Ciproipha adalah antibiotik untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, pernapasan, serta kulit dan jaringan lunak. Obat ini mengandung ciprofloxacin dan tersedia dalam bentuk infus.
Ciproipha mengandung ciprofloxacin, yaitu antibiotik dari golongan quinolone yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri penyebab infeksi. Berkat cara kerjanya, obat ini dapat membantu meredakan gejala sekaligus mengatasi sumber infeksi.

Ciproipha umumnya digunakan untuk infeksi yang cukup berat atau yang tidak membaik dengan antibiotik lain. Perlu diingat, obat ini tidak efektif untuk mengobati infeksi akibat virus, seperti flu atau batuk pilek.
Apa Itu Ciproipha
| Bahan aktif | Ciprofloxacin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik jenis quinolone |
| Manfaat | Mengatasi infeksi bakteri |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia sesuai anjuran dokter |
| Ciproipha untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Ciproipha untuk ibu menyusui | Umumnya, obat ini aman digunakan oleh ibu menyusui bila memang diperlukan sesuai anjuran dokter. Bila memungkinkan, tunda menyusui hingga 3–4 jam setelah mengonsumsi obat yang mengandung ciprofloxacin. |
| Bentuk obat | Infus |
Peringatan sebelum Menggunakan Ciproipha
Ciproipha harus digunakan sesuai resep dokter. Sebelum menggunakannya, perhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap ciprofloxacin atau antibiotik quinolone lain.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit liver, gangguan irama jantung (aritmia), atau kelainan elektrolit, seperti hipokalemia atau hipomagnesemia.
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat gangguan saraf, epilepsi, atau kondisi yang dapat memicu kejang.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda atau keluarga memiliki riwayat gangguan jantung atau kematian mendadak pada usia muda.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal, untuk mencegah interaksi obat.
- Hindari paparan sinar matahari berlebihan selama menggunakan obat ini karena kulit dapat menjadi lebih sensitif.
- Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan obat ini.
Dosis dan Aturan Pakai Ciproipha
Ciproipha infus digunakan untuk infeksi yang lebih berat atau ketika pasien tidak dapat mengonsumsi obat secara oral. Pemberian dilakukan oleh tenaga medis di rumah sakit dengan dosis yang disesuaikan oleh dokter. Berikut ini adalah beberapa dosis umum Infuxacin sediaan infus sesuai kondisi:
Kondisi: Infeksi saluran pernapasan bawah, kulit, dan jaringan lunak
- Dewasa: 400 mg setiap 8–12 jam, selama 7–14 hari
Kondisi: Prostatitis (akut atau kronis)
- Dewasa: 400 mg setiap 8–12 jam. Durasi: 2–4 minggu
Kondisi: Infeksi saluran kemih terkomplikasi (termasuk pielonefritis)
- Dewasa: 200–400 mg setiap 8–12 jam, selama 7–14 hari
- Anak usia ≥1 tahun: 6–10 mg/kgBB setiap 8 jam. Dosis maksimal: 400 mg per dosis. Durasi: 10–21 hari
Kondisi: Infeksi intra-abdomen terkomplikasi
- Dewasa: 400 mg setiap 12 jam, dikombinasikan dengan metronidazole. Durasi: 7–14 hari (dapat dilanjutkan dengan obat oral sesuai kondisi pasien)
Kondisi: Eksaserbasi akut cystic fibrosis (terkait Pseudomonas aeruginosa)
- Anak usia ≥1 tahun: 10 mg/kgBB, 3 kali sehari. Dosis maksimal: 400 mg per dosis
Kondisi: Antraks inhalasi (pengobatan dan profilaksis pascapajanan)
- Dewasa: 400 mg setiap 12 jam
- Anak: 10 mg/kgBB, 2 kali sehari. Dosis maksimal: 400 mg per dosis. Durasi: hingga 60 hari sejak paparan
Cara Menggunakan Ciproipha dengan Benar
Agar hasil pengobatan maksimal, gunakan Ciproipha sesuai dengan anjuran dokter. Ciproipha dalam bentuk infus diberikan langsung melalui pembuluh darah vena (intravena/IV) oleh dokter atau tenaga medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan, sesuai dengan kondisi pasien.
Selama menjalani terapi infus, beri tahu dokter jika Anda mengalami keluhan, seperti memar yang tidak biasa, perdarahan, atau gejala lain yang mengganggu, agar dapat segera ditangani dengan tepat.
Interaksi Ciproipha dengan Obat Lain
Ciproipha dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat tertentu. Beberapa efek interaksi yang dapat terjadi, meliputi:
- Peningkatan risiko kejang jika digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
- Penurunan efektivitas ciprofloxacin jika digunakan bersama antasida yang mengandung aluminium atau magnesium
- Peningkatan risiko perdarahan jika digunakan bersama warfarin
- Peningkatan risiko gangguan tendon jika digunakan bersama kortikosteroid
- Peningkatan efek samping kafein, seperti jantung berdebar dan gelisah
Untuk mencegah efek interaksi obat, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Ciproipha bersama obat lain.
Efek Samping dan Bahaya Ciproipha
Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan Ciproipha, antara lain:
- Mual
- Muntah
- Diare
- Sakit perut
- Sakit kepala
- Pusing
Bila setelah pengobatan menggunakan Ciproipha Anda mengalami keluhan di atas yang tidak kunjung membaik atau justru hilang timbul, jangan tunda untuk segera berkonsultasi ke dokter. Konsultasi dapat dilakukan secara cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter atau fitur booking di aplikasi ALODOKTER.
Namun, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:
- Reaksi alergi berat (ruam, sesak napas, pembengkakan wajah)
- Nyeri atau pembengkakan pada tendon
- Gangguan irama jantung
- Kejang
- Mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki
- Diare berat disertai darah atau lendir
- Gejala gangguan liver, seperti kulit dan mata menguning