Cyclogynon adalah alat kontrasepsi hormonal yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Pil KB ini mengandung kombinasi levonorgestrel dan ethinylestradiol yang fungsinya mirip dengan dua hormon alami tubuh, yaitu estrogen dan progesteron.
Kandungan levonorgestrel dalam Cyclogynon bekerja dengan cara menghambat pelepasan sel telur dan mengentalkan lendir serviks. Selain itu, kandungan ini juga dapat mengubah lapisan rahim agar bisa mencegah terjadinya kehamilan.

Cyclogynon juga mengandung ethinylestradiol yang dapat menghambat pelepasan hormon yang memicu pematangan dan pelepasan sel telur (ovum). Kandungan ini juga dapat meningkatkan efektivitas levonorgestrel dalam mencegah kehamilan.
Apa Itu Cyclogynon
| Bahan aktif | Levonorgestrel 0,15 mg dan ethinylestradiol 0,03 mg |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Pil KB kombinasi |
| Manfaat | Mencegah kehamilan |
| Memperbaiki siklus menstruasi menjadi teratur | |
| Mengurangi risiko terjadinya kanker rahim | |
| Mengatasi nyeri haid | |
| Mengobati jerawat sedang hingga parah | |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa |
| Cyclogynon untuk ibu hamil | Kategori X: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. |
| Obat dalam kategori ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil atau wanita yang mungkin sedang hamil. | |
| Cyclogynon untuk ibu menyusui | Cyclogynon tidak boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui yang sedang memberikan ASI eksklusif. |
| Untuk ibu yang menyusui bayi >6 bulan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. Kandungan ethinylestradiol diketahui dapat mengurangi produksi ASI. | |
| Bentuk obat | Pil atau tablet salut gula |
Peringatan sebelum Mengonsumsi Cyclogynon
Karena merupakan obat resep, Cyclogynon tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang dimiliki. Cyclogynon tidak boleh diminum oleh orang yang alergi terhadap levonorgestrel atau ethinylestradiol.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang atau pernah menderita hipertensi, migrain, penyakit jantung, penyakit hati, kanker payudara, stroke, serangan jantung, perdarahan dari vagina di luar siklus haid, deep vein thrombosis (DVT), atau gangguan pembekuan darah.
- Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda pernah menderita kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, penyakit ginjal, penyakit kandung empedu, depresi, kejang, atau siklus menstruasi yang tidak teratur.
- Beri tahu dokter jika Anda merokok atau baru saja menjalani operasi yang menyebabkan penurunan kemampuan untuk bergerak.
- Hindari paparan sinar matahari atau sinar UV yang terlalu lama selama menggunakan Cyclogynon. Hal ini untuk mencegah munculnya bercak cokelat di kulit (chloasma).
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Cyclogynon.
- Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Cyclogynon jika Anda sedang menyusui, hamil, atau berencana untuk hamil.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda tidak kunjung mengalami menstruasi walaupun sudah menghabiskan 1–2 blister obat.
- Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat setelah mengonsumsi Cyclogynon.
Dosis dan Aturan Pakai Cyclogynon
Perlu diketahui, Cyclogynon terdiri dari dua jenis pil yang berbeda, yaitu 21 pil aktif dan 7 pil kosong (tanpa hormon). Dosis umum penggunaan Cyclogynon adalah 1 pil atau tablet, 1 kali sehari, yang dimulai saat hari pertama menstruasi.
Cyclogynon digunakan selama 28 hari. Pada 21 hari pertama, Anda dapat mengonsumsi pil aktif. Lalu, 7 hari berikutnya, Anda dapat mengonsumsi pil kosong yang umumnya berwarna putih.
Cara Mengonsumsi Cyclogynon dengan Benar
Gunakan Cyclogynon sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa seizin dokter.
Untuk memaksimalkan hasil dari Cyclogynon, ikuti panduan menggunakan obat tersebut berikut ini:
- Konsumsilah Cyclogynon sebelum atau sesudah makan.
- Ada 21 pil aktif dan 7 pil kosong pada 1 blister. Minumlah obat ini 1 kali sehari hingga 28 hari ke depan, sesuai dengan arah penggunaan obat yang tertulis di blister.
- Konsumsilah pil di blister selanjutnya jika semua pil di blister sebelumnya sudah habis, kecuali jika Anda ingin merencanakan kehamilan.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Cyclogynon, segera minum obat ini bila waktu keterlambatan kurang dari 12 jam sebelum dosis yang dijadwalkan. Jika sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis. Hubungi dokter bila lupa mengonsumsi obat lebih dari 1 kali.
- Simpan Cyclogynon di tempat yang kering dan tidak lembap. Hindarkan obat dari paparan sinar matahari langsung dan jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Cyclogynon dengan Obat Lain
Berdasarkan kandungannya, Cyclogynon dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan dengan obat-obatan tertentu, yaitu:
- Penurunan efektivitas Cyclogynon jika digunakan bersama ritonavir, griseofulvin, carbamazepine, nevirapine, phenobarbital, phenytoin, rifampin, atau tetracycline
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dan risiko penggumpalan darah jika digunakan bersama asam traneksamat atau warfarin
- Penurunan efektivitas lamotrigine
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari cyclosporin
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Cyclogynon bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Kandungan obat di dalam Cyclogynon juga dapat berinteraksi dengan makanan tertentu. Hindari konsumsi seledri dan buah dari tanaman sitrun, seperti jeruk, jeruk bali, dan grapefruit, khususnya dalam bentuk jus. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping dari Cyclogynon.
Efek Samping dan Bahaya Cyclogynon
Penggunaan Cyclogynon dapat menimbulkan beberapa efek samping. Beberapa efek sampingnya adalah:
- Mual atau muntah
- Sakit perut
- Menstruasi yang tidak teratur
- Perubahan suasana hati
- Flek perdarahan sebelum periode haid (spotting)
- Sakit kepala
- Payudara terasa nyeri
Konsultasikan dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter jika mengalami efek samping di atas dan tidak kunjung membaik. Dokter dapat memberikan saran maupun pengobatan untuk mengatasinya.
Segera beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang serius, seperti:
- Nyeri dada
- Bengkak di lengan atau kaki
- Urine berwarna gelap
- Penyakit kuning
- Demam
- Kesulitan berbicara atau berjalan
- Depresi
Apabila hal tersebut terjadi dan diperlukan pertolongan medis secepatnya, dokter dapat segera menyarankan Anda untuk ke IGD terdekat.