Peeling adalah prosedur perawatan kulit yang dilakukan untuk mengangkat atau menghilangkan sel kulit mati dan menggantinya dengan lapisan kulit baru. Prosedur perawatan ini digunakan untuk memperbaiki penampilan, keindahan, dan kebersihan area kulit wajah, leher, atau lengan.

Peeling merupakan salah satu prosedur perawatan kulit yang umum dilakukan. Prosedur perawatan ini dilakukan dengan menggunakan larutan kimia yang dioleskan di area kulit yang akan menjalani perawatan. Jenis larutan kimia yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi kulit pasien dan jenis peeling yang akan dilakukan. Larutan kimia tersebut akan menyebabkan lapisan kulit terkelupas, namun akan tumbuh kembali dan digantikan dengan sel kulit baru yang lebih halus dan lebih muda. Prosedur peeling umumnya dilakukan oleh dokter kulit.

Informasi tentang Peeling yang Perlu Anda Tahu - Alodokter

Indikasi Peeling

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang menjalani perawatan kulit dengan metode peeling, antara lain:

  • Kerutan yang disebabkan oleh penuaan (keriput) dan sinar matahari.
  • Garis halus di bawah mata dan di sekitar mulut.
  • Beberapa jenis jerawat dan bekas jerawat.
  • Hiperpigmentasi, yaitu kondisi ketika bercak pada kulit lebih gelap dari kulit sekitarnya.
  • Warna kulit tidak merata.
  • Kerusakan kulit akibat sinar matahari.
  • Bekas luka ringan pada wajah.
  • Pori-pori melebar.
  • Keratosis seboroik.
  • Kutil.
  • Milia.

 Peringatan:

  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat menderita herpes atau sedang mengalami infeksi yang disebabkan bakteri, virus, atau jamur.
  • Beri tahu dokter jika memiliki luka terbuka.
  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat peradangan kulit, seperti psoriasis atau eksim atopik.
  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat atau sedang mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan kulit menjadi sensitif selama 6 bulan terakhir, misalnya isotretinoin.
  • Hindari dan beri tahu dokter jika menderita kanker kulit, terutama kanker kulit melanoma di bagian wajah (facial melanoma).
  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat terbentuk jaringan parut abnormal dan keloid (bekas luka), terutama untuk pasien peeling kategori sedang dan berat.
  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat penyakit jantung, ginjal, atau hati.

Sebelum Peeling

Ada beberapa proses pemeriksaan yang akan dilalui sebelum pasien menjalani prosedur peeling, antara lain:

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan. Pada tahap ini, dokter akan mengajukan pertanyaan tentang jenis penyakit yang pernah diderita, termasuk penyakit turunan yang mungkin dimiliki pasien. Selain itu, dokter juga akan memeriksa riwayat obat yang sedang dikonsumsi dan gaya hidup yang dijalani pasien.
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kondisi kulit pasien dan area kulit yang akan menjalani perawatan. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengidentifikasi karakter kulit (warna, kelembapan, ketebalan kulit) dan menentukan jenis peeling yang akan dilakukan.
  • Diskusi. Setelah pasien menjalani proses pemeriksaan, dokter akan menjelaskan tentang prosedur peeling yang akan dilakukan dan risiko yang mungkin terjadi. Pastikan pasien telah memahami prosedur perawatan yang akan dijalankan, waktu yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan, dan hasil yang akan diterima pasien.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu dilakukan pasien sebelum menjalani peeling, antara lain:

  • Hindari paparan sinar matahari dan gunakan tabir surya secara rutin setidaknya 4 minggu sebelum menjalani peeling untuk mencegah risiko hipopigmentasi atau hiperpigmentasi pada area kulit yang menjalani perawatan.
  • Menggunakan obat pencerah kulit (hydroquinone) sebelum atau setelah peeling untuk mencegah risiko kulit menjadi gelap.
  • Untuk pasien yang akan menjalani peeling dangkal (superficial peeling) dan sedang (medium peeling), dokter akan menganjurkan pasien menggunakan krim retinoid, seperti tretinoin (Renova atau Retin-A) sebelum menjalani perawatan, untuk mempercepat proses penyembuhan.
  • Untuk pasien yang memiliki riwayat infeksi herpes di sekitar mulut, dokter akan memberikan obat antivirus untuk dikonsumsi sebelum dan setelah peeling guna mencegah infeksi aktif kembali.
  • Hindari prosedur perawatan kecantikan, seperti pijat dan lulur wajah, serta menghilangkan bulu di wajah (waxing), setidaknya seminggu sebelum peeling.
  • Mengajak anggota keluarga atau rekan untuk menemani pasien dan mengantarkan pasien pulang, karena dokter mungkin akan menggunakan obat penenang untuk pasien peeling kategori sedang atau berat.

