Cryolipolysis adalah prosedur non-bedah yang kini semakin populer sebagai solusi untuk mengurangi lemak membandel di area tubuh tertentu. Prosedur ini banyak dipilih karena prosesnya dinilai lebih praktis, tanpa operasi, dan masa pemulihan yang cepat. 

Prosedur cryolipolysis bekerja dengan cara membekukan sel lemak di bawah kulit agar bisa dihancurkan secara alami oleh tubuh. Prosedur ini menggunakan alat khusus yang ditempelkan pada area tubuh tertentu, seperti perut atau paha.

Cryolipolysis, Prosedur Menghilangkan Lemak Tanpa Operasi - Alodokter

Salah satu tujuan seseorang melakukan cryolipolysis adalah untuk membentuk kontur bagian tubuh tertentu. Sebelum melakukan prosedur ini, komunikasi antara pasien dengan dokter bedah plastik sangat penting untuk menyamakan persepsi dan hasil akhir yang diinginkan.

Cryolipolysis dan Cara Kerjanya

Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, cryolipolysis adalah prosedur non-bedah yang secara khusus ditujukan untuk membekukan dan menghancurkan sel-sel lemak di bawah permukaan kulit. 

Teknologi cryolipolysis bekerja dengan alat khusus yang ditempelkan pada area tubuh yang ingin dikurangi lemaknya. Alat ini mengontrol suhu hingga mencapai titik di mana sel lemak membeku dan rusak, tanpa merusak jaringan kulit, otot, ataupun saraf di sekitarnya. 

Setelah sel lemak rusak, tubuh akan secara alami membersihkan sisa-sisanya melalui proses metabolisme alami yang berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan, sehingga perubahan kontur tubuh akan bertahap dan terlihat lebih alami.

Prosedur cryolipolysis biasanya berlangsung antara 30–60 menit untuk satu area tubuh. Satu sesi dapat mengurangi jaringan lemak sekitar 20–25% di area yang ditangani. 

Cryolipolysis dan Keunggulannya

Cryolipolysis efektif untuk membantu mengurangi lemak membandel di area seperti perut, paha, lengan atas, punggung, pinggang, atau dagu. Area-area ini biasanya sulit dibentuk hanya dengan diet dan olahraga saja. Dengan prosedur ini, lemak di area tersebut bisa berkurang secara bertahap. 

Selain itu, cryolipolysis memiliki beberapa keunggulan lain yang membuatnya banyak diminati, antara lain:

1. Tanpa melibatkan operasi

Salah satu keunggulan cryolipolysis adalah tidak memerlukan tindakan operasi. Tidak ada sayatan, jarum, atau penggunaan obat bius selama prosedur berlangsung. Hal ini membuat risiko komplikasi, seperti infeksi atau luka menjadi lebih kecil, sehingga Anda bisa merasa lebih tenang saat menjalaninya.

2. Pemulihan cepat

Setelah menjalani cryolipolysis, sebagian besar orang dapat langsung kembali ke aktivitas sehari-hari. Tidak diperlukan waktu istirahat khusus seperti pada prosedur bedah.

Hal ini tentu lebih praktis, terutama bagi Anda yang memiliki jadwal padat. Anda tetap bisa beraktivitas tanpa proses pemulihan yang berlangsung lama.

3. Hasil terlihat alami

Hasil cryolipolysis tidak muncul secara instan, melainkan bertahap dalam beberapa minggu hingga bulan. Proses ini membuat perubahan bentuk tubuh terlihat lebih halus. Karena terjadi secara perlahan, hasilnya tidak tampak drastis atau “dipaksakan”. Tubuh pun terlihat lebih proporsional.

4. Minim risiko bekas luka

Karena tidak melibatkan sayatan pada kulit, cryolipolysis tidak meninggalkan bekas luka. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa prosedur ini banyak diminati. Anda tidak perlu khawatir tentang jaringan parut atau perubahan tekstur kulit yang mencolok setelah tindakan.

5. Efek samping yang ringan

Efek samping yang muncul setelah cryolipolysis umumnya ringan, seperti kemerahan, bengkak, atau rasa baal di area yang ditangani. Keluhan ini biasanya hanya sementara dan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa memerlukan penanganan khusus.

Cryolipolysis dan risikonya

Walaupun cryolipolysis tergolong aman, tetapi ada beberapa risiko dan efek samping yang mungkin terjadi:

  • Kemerahan, bengkak, atau memar pada area tindakan
  • Rasa baal atau mati rasa yang berlangsung sementara
  • Nyeri ringan atau sensasi tertarik pada kulit
  • Perubahan warna kulit di area yang ditangani
  • Cedera akibat suhu dingin (meski sangat jarang)
  • Terbentuknya benjolan lemak yang tidak biasa (paradoxical adipose hyperplasia)

Persiapan dan Prosedur Cryolipolysis

Sebelum menjalani cryolipolysis, Anda akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pada tahap ini, dokter akan menilai kondisi kesehatan, area tubuh yang ingin ditangani, serta hasil yang Anda harapkan. 

Setelah itu, area tubuh akan diukur dan ditandai agar tindakan lebih tepat sasaran. Langkah ini penting supaya hasil cryolipolysis bisa optimal dan sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Saat prosedur berlangsung, alat cryolipolysis akan ditempelkan pada area yang hendak ditangani. Anda mungkin akan merasakan sensasi dingin yang cukup intens disertai sedikit tarikan. Meski begitu, hal ini umumnya masih terasa nyaman.

Setelah prosedur selesai, area kulit bisa tampak kemerahan atau sedikit bengkak. Meski begitu, kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya. Hasil akhir cryolipolysis umumnya akan mulai terlihat dalam waktu 2–3 bulan.

Perawatan Setelah Menjalani Cryolipolysis

Supaya hasil cryolipolysis lebih optimal, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Tetap jaga pola makan sehat dan rutin berolahraga, ya, supaya lemak tidak kembali menumpuk.
  • Hindari memijat area yang ditangani terlalu keras sampai benar-benar pulih.
  • Perhatikan kondisi tubuh Anda. Jika muncul nyeri hebat, benjolan, atau perubahan warna kulit yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan.

Selain itu, penting juga untuk memilih klinik atau rumah sakit yang terpercaya dengan tenaga medis yang berpengalaman, agar prosedur cryolipolysis lebih aman.

Kondisi yang Dapat Menjalani Cryolipolysis

Prosedur cryolipolysis dapat dipertimbangkan bagi orang yang ingin memperbaiki bentuk tubuh tanpa operasi, terutama dalam kondisi berikut:

  • Memiliki lemak membandel di area tertentu, seperti perut, paha, lengan atas, atau dagu, yang sulit hilang meski sudah diet dan olahraga
  • Memiliki berat badan yang relatif stabil, tetapi ingin memperbaiki kontur tubuh
  • Memiliki kulit yang masih cukup kencang sehingga hasil dapat terlihat lebih optimal
  • Tidak ingin menjalani prosedur bedah atau memiliki kekhawatiran terhadap tindakan operasi

Perlu diingat, cryolipolysis bukanlah cara cepat untuk menurunkan berat badan. Agar hasilnya tetap optimal, Anda tetap perlu menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga, ya. 

Kondisi yang Membuat Cryolipolysis Tidak Disarankan

Orang yang ingin menjalani cryolipolysis sebaiknya berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Prosedur ini tidak dianjurkan pada orang-orang yang memiliki kondisi berikut ini:

  • Memiliki penyakit yang sensitif terhadap suhu dingin, seperti cryoglobulinemia atau cold agglutinin disease
  • Mengalami gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah tertentu
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Memiliki infeksi, luka terbuka, atau peradangan pada area tubuh yang akan ditangani
  • Menderita penyakit tertentu yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh atau proses penyembuhan

Perlu diingat, hasil cryolipolysis akan lebih optimal jika Anda tetap menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga. Sebelum menjalani prosedur, diskusikan tujuan, harapan, dan riwayat kesehatan Anda dengan dokter. Pastikan juga cryolipolysis dilakukan di klinik yang terpercaya oleh tenaga medis profesional. 

Jika setelah prosedur Anda mengalami nyeri hebat, perubahan warna kulit yang tidak membaik, atau benjolan keras pada area tindakan, segera konsultasikan ke dokter.

Jika Anda berencana melakukan cryolipolysis tetapi masih ragu, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi tubuh. Anda bisa melakukannya secara online melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.