Hingga saat ini juga belum terdapat penelitian yang menjamin keamanan penggunaan suplemen flavonoid pada bayi, anak-anak, dan ibu hamil atau menyusui. Maka dari itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen flavonoid.

Selain memberikan manfaat, rupanya senyawa flavonoid juga memiliki risiko, seperti:

  • Kandungan senyawa flavonoid rupanya dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat yang diresepkan oleh dokter, hal ini bisa berbahaya bagi kesehatan Anda. Misalnya kandungan flavonoid naringenin yang dapat ditemukan di jeruk bali, terbukti dapat mengganggu kinerja obat. Tidak disarankan mengonsumsi obat-obatan yang dibarengi dengan sari jeruk bali tanpa saran dari dokter.
  • Jangan hanya mengonsumsi suplemen yang mengandung flavonoid saja, tanpa mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung nutrisi lainnya yang baik untuk tubuh Anda, seperti vitamin, mineral, dan juga serat.
  • Suplemen yang mengandung flavonoid mungkin memiliki dosis kandungan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan flavonoid yang terkandung di dalam sayuran dan buah-buahan. Ada baiknya Anda memperoleh flavonoid dengan memakan buah dan sayuran secara langsung.
  • Konsumsi suplemen flavonoid yang berlebihan rupanya tidak dianjurkan. Flavonoid dalam dosis tinggi yang masuk ke dalam tubuh Anda justru berbahaya, dan dampak buruknya lebih cenderung terjadi dibandingkan manfaatnya. Senyawa flavonoid juga dapat menembus plasenta sehingga zat ini berpotensi memberi dampak pada janin. Pastikan untuk mengikuti dosis dan aturan pakai dalam mengonsumsi suplemen flavonoid.

Apabila Anda tertarik untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung flavonoid, pastikan produk tersebut layak dikonsumsi dan telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika Anda merasa ragu mengenai manfaat dan risiko mengenai suplemen flavonoid bagi kesehatan Anda, jangan ragu untuk selalu konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran terbaik.