Daun sangketan adalah tanaman herbal yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia untuk membantu meredakan berbagai keluhan ringan. Tanaman ini dikenal memiliki sejumlah manfaat, mulai dari membantu meredakan batuk hingga menjaga daya tahan tubuh.
Daun sangketan (Basilicum polystachyon) umumnya digunakan dengan cara diseduh, dikunyah, atau dicampurkan ke dalam minuman tradisional. Biasanya, orang memilih daun ini untuk mengatasi keluhan ringan, seperti sariawan, batuk, atau sakit tenggorokan.

Namun, sebelum menjadikannya sebagai pengobatan utama, penting untuk mengetahui fakta mengenai manfaatnya serta cara mengonsumsinya yang aman.
Daun Sangketan dan Manfaatnya
Daun sangketan mengandung berbagai senyawa alami yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti flavonoid, tanin, saponin, polifenol, serta minyak atsiri yang berperan sebagai antioksidan, antiradang, dan antimikroba alami. Kandungan tersebut membantu melindungi tubuh dari radikal bebas, mendukung daya tahan tubuh, serta menjaga kesehatan jaringan tubuh secara umum.
Berikut ini adalah beberapa manfaat daun sangketan yang bisa Anda dapatkan:
1. Meredakan sariawan dan sakit tenggorokan
Rebusan daun sangketan sering digunakan sebagai obat kumur alami untuk membantu mengurangi peradangan di area mulut dan tenggorokan. Manfaat ini berasal dari kandungan flavonoid dan tanin yang bersifat antiradang dan antimikroba. Kedua senyawa ini membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab iritasi di rongga mulut.
2. Mengatasi batuk ringan
Daun sangketan dapat membantu mengencerkan dahak dan melegakan saluran pernapasan. Kandungan saponin dan minyak atsiri alami di dalam daun sangketan bisa membantu mengencerkan lendir dan meredakan rasa gatal pada tenggorokan, sehingga napas terasa lebih lega.
3. Membantu menurunkan demam
Sebagian orang menggunakan daun sangketan sebagai ramuan penurun panas dengan cara diseduh atau ditempelkan pada tubuh. Efek menurunkan demam diduga berkaitan dengan adanya senyawa polifenol dan antioksidan yang membantu menekan proses peradangan dan meningkatkan pengeluaran panas tubuh secara alami.
Namun, belum ada data ilmiah yang cukup untuk membuktikan manfaat ini. Oleh karena itu, penggunaan daun sangketan tidak disarankan sebagai pengganti obat demam yang telah teruji secara medis.
4. Menjaga daya tahan tubuh
Daun sangketan juga mengandung antioksidan alami yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas. Zat aktif seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin C alami dalam daun sangketan berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif dan memperkuat daya tahan tubuh.
5. Mendukung kesehatan mulut
Beberapa produk obat kumur herbal memadukan daun sangketan dengan bahan alami lain untuk menjaga kebersihan mulut. Kombinasi ini dipercaya dapat membantu mengurangi bau mulut dan peradangan ringan di gusi.
Kandungan tanin dan minyak atsiri dalam daun sangketan memiliki sifat antibakteri yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab plak dan bau mulut, sehingga membantu menjaga kebersihan rongga mulut. Namun, efektivitas daun sangketan dalam mendukung kesehatan mulut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Daun Sangketan dan Tips Aman Mengonsumsinya
Untuk mendapatkan manfaat daun sangketan secara optimal, penting untuk mengolah dan mengonsumsinya dengan cara yang aman dan tepat. Berikut adalah beberapa cara tradisional yang biasa dilakukan untuk menggunakan daun sangketan:
- Merebus beberapa lembar daun sangketan selama 10–15 menit, lalu minum air rebusannya saat sudah hangat.
- Menyeduh daun sangketan bersama teh herbal, untuk mendapatkan rasa yang lebih ringan dan menenangkan tenggorokan.
- Menambahkan daun sangketan ke dalam ramuan tradisional, seperti campuran madu, jeruk nipis, atau jahe, sesuai kebutuhan.
Itulah beberapa cara mengonsumsi daun sangketan yang umumnya dilakukan masyarakat. Meski begitu, perlu diingat bahwa sebagian manfaat daun sangketan masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya bagi tubuh.
Meskipun berasal dari bahan alami, penggunaan daun sangketan tidak sepenuhnya bebas risiko. Pada sebagian orang, daun ini dapat menimbulkan reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal, atau sesak napas. Selain itu, daun sangketan berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu yang sedang dikonsumsi, sehingga dapat memengaruhi efektivitas pengobatan.
Oleh karena itu, daun sangketan sebaiknya tidak digunakan bila Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang menjalani pengobatan dokter, karena berisiko menimbulkan interaksi obat.
Bila Anda ingin mengonsumsi daun sangketan sebagai bagian dari pengobatan atau untuk membantu mengatasi keluhan kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dokter akan memberikan saran dan dosis yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.