Jenis Peeling

Peeling umumnya terdiri atas tiga jenis yang dibedakan berdasarkan kedalamannya. Ketiga jenis peeling tersebut adalah:

  • Peeling dangkal (superficial chemical peeling). Peeling yang dilakukan untuk menghilangkan sel kulit mati pada lapisan terluar kulit (epidermis). Jenis peeling ini biasanya digunakan untuk mengatasi warna kulit tidak merata, kulit kering, jerawat, dan garis halus. Peeling dangkal menggunakan larutan kimia asam salisilat, asam glikolat, atau asam maleat.
  • Peeling sedang (medium chemical peeling). Peeling yang dilakukan untuk menghilangkan sel kulit mati dari lapisan epidermis dan bagian atas demis, yaitu lapisan di bawah epidermis. Jenis peeling ini biasanya digunakan untuk mengatasi bekas jerawat, kerutan wajah, dan warna kulit tidak merata. Peeling sedang menggunakan larutan kimia asam trikloroasetat atau asam glikolat.
  • Peeling dalam (deep chemical peeling). Peeling yang dilakukan untuk menghilangkan sel kulit mati pada lapisan epidermis dan bagian tengah hingga bawah lapisan dermis. Jenis peeling ini biasanya bertujuan untuk mengatasi kerutan wajah yang lebih dalam, kerusakan kulit akibat sinar matahari, bekas luka, atau pertumbuhan kelainan kulit pra-kanker. Peeling dalam menggunakan larutan kimia asam karbolat (fenol) yang dapat menyerap hingga ke lapisan dermis kulit pasien. 

Prosedur Peeling

Langkah-langkah dalam prosedur peeling tergantung kepada jenis peeling yang akan dilakukan.

  • Peeling dangkal (superficial chemical peeling). Langkah prosedur peeling dangkal atau ringan adalah sebagai berikut:
    • Sebagai langkah awal, dokter akan membersihkan wajah pasien.
    • Selanjutnya, dokter akan mengoleskan asam salisilat atau asam glikolat pada area kulit pasien dengan menggunakan kuas, kasa, kapas, atau spons.
    • Dokter akan membiarkan larutan tersebut selama beberapa menit. Pasien mungkin akan merasakan sedikit sensasi seperti tersengat selama proses ini.
    • Setelah area kulit mulai memutih, dokter akan membersihkan area kulit tersebut dengan cairan penetral (neutralizer).
  • Peeling sedang (medium chemical peeling). Langkah prosedur peeling sedang adalah sebagai berikut:
    • Dokter akan membersihkan wajah pasien lebih dahulu.
    • Asam trikloroasetat atau asam glikolat akan dioleskan pada area kulit pasien. Pasien akan merasakan sensasi terbakar dan sengatan selama tahap ini.
    • Area kulit yang menjalani perawatan akan berubah warna menjadi abu-abu keputih-putihan.
    • Selanjutnya, dokter akan membersihkan larutan kimia tersebut dan menetralkan area kulit dengan kompres dingin.
    • Area kulit pasien mungkin akan berubah menjadi merah atau cokelat pada beberapa hari setelah peeling. Proses pengelupasan umumnya terjadi 48 jam setelah peeling dan proses pengelupasan ini berlangsung selama seminggu. Sangat penting untuk menjaga kulit tetap lembap selama proses pengelupasan.
  • Peeling dalam (deep chemical peeling). Langkah prosedur peeling dalam adalah sebagai berikut:
    • Pasien akan diberi obat penenang dan obat bius lokal untuk membuat area kulit wajah mati rasa.
    • Selanjutnya, dokter akan menjalani proses pembersihan wajah secara bertahap.
    • Dokter akan mengoleskan asam karbolat (fenol) dengan jeda waktu setiap 15 menit.
    • Dokter akan membersihkan dan menetralisir area kulit pasien dengan air.
    • Kemudian, dokter akan mengoleskan obat salep pada kulit pasien untuk mencegah kulit kering dan rasa nyeri.

Setelah Peeling

Dokter umumnya memperbolehkan pasien pulang setelah menjalani peeling dan tidak memerlukan rawat inap. Namun, kondisi yang dialami pasien setelah peeling dan lamanya proses penyembuhan tergantung kepada jenis peeling yang dilakukan.

  • Peeling dangkal (superficial chemical peeling).
    • Pasien akan mengalami kulit kemerahan, kering, dan iritasi ringan,
    • Proses penyembuhan biasanya berlangsung sekitar 1-7 hari setelah peeling dilakukan.
    • Hasil peeling dangkal biasanya akan semakin meningkat jika dilakukan berulang.
  • Peeling sedang (medium chemical peeling)
    • Pasien akan mengalami kemerahan dan pembengkakan pada area kulit yang menjalani perawatan. Dokter mungkin akan memberikan salep pelindung, seperti petroleum jelly, untuk mengatasi gangguan yang terjadi pada area kulit. Pasien juga dapat menggunakan kompres es untuk meredakan rasa terbakar yang mungkin dialami.
    • Jika dokter mengizinkan, pasien juga dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen atau diclofenac, untuk mengatasi rasa nyeri.
    • Proses penyembuhan umumnya berlangsung sekitar 7-14 hari, namun kemerahan dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
  • Peeling dalam (deep chemical peeling)
    • Pasien akan mengalami pembengkakan, kulit kemerahan, dan ketidaknyamanan selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Pasien juga akan merasakan sensasi terbakar dan berdenyut. Untuk mengatasi rasa nyeri, dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit. Pembengkakan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu, namun kulit pasien akan tetap memerah setidaknya hingga 3 bulan.
    • Area kulit yang menjalani perawatan akan menumbuhkan kulit baru dalam waktu sekitar 2 minggu, meskipun bintik putih mungkin tetap muncul selama beberapa minggu.
    • Pasien dianjurkan untuk tetap di rumah selama proses penyembuhan. Pasien biasanya dapat kembali menjalani aktivitas normal sekitar 2 minggu setelah peeling.
    • Hasil peeling dalam umumnya lebih terang atau lebih gelap dari kulit normal dan dapat bertahan hingga 10 tahun.

Setiap pasien yang baru menjalani peeling, sebaiknya menghindari paparan sinar matahari selama beberapa bulan hingga lapisan kulit baru menutupi area peeling. Hal ini dikarenakan lapisan kulit baru masih rentan terhadap sinar matahari.

Risiko Peeling

Peeling biasanya merupakan tindakan  yang aman, tetapi tiap prosedur medis pasti memiliki risiko komplikasi, meski tidak selalu terjadi. Berikut ini adalah risiko yang ada di balik prosedur peeling:

  • Perubahan warna kulit. Peeling menyebabkan area kulit yang menjalani perawatan menjadi lebih gelap atau lebih terang dibandingkan kulit normal. Kondisi ini lebih umum terjadi pada pasien dengan warna kulit lebih gelap dan dapat bersifat permanen.
  • Bekas luka. Peeling dapat menimbulkan bekas luka, meskipun jarang terjadi. Bekas luka biasanya muncul di bagian bawah wajah. Antibiotik dan kortikosteroid dapat digunakan untuk mengurangi tampilan bekas luka tersebut.
  • Infeksi. Untuk pasien dengan riwayat herpes simpleks, peeling dapat menyebabkan virus herpes aktif kembali. Peeling juga dapat menyebabkan infeksi bakteri atau jamur, meskipun jarang terjadi.
  • Gangguan jantung, ginjal, atau hati. Prosedur peeling dalam (deep peeling) menggunakan asam karbolat (fenol) yang dapat menyebabkan kerusakan pada otot jantung dan aritmia. Larutan kimia ini juga menyebabkan gangguan pada ginjal dan hati. Untuk membatasi paparan asam karbolat dalam tubuh, larutan tidak langsung dihabiskan tetapi diberikan dengan jeda waktu 15 menit

Salah satu hal yang perlu diingat adalah hasil peeling mungkin tidak permanen. Faktor pertambahan usia dapat menyebabkan garis halus pada wajah kembali muncul. Selain itu, paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan perubahan warna kulit.