Chemical peeling menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi flek hitam, pigmentasi, dan kulit kusam. Prosedur ini tidak hanya populer di kalangan wanita, tapi juga pria usia produktif yang ingin memiliki kulit lebih bersih dan sehat, serta warna kulit tampak merata. 

Chemical peeling adalah metode eksfoliasi menggunakan bahan kimia khusus, seperti asam glikolat, asam salisilat, atau asam trikloroasetat, untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit. Prosedur ini dilakukan oleh dokter kulit atau tenaga medis terlatih di klinik, karena penentuan jenis dan konsentrasi bahan kimia harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit Anda.

Chemical Peeling, Ini Jenis dan Manfaatnya - Alodokter

Proses chemical peeling meliputi beberapa tahapan utama. Pertama, kulit wajah dibersihkan secara menyeluruh, lalu larutan kimia dioleskan ke area kulit yang ditargetkan. Setelah menunggu sesuai waktu yang ditentukan, larutan dibersihkan dan netralisasi dilakukan bila perlu.

Dalam beberapa hari, kulit akan mengelupas dan digantikan lapisan baru yang lebih sehat dan cerah. Chemical peeling biasanya dilakukan dalam beberapa sesi, dengan interval 2–4 minggu, tergantung kondisi kulit dan jenis masalah yang ingin ditangani.

Jenis-Jenis Chemical Peeling

Jenis-jenis chemical peeling dibedakan berdasarkan kedalaman pengelupasan dan bahan kimia yang digunakan. Berikut penjelasannya:

1. Superficial peel (peeling permukaan) 

Superficial peel atau peeling permukaan merupakan jenis chemical peeling yang paling ringan. Prosedur ini biasanya menggunakan asam ringan, seperti asam alfa hidroksi (AHA), misalnya asam glikolat atau asam laktat, dengan konsentrasi rendah. 

Larutan kimia hanya bekerja di lapisan terluar kulit (stratum korneum) untuk mengangkat sel kulit mati dan membantu mempercepat regenerasi sel kulit baru.

Prosedur ini cocok untuk mengatasi masalah kulit ringan, seperti flek hitam akibat paparan sinar matahari, warna kulit tidak merata, atau kulit kusam. Proses penyembuhan pada superficial peel relatif cepat, biasanya hanya menyebabkan kemerahan ringan dan pengelupasan tipis selama 3–7 hari. 

Perawatan ini aman untuk hampir semua jenis kulit dan bisa dilakukan secara berkala, setiap 2–4 minggu sekali.

2. Medium peel (peeling menengah) 

Medium peel menggunakan asam dengan konsentrasi lebih tinggi, seperti asam trikloroasetat (TCA) pada kadar sedang (sekitar 20–35%). Larutan kimia ini dapat menembus lapisan kulit lebih dalam, yaitu hingga lapisan tengah epidermis, sehingga mampu memberikan efek yang lebih nyata.

Jenis peeling ini efektif untuk pigmentasi sedang, bintik cokelat akibat penuaan, bekas jerawat, melasma, hingga tekstur kulit yang tidak rata. Perawatan medium peel biasanya menimbulkan kemerahan, pengelupasan kulit lebih tebal, dan terkadang bengkak ringan selama 7–14 hari. 

Anda juga disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung setelah prosedur ini. Medium peel umumnya memerlukan downtime yang lebih lama dibanding superficial peel dan harus dilakukan oleh dokter berpengalaman untuk mencegah komplikasi.

3. Deep peel (peeling dalam)

Deep peel adalah chemical peeling yang bekerja hingga ke lapisan kulit terdalam, yaitu seluruh epidermis dan mencapai dermis retikular. Untuk prosedur ini, dokter menggunakan larutan kimia yang sangat kuat, contohnya fenol atau asam trikloroasetat dengan konsentrasi tinggi. 

Deep peel efektif untuk mengatasi kerutan dalam, bekas luka parah, bekas jerawat berat, dan bahkan beberapa jenis lesi prakanker pada kulit.

Prosedur deep peel memerlukan persiapan khusus dan pengawasan medis ketat, karena efek samping dan risiko komplikasinya lebih tinggi. Penyembuhan biasanya memakan waktu lebih lama, dapat mencapai beberapa minggu, dan kulit akan mengalami kemerahan intens, bengkak, serta pengelupasan kulit yang lebih signifikan. 

Deep peel umumnya hanya dilakukan satu kali, dengan hasil yang lebih efektif. Namun, prosedur ini tidak disarankan untuk semua orang, terutama pada kulit gelap karena perubahan warna kulit.

Manfaat Chemical Peeling 

Manfaat chemical peeling sudah terbukti secara medis, terutama jika dilakukan oleh profesional. Berikut adalah keunggulannya:

1. Mengurangi flek hitam dan pigmentasi

Chemical peeling bekerja dengan mengangkat lapisan kulit yang mengandung kelebihan melanin, sehingga noda, seperti flek hitam, melasma, atau bekas jerawat tampak lebih pudar. Prosedur ini efektif untuk pigmentasi ringan hingga sedang, terutama jika dilakukan berulang sesuai anjuran dokter.

2. Mencerahkan kulit kusam

Larutan kimia dapat menstimulasi pergantian sel kulit, sehingga sel mati tergantikan oleh sel baru yang lebih segar. Hasilnya, wajah tampak lebih cerah, segar, dan tidak lagi terlihat kusam.

3. Menghaluskan tekstur kulit

Manfaat chemical peeling selanjutnya adalah meratakan permukaan kulit, menyamarkan pori-pori besar, dan mengurangi kulit yang terasa kasar. Dengan begitu, kulit pun terasa halus dan tampak lebih sehat.

4. Memudarkan bekas jerawat

Pengelupasan terkontrol pada chemical peeling mampu membantu mengangkat jaringan kulit yang mengalami hiperpigmentasi pascainflamasi (PIH) akibat jerawat. Warna merah atau cokelat pada bekas jerawat perlahan memudar dan warna kulit jadi tampak rata.

5. Merangsang peremajaan kulit

Chemical peeling juga menstimulasi produksi kolagen baru di bawah permukaan kulit, sehingga kulit menjadi lebih kenyal dan elastis. Efek ini membantu mengurangi tanda penuaan dini dan menjaga kulit tampak awet muda.

Efek Samping Chemical Peeling

Walaupun chemical peeling tergolong aman jika dilakukan dengan benar, Anda perlu mengetahui beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari prosedur ini:

  • Kemerahan, iritasi, atau rasa perih, beberapa hari setelah tindakan
  • Pengelupasan kulit
  • Penggelapan kulit sementara atau terbentuk koreng kecil
  • Risiko infeksi 
  • Perubahan warna kulit permanen jika perawatan tidak tepat
  • Muncul flek hitam baru, terutama pada warna kulit lebih gelap atau penggunaan larutan terlalu kuat
  • Reaksi alergi pada individu tertentu

Keamanan chemical peeling sangat ditentukan oleh keahlian dokter, pilihan bahan kimia, serta kepatuhan pasien dalam perawatan sebelum dan sesudah prosedur. Selain itu, Anda juga harus memahami kelompok yang boleh melakukan chemical peeling dan siapa saja yang tidak diperbolehkan. 

Berikut ini adalah kelompok yang boleh melakukan chemical peeling:  

  • Pria dan wanita dewasa usia 18–45 tahun yang mengalami flek hitam, pigmentasi, atau kulit kusam
  • Remaja yang memiliki bekas jerawat membandel
  • Orang dengan tekstur kulit kasar, pori-pori besar, atau warna kulit tidak merata akibat paparan sinar matahari
  • Individu aktif yang ingin mendapatkan kulit sehat dan tampil percaya diri

Sementara itu, chemical peeling sebaiknya dihindari oleh:

  • Orang dengan infeksi kulit aktif, misalnya herpes dan impetigo
  • Ibu hamil, terutama untuk jenis peeling tertentu
  • Penderita eksim atau psoriasis berat di wajah
  • Individu yang memiliki riwayat alergi berat terhadap bahan peeling

Perawatan Sebelum dan Sesudah Chemical Peeling

Agar manfaat chemical peeling optimal dan aman, ikuti langkah perawatan sebelum dan sesudah chemical peeling berikut:

  • Hindari penggunaan produk berbasis retinol/tretinoin, minimal 1 minggu sebelum tindakan.
  • Jangan lakukan waxing, dermabrasi, atau prosedur laser pada wajah, 1–2 minggu sebelum perawatan.
  • Setelah peeling, gunakan pelembap lembut dan sunscreen minimal SPF 30 untuk melindungi kulit baru.
  • Jangan mencabut atau memaksa mengelupas kulit yang sudah kering.
  • Gunakan obat topikal atau antihistamin sesuai petunjuk dokter jika muncul keluhan gatal, kering, atau perih.
  • Segera konsultasikan ke dokter jika muncul tanda infeksi seperti nanah, nyeri hebat, atau demam.

Selain chemical peeling, beberapa perawatan berikut bisa menjadi kombinasi untuk hasil lebih optimal:

  • Laser, yang membantu mengatasi flek hitam dan merangsang peremajaan kulit
  • PRP (platelet rich plasma), yaitu stimulasi kolagen untuk kulit lebih kencang
  • Krim vitamin C atau serum antioksidan, untuk mendukung hasil peeling dan mempercepat pemulihan

Hasil chemical peeling umumnya terlihat dalam 1–2 minggu setelah prosedur, khususnya untuk kasus yang ringan. Pada kasus pigmentasi atau bekas jerawat yang lebih berat, biasanya dibutuhkan beberapa sesi dengan jarak 2–4 minggu antar sesi. Hasil maksimal cenderung didapatkan dalam waktu sekitar 2–3 bulan, tergantung jenis peeling, kondisi kulit, dan kepatuhan Anda dalam menjalankan perawatan.

Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang chemical peeling atau mempertimbangkan prosedur ini, manfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan penjelasan langsung dari dokter kulit. Anda juga disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila memiliki kondisi kulit tertentu sebelum melakukan chemical peeling